Selasa, 01 Januari 2008

Cinta Buta Berujung Neraka


Jika cinta telah dibutakan oleh harta, apapun resikonya tetap akan dilalui meski harus dibayar mahal...................neraka selamanya.

Pepatah Jawa mengatakan “Kebo nusu gudel” yang artinya orang tua selalu mengikuti kemauan anaknya, meskipun harus berujung neraka. Itulah yang dialami Zulaikhah, wanita yang aktif di salah satu ormas Islam ‘Mdyh’ baik di perumahan ujung tenggara kota Semarang, dimana harus ‘bertekuk lutut’ dengan putri sulungnya telah murtad lantaran cintanya dibutakan oleh harta.

Sebenarnya sejak kecil anak sulungnya, Mst telah dididik berbagai ilmu agama, baik lembaga Islam formal maupun non formal. Namun ketika tamat SLTA keluarga Zulaikhah terjerat hutang lantaran ketimpangan ekonomi antara pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan, maka pupuslah harapan untuk mengenyam di perguruan tinggi. Akhirnya Mst memutuskan untuk bekerja. Karena wajahnya yang manis, ia langsung diterima dan dipercaya disalah satu bengkel outomotif dengan gaji yang cukup lumayan plus beberapa fasilitas untuk ukuran orang baru.

Terjebak Dalam Hutang
Tujuh bulan telah berlalu ternyata Rudy pemilik bengkel yang selalu royal dan memanjakan uang itu ternyata telah menaruh hati pada Mts. Di sisi lain karena sudah terbuai materi, Mst tidak bisa menolak cintanya yang sebenarnya ibarat bagaikan langit dengan bumi. Rudy yang berwajah bopeng, berkulit hitam, usianyapun terpaut 25 tahun lebih tua dan berstatus duda beranak dua, sangat jauh dibanding Mst yang masih muda, berwajah manis dengan rambut terurai panjang. Namun disini uang yang bicara, mereka terbuai oleh kibasan-kibasan rupiah yang membuat gaya hidupnya mulai berubah, sementara hutang-hutang ibunya sedikit demi sedikit juga ikut terbantu. Karena cinta mereka yang semakin membara, akhirnya Rudy memutuskan untuk melamar. Bagaikan tersambar petir disiang bolong, kedua orang tua Mst terkejut, ‘berteriak’ menolak keras, karena disamping usia yang tidak seimbang, Rudy ternyata seorang Kristen fanatik. Tapi apa mau dikata, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lantaran cinta buta telah menutup segala-galanya. Apalagi Mts terlalu sering diajak luar kota hinga berhari-hari. Di sisi lain, jutaan rupiah telah mengalir guna untuk mendongkrak perekonomian Zulaikhah. Pernikahan ‘semu’ itupun akhirnya terjadi, meskipun dengan syarat Rudy mau membaca Syahadat didepan penghulu yang akhirnya disanggupinya.

Akidah Melayang
Tapi apa yang terjadi setelah rumah tangga berjalan dan mereka dikarunia anak. Mst sekarang bukan lagi Mts yang dulu sebagai wanita yang taat. Meskipun kini ia tinggal di rumah yang besar, semua serba tercukupi, namun dirinya bagaikan burung di dalam sangkar emas. Kehidupannya sehari-hari dikelilingi tembok-tembok salib yang kuat. Ia hanya pasrah dengan apa yang sudah menimpa terhadap dirinya dan tak mampu berbuat. Semua terbentur dengan ‘perjanjian semu’, hutang budi yang selama ini ia terima demi ekonomi dirinya maupun orang tuanya. Kini didadanya tergantung salib emas, dan menenteng injil setiap minggunya. Ritual gerejani selalu ia dapatkan, didalam dirinya,hingga anaknya selalu di doktrin bahwa Islam itu jelek, Islam itu jahat. Semua kehidupannya seolah sudah diatur oleh gereja.

Misionaris Itu Telah Menang
“Sudah jatuh tertimpa tangga”, kini Jessica Mts terperangkap oleh seorang misionaris ortodoks, Yohanes Rudy Tri Sudaryanto. Ironisnya Orang tua Mts yang sudah ‘kalah dalam perang’ justru ikut-ikutan menikmati segala fasilitas yang diberikan, selalu mengikuti pesta-pesta yang berbau gereja, ulang tahun, paskahan hingga natalan. Ynag lebih ironis lagi, Zulaikhah rela membuka jilbabnya hanya untuk ‘menghormati’ ikut menghadirinya tanpa ada perasaan dosa.

Ternyata Rudy adalah salah seorang relawan gereja di kawasan pantai utara Semarang yang bertugas untuk menjerat orang-orang seperti Mts. Di depan pendetanya, ia telah meraih ‘satu point’ surga, karena berhasil mendapatkan satu domba.
Dengan kejadian seperti ini, janganlah ada lagi Mts-Mts lainnya yang sudah banyak masuk kedalam perangkapnya. Dari sini kita hanya berdo’a semoga mereka yang sudah “jatuh” secepatnya diberi hidayah oleh Allah, sehingga terbuka hatinya dan mau kembali lagi ke Tauhid yang benar dan lurus.(Imm)

*Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, nama pelaku sengaja disamarkan redaksi.

Tidak ada komentar: