Selasa, 05 Februari 2008

Alexandre “Pato” Rodrigues da Silva

Profil
Date of birth : September 2, 1989 (age 17)
Place of birth : Pato Branco, Brazil
Height : 1.80 m (5 ft 10.9 in)
Playing position : Striker
Profil Club Information
Current club : A.C. Milan

Youth Clubs :
- 2001-2005 : Internacional

Senior Clubs (Years Club App (Gls)
- 2006-2007-Internacional-26 (12)
- 2007-A.C. Milan-00 0(0)
- National team : Brazil U20


Pato Memecahkan Rekor Pele

Begitu mendarat di AC Milan, Alexandre Pato telah memecahkan rekor seniornya sekaligus legenda sepakbola Brasil, Pele. Rekor apakah itu?
Nama Pato tercatat sebagai pencetak gol termuda adalam kompetisi FIFA. Pemuda berwajah kekanakan itu mencetak gol pertamanya di kompetisi inetrnasional ( Piala Dunia antar Klub 2006 dengan menaklukkan, Al-Ahli, Mesir 2-1) saat berusia 17 tahun 102 hari. Hal ini membuatnya masuk dalam buku rekor, dia menumbangkan rekor Pelé yang mencetak gol di Piala Dunia 1958 ke gawang Wales saat berusia 17 tahun dan 239 hari. (Habib Maulana)














Alexandre “Pato” Rodrigues da Silva


Si Bebek Putih Penerus Kaka
Alexander Pato? Tak banyak orang yang mengenal nama itu sekarang. Tapi tunggu tahun depan ketika namanya dimasukkan dalam line up AC Milan di ajang kompetisi resmi, baik Liga Itali maupun Liga Champion
Pemain muda berbakat dengan nama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva lahir pada tanggal 2 September 1989 di Pato Branco, Paraná Brazil dengan julukan Si Bebek Putih sesuai dengan nama kota tersebut. Bakatnya sudah terlihat sejak usia 3 tahun dengan memainkan futsal. Kepiawaian menggocek di usia dini membuat namanya demikian dikenal dan menjadi incaran banyak pemandu bakat. Namun klub Sport Club Internacional yang berhasil menggaetnya di usia 11 tahun pada tahun 2001.

Setelah sukses memperkuat tim pemula, namanya kian melambung hingga pada debutnya di usia 17 tahun pada laga 26 November 2006 berhasil mengalahkan Palmeiras 4-1 dalam. Tiga buah assist dan sebuah gol membuat dirinya dielu-elukan
Kemampuannya menggocek bola banyak disamakan dengan kemampuan Ronaldinho, hingga pada puncaknya tanggal 13 Desember 2006, bersama Sao Paulo turut memberikan kontribusi kemenangan bagi klubnya dengan mengalahkan Al-Ahly Kairo 2-1. Di pentas internasional. Sukses tersebut dilanjutkan pada kejuaraan Junior Se-Amerika Selatan Tahun 2007 dan termasuk skuad anggota tim kejuaraan dunia FIFA U-20 tahun di Kanada dan Olimpiade Beijing tahun 2008.

Dengan penampilannya yang selalu ditunjukkan di tiap pertandingan, membuat klub-klub Eropa seperti Benfica, Juventus, Intermilan, Liverpool, Chelsea, Arsenal dan AC Milan sangat tertarik dan berminat untuk memboyongnya. Namun klub yang paling beruntung adalah AC Milan dengan nilai transfer 20 juta dolar. Alasan bergabungnya dengan AC Milan adalah karena Pato bisa bermain idolanya, yaitu Kaka. Akankah Pato menjadi penerus Kaka? (Chabib Maulana).









Ricardo Kaka Izecson


Kaka Jadi Pemain Terbaik Eropa

Magnificento (luar biasa). Itulah Kaka. Tahun ini bintang AC Milan itu meraih segalanya. Dari trofi Liga Champions, Kejuaraan Dunia Antar Klub, pemain terbaik Eropa, hingga pemain terbaik dunia FIFA semua direngkuhnya.
Sebagai pemain depan terbaik selama Liga Champions musim lalu dengan mengemas 10 gol, Kaka memang bukan pesepak bola biasa. Talenta khas Samba yang dimilikinya, membuat siapapun bakal berdecak kagum jika ”memamerkan” drible hebat, speed, dan tembakan akurat. Maka tidak heran jika klub raksasa Spanyol, Real Madrid bernafsu untuk memburu gelandan gserang berwajah ganteng dengan bandrol yang sangat fantastis yaitu £34 juta !. Namun, meski di iming-imingi uang sebesar itu, rupanya ia ingin tetap di AC Milan meskipun tahun depan tidak bisa menjanjikan untuk bermain di Liga Champion lantaran posisinya yang sedang terpuruk.
Karirnya dimulai sejak usia 8 tahun bersama klub Brazil Sao Paulo, baru menginjak 15 tahun pemain yang dilahirkan pada 22 April 1982 itu untuk kali pertama melakukan kontrak sebagai pemain profesional dan dipercaya menjadi kapten ketika Sao Paulo dan menjadi yang terbaik diajang Copa de Juveni. Prestasinya yang cemerlang di tim junior membuat Kaka langsung masuk tim senior. Debutnya bersama Sao Paulo senior ketika masih berusia 18 tahun atau tepatnya pada Januri 2001 dengan mencetak 10 gol dari 27 kali dimainkan. Tahun itu juga untuk kali pertama dan satu-satunya São Paulo berhasil meraih trofi Torneio Rio-São Paulo.
Penampilan cemerlang rupanya menjadikan klub raksasa Eropa. Tapi AC Milan memboyongnya ke San Siro dengan harga 8,5 juta dolar AS ( sekitar Rp79 miliar) dan dirinya semakin bersinar hingga sekarang. Kini ia dipercaya PBB menjadi duta untuk memerangi kelaparan (program pangan dunia). ****Chabib Maulana







.

..

Dilematis Istri Mengatasi Perselingkuhan Suami

“Assalamu’alaikum……” Ucap Firman saat memasuki halaman rumahnya setiap kali pulang kantor. “Wa alaikum salaam……itu ayah datang, ayo adik salim..” jawab Heni dengan senyum manis, ia bangkit dari kursi teras dengan putranya untuk menyambut. Begitulah yang dilakukan ibu muda tersebut setiap sore saat menanti kedatangan suaminya. Ia selalu berpenampilan rapi, dandanan menarik dan cantik, seolah bagaikan mau menyambut suaminya diatas ranjang. Suasana rumah tangga Heni dan Firman dengan putra satu-satunya Jefri selama hampir lima tahun selalu harmonis. Mereka membangun mahligai cinta dengan rasa ikhlas dan penuh keterbukaan sehingga keduanya saling mengerti, mengisi menghormati dan selalu romantis.

Namun suasana tersebut kini telah terusik dengan beredarnya gosip perselingkuhan antara Firman dengan teman sekantornya. Heni yang semula hanya diam lama-lama tak kuasa menahan kesabaran atas sikap suaminya yang dianggap mengkianati cintanya. Sikap yang dulu manja kini lebih banyak diam, sering murung dan pemarah. Suasana romantis dan mesra dalam menyambut suaminya saat pulang kerja kini sudah tidak dijumpai lagi. Sikapnya lebih banyak acuh tak acuh, selalu menghindar dihadapan suami. Keributan-keributan kecil yang berubah menjadi pertengkaran sering terjadi, bahkan Heni sampai pulang keorang tuanya selama berhari-hari. Rumah tangganya yang dulu tentram damai, kini terancam rusak dan hancur akibat kasus yang bernama “perselingkuhan”.

Kejadian yang menimpa pasangan Firman-Heni ini salah salah satu contoh dari jumlah-jumlah kasus perselingkuhan yang sering kita jumpai. Meskipun ketika akad nikah, semua pasangan suami-istri selalu mengucap janji-janji “ Akan saling mencintai, membangun, menjaga bahtera rumah tangga....dan lain-lain-dan lain-lain” , namun fakta dimasyarakat berbicara lain. Lihatlah, dimana-mana, betapa banyaknya, betapa mudahnya kasus-kasus perselingkuhan Mereka dengan enaknya mengatakan “selingkuh itu indah, selingkuh itu...bla-bla-bla....pokoknya banyak istilahnya”, seolah menjadikan perselingkuhan sesuatu yang trend serta populer dimasyarakat. Disisi lain istri yang semula percaya, sepenuhnya tawadhu pada suami, harus menanggung luka, sakit hati, derita dimadu cinta, dan cemburu berkepanjangan. Akhirnya jalan pintas yang mereka tempuh, broken home, perceraian, bahkan ada yang jatuh korban, sementara sang suami terus berkubang dalam jurang perzinahan. Jika sudah begini apa dan siapa yang salah ?

Perselingkuhan dalam rumah tangga adalah masalah yang sangat kompleks dan pelik, meski kedengarannya "biasa". Namun kita harus benar-benar berpikir secara jernih, objektif, proporsional dan bijak dalam melihat masalah ini. Dimanapun juga yang namanya selingkuh, dengan atau tanpa hubungan seks jelas-jelas haram hukumnya. Bahkan dinegara-negara Barat yang terkenal dengan sekulerisme dan hidonismepun juga tidak membenarkan. Pernikahan dianggap “wadah” yang steril dari perselingkuhan, dan kesetiaan menjadi mutlak seratus persen bagi suami-istri, tak peduli berapapun umur dan pernikahan. Secara simpel tentu saja perselingkuhan dalam rumah tangga akan berdampak buruk dan negatif bagi siapa saja.

Namun kita juga harus bisa melihat, menilai secara objektif dan proporsional apa "latar belakang” dan “penyebab" kasus ini. Kita tak bisa memberi cap suami "peselingkuh" tersebut sebagai orang bejat, tidak bermoral, atau orang tak beragama. Karena realitanya, tak sedikit "peselingkuh" tersebut termasuk tipe suami yang baik, dan bukan tipe orang yang "gatel", brengsek, dugem, senang kelayapan dan paly boy.

Faktor utama suami berselingkuh, jelas.... yang utama karena menipisnya keimanan, kurangnya pengetahuan tentang agama. Namun ada lagi yang tak kalah pentingnya penyebab para suami mencari “rasa lain”. Yakni "ketidakberesan" di dalam rumah tangga, meski sekecil apa pun. Berbagai beban, tekanan, dan problem hidup yang menumpuk serta bervariasi baik dari masalah ekonomi, anak, psikis, komunikasi yang buruk, tempat tinggal terpisah di kota yang berjauhan, masalah pekerjaan, perbedaan status sosial, pendidikan yang mencolok, perbedaan persepsi dan idealisme yang mencolok, "terjebak" pada rutinitas, kejenuhan, dan seksual, semua itu jika dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi bom waktu yang dapat meledak kapanpun.

Kehadiran WIL (wanita idaman lain) memang banyak dituding sebagai biang kerok. Bagi “sikorban” istri yang jiwanya lemah, hanya kepasrahan dan linangan air mata yang berharap suaminya kembali seperti dulu lagi. Namun, bagi istri yang tegas, galak, suasana panas akan selalu menghiasi rumah tangga dengan pertengkaran-pertengkaran yang berujung penceraian, broken home dan kehancuran. Tapi benarkah semua “kesalahan” itu harus ditimpakan kepada sang suami atau WIL ? Kalau rumah tangga mereka “baik-baik”, kenapa sampai terjadi “drama cinta segitiga” didalam keluarga ?

Karena itulah bagi istri-istri yang menjadi korban dimadu cinta, sudah saatnya untuk membuang jauh-jauh “cemburu buta”, arogan, kekanak-kanakan dan egoistis. Tapi sebaliknya mari berpikir lebih dewasa, bijak, jernih, bermartabat dan kembali pada aturan Allah. Ingat ! Islam mengharamkan selingkuh, tapi menghalalkan berpoligami, meski sangat berat dan rumit saratnya. Disisi lain, diri sendiri, masih adakah sesuatu yang “kurang” dalam diri maupun rumah tangga sehingga suami mulai berubah? Jika benar, cepatlah “perbaiki” apa maunya, dengan saling terbuka, dan jujur bersama suami.

Janganlah kasus yang merupakan masalah "besar" dalam rumah tangga ini menjadi semakin "besar" dan "melebar" ke mana-mana, yang pada akhirnya bukan hanya terjerumus kedalam “lembah perzinahan”, aib yang terekspos kepada umum. Tapi juga masalah "inti"-nya tidak akan terselesaikan, dan justru akan menyebabkan kehancuran, yang semakin menambah penderitaan, luka, duka dan air mata (Maulana)



Poligami Menurut Syariat Islam

Apabila seorang suami yang ingin berpoligami, ada beberapa ketentuan yang telah diatur oleh Islam. Diantara hak setiap istri dalam poligami adalah sebagai berikut :

- Memiliki kemampuan untuk adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan, menyamakan hak dan nafkah kepada masing-masing istrinya.

- Setiap istri memiliki hak untuk mempunyai rumah sendiri. Firman Allah berbunyi :”Allah berfirman, “Menetaplah kalian (wahai istri-istri Nabi) di rumah-rumah kalian.......(QS Al Ahzab 33)”. Dalam ayat ini Allah menyebutkan rumah Nabi SAW dalam bentuk jamak, sehingga dapat dipahami bahwa rumah beliau tidak hanya satu.

- Memberikan hak para istri dengna seadil-adilnya. Dari Anas bin Malik, Kebiasaan beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bila menggilir istri-istrinya, beliau mengunjungi semua istrinya dan baru behenti (berakhir) di rumah istri yang mendapat giliran saat itu.(HR Muslim).

- Batasan Malam Pertama Setelah Pernikahan. Dari Anas bin Malik bahwa termasuk sunnah bila seseorang menikah dengan gadis, suami menginap selama tujuh hari, jika menikah dengan janda, ia menginap selama tiga hari. Setelah itu barulah ia menggilir istri-istri yang lain. (HR Bukhari)

- Tidak wajib menyamakan cinta dan jima’ di antara para istri, namun wajib memberi giliran diantara kedua istrinya secara adil. Sekalipun pembagian malam demi malam dapat terjadi, akan tetapi tetap saja ada perbedaan dalam rasa cinta, syahwat, dan jima’

Karena itu bagi suami yang akan berpoligami hendaknya melihat kemampuannya, janganlah pahala yang dinginkan, malah berbalik dengan dosa dan kerugian. “Barangsiapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.”(HR Muslim).

SDN Citarum

Mau tahu sekolah rakyat, murah tapi kalau ditanya soal prestsi..............................wooow sangat luar biasa yaitu salah satu sekolah yang berhasil menduduki rangking delapan se Kota Semarang,Yaitu SD Negeri Citarum. Meskipun bangunannya tidak terlalu megah dan mewah, sekolah ini termasuk sangat favorit lho. Buktinya banyak lulusan dari sekolah ini diterima di berbagai SMP Negeri yang favorit dengan nilai yang sangat memuaskan. Bukan itu saja, murid-murid di sini sering memenangi berbagai lomba ataupun kejuruan baik ditingkat daerah, kota, provinsi, maupun nasional.

Diantaranya adalah :
- Juara III Drum band tingkat nasional di Yokyakarta.
- Juara III kejuaraan modeling nasional tingkat SD di Jakarta.
- Juara lomba mata pelajaran Matematika, bahasa Inggris dan bahasa Jawa tingkat kota.
- Juara I gerak jalan tingkat kota
- Juara I Pramuka tingkat kota
- Juara I senam tingkat kota
- Juara III sepak bola SD tingkat kota dan
- Juara III karawitan tingkat kota.
- Juara I lomba khotbah, baca tartil qur’an se kecamatan Semarang Timur.

Lalu bagaimana ya cara mengajar guru-guru disini sehingga murid-muridnya rata-rata pandai ? Menurut bu Ninis dan bu Yuli guru kelas enam, mereka selalu menerapkan disiplin yang tinggi, perhatian khusus dan kerja keras. Setiap ada murid yang melanggar akan dikenai hukuman yang sifatnya mendidik. Apalagi kalau sudah memasuki kelas enam, mereka akan diberi pelajaran tambahan hingga sore.

Selain mata pelajaran yang sangat ketat, disinipun juga banyak kegiatan ekstra kurikuler seperti, Renang, Drum band, musik, kulintang, sempoa, komputer, tari, modeling dan pramuka. Aktifitas lainnya yang bersifat keagamaan adalah pesantren kilat, panitia zakat fitrah, tarowih bersama dibulan Ramadhan, serta penyembelihan kurban di hari raya Idul Adha. Yang menarik lagi, setiap bulan suci, hampir semua anak dianjurkan memakai busana muslim.

Kampus SD Negeri Citarum yang terletak di jalan Citarum Raya ini dibagi empat dengan masing-masing kepala sekolah yaitu, bu Sri SD 1 dan 4, pak Darminto SD 2 dan pak Sukamto SD 3. Adapun gedungnya terdiri dari 40 kelas dengan 40 anak setiap kelasnya. (Haidar)

Senin, 04 Februari 2008

Tunas Muda SMP Negeri 6 Semarang

Adik-adik pembaca yang soleh, kalian suka olah raga kan? Ya harus dong, biar badan kita segar dan sehat seperti sahabat kita yang satu ini, Rea Lita Oktaviani.

Meskipun badannya kecil, tapi larinya sangat kencang seperti kijang, karena itu ia sejak kelas empat SD sudah masuk diperkumpulan olah raga Pandanaran Atletik Club yang bertempat di stadion Tri lomba juang, Mugas, Semarang. Karena sangat rajin dan tekun berlatih, Ia beberapa kali berhasil menjadi juara baik ditingkat daerah, kota, provinsi bahkan nasional. Kecepatannya hanya selisih enam menit dari pelari nasional yang berlaga di SEA Games, Thailand kemarin, Subhanallah....hebat sekali ya...!
Adapaun beberapa prestasi yang telah berhasil ia persembahkan antara lain :
- Menjuarai beberapa pertandingan atletik ditingkat daerah baik kecamatan maupun Kota
- Juara lari 1500 dan 5000 meter tingkat kota pada POPDA Semarang tahun 2007.
- Kejuaraan atletik tingkat Jawa Tengah di Wonosobo September 2007 lalu
- Menjuarai atletik tingkat nasional pada pekan HUT TNI tahun 2007 lalu.
Kalau begitu teman kita yang satu ini nantinya pantas dong mewakili Indonesia di pentas Sea Games, Asian Games maupun Olimpiade.

Meskipun prestasinya bagus dan namanya terkenal, teman kita yang satu ini tidak mau sombong lho. Bahkan ketika Si Dul menemui di sekolahnya SMP Negeri 6 Semarang ia tampak agak malu-malu.

Saat ini Rea Lita masih duduk di kelas VII E SMP Negeri 6 Semarang. Di sekolahnya ia selalu mendapat bimbingan dari para guru olah raganya, seperti pak Ken, pak Tikno, bahkan kepala sekolahnya ibu Sri Sarminipun juga selalu ikut memberi semangat dan motivasi.

Selain giat berlatih olah raga setiap sorenya, teman kita yang satu ini sangat tekun dan rajin belajar. Setiap harinya habis sholat Subuh langsung mengaji yang dilanjutkan dengan belajar. Katanya sih cita-citanya kepingin jadi Polwan. Amin...semoga terkabul.(Habib)

Rea Lita Oktaviani

Lahir
Rumah
Klub
Sekolah
Hobi
: 18 Oktober 1994
: Jl Kalicari II
: Pandanaran Atletik Club, Semarang
: SMP Negeri 6 Semarang kelas VII F
: Membaca buku

Kita Bangga ! Tahun Hijriah Milik Kita

Biasanya setiap menjelang akhir pergantian tahun yaitu, 31 Desember orang-orang pada umumnya selalu menyambutnya dengan acara yang meriah. Diantaranya ada yang putar-putar kota, begadang bahkan sampai yang berlebihan yang bersifat pemborosan seperti membakar kembang api, pesta-pesta, mengadakan pertunjukan musik dan lain-lainnya. Maklumlah, mereka mengikuti penanggalan Masehi atau berdasarkan Syamsiah.
Kemudian ada lagi setiap bulan Pebruari, kalangan etnis Cina selalu menyambut tahun baru mereka dengan nama Gong Chi Fat Chai, yang diselenggarakan sangat meriah sekali hingga saudara-saudara kita tanpa sadar ikut juga memeriahkan.

Namun berbeda dengan teman-teman kita dari TK Amanah ini. Mereka justru menyambut, merayakan sekaligus membudayakan tahun baru setiap tanggal 1 Muharram. Karena tanggal ini merupakan tahun baru Hijriah yang dimiliki seluruh umat Islam. Seperti pada tanggal 10 Januari yang lalu atau bertepatan dengan 1 Muharram. Dengan memakai topeng-topeng buatan sendiri, mereka menyambut tahun baru Hijriah melakukan pawai keliling kota dan singgah di Masjid Jawa Tengah naik kereta mini. Eh...ternyata disana juga sangat ramai oleh masyarakat yang ikut merayakan juga lho.

Yang tak kalah ramainya, setelah putar-putar kota, ternyata dikampus Amanah, jalan Kridanggo, Semarang juga digelar acara panggung terbuka yang dihadiri seluruh anggota keluarga Amanah. Masing-masing anak menunjukkan kemampuan, kepandaian, serta ekspresinya dengan menyanyi, puisi, paduan suara dan lain-lain, pokoknya ramai dan meriah. Karena tahun baru Hijriah ini adalah milik kita dan tidak mau kalah dengan Tahun Baru Masehi.

Ternyata perayaan serupa tidak hanya di Semarang saja. Teman-teman TK kita di Surabaya juga melakukannya dengan melakukan karnaval, membagi-bagikan burung kertas dan selebaran Tahun Hijriah di maal-maal, swalayan serta tempat umum. Teman-teman kita yang ada di Balikpapan, mengadakan bakti sosial dan basar. Di Serang Banten, kaum teman-teman kita mengadakan pawai dengan membawa obor. Sedangkan di kota-kota lain seperti Bandung, Jakarta, Makasar, Medan dan lainnya juga tidak mau kalah dalam merayakannya. Bahkan di Aceh diadakan berbagai macam lomba dan festival. Pokoknya semua satu tujuan yaitu tahun baru milik kita adalah tahun baru Hijriah. (Habib)

Janganlah Mencela Makhluk Allah .!!!

Apapun, bagaimanapun situasi, suasana serta kondisi di bumi ini ...semua dibawah kekuasaan dan kendali Allah. Namun banyak orang yang tidak menyadari di dalam kehidupan sehari-hari, terkadang keluar dari mulut, seakan-akan bagaikan angin yang berhembus tanpa ada yang menghalanginya. Misalnya, “Sialan, hujan terus tidak terang-terang, Huh angin ini bikin porak poranda rumahku..”.dan lainnya. Hal-hal seperti inilah kita harus selalu berhati-hati, karena mencela makhluk Allah sama saja dengan mencela Allah. Karena itulah Rasulullah SAW mengajarkan kita agar selalu menjaga lisan dari kebiasaan “car-cor” istilah orang Jawa, bahkan sampai mengumpat, karena ini akan mendatangkan dosa.
Raulullah SAW bersabda :

” Janganlah kamu mencela angin! Jika kamu melihat apa yang kamu tidak suka dari angin itu maka berkatalah: wahai Allah, kami mohon kepadamu kebaikan angin ini, dan berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, dan dari keburukan yang ada pada angin ini, dan dari keburukan yang angin ini dikirim”. (HR. At-Tirmidzy)
Contoh lain misal, ketika manusia diberi kenikmatan berupa sakit, bagi orang yang kurang bersabar, maka ia akan berkeluh kesah bahkan sampai mencela penyakit yang ia derita. Hal inilah yang dilarang oleh Rasulullah SAW, karena Beliau pernah bersabda :

Rasulullah menemui Ummu Saib dan bersabda: “kenapa engkau gemetar wahai ummu saib”, Dia menjawab: “Demam, semoga Allah tidak memberkahinya”. Maka beliau bersabda: “janganlah engkau mencela demam, sesungguhnya demam itu akan menghilangkan dosa-dosa anak Adam sebagaiman tungku api pandai besi membersihkan kotoran besi”. (HR.Muslim )
Karena itulah kita sebagai orang mukmin yang bertakwa hendaknya bersabar dan ikhlas ketika diuji berupa sakit, karena sakit adalah suatu kenikmatan.

Kemudian terhadap makhluk Allah lainnya misalnya binatang. Meskipun manusia derajatnya jauh lebih tinggi dari pada binatang, namun Rasul melarang kita untuk mencela apalagi sampai menyiksa binatang. Karena makhluk Allah yang satu ini sering membantu manusia.
Misalnya ayam jantan yang setiap pagi berkokok, mungkin diantara kita tidak pernah menyadari kalau ayam yang kita lihat sehari-hari, ternyata ia memiliki keutamaan membantu manusia dalam membangunkan ketika Subuh datang untuk beribadah kepada penciptanya.
Rasulullah SAW bersabda :

“Janganlah kamu mencela ayam, karena ayam jantan itu membangunkan (orang) untuk shalat”. (HR. Abu Dawud)

Beginilah Rasul mengajarkan kita dalam mengobati hati dan lisan sehingga seorang mukmin akan bersih dari segala perkara yang dapat merusak keimanan dihadapan Allah. Alangkah agung dan indahnya Islam ini, yang selalu berusaha menjaga dan membersihkan lidah manusia dengan melarang mencela terhadap binatang maupun makhluk Allah lainnya. Sehingga manusia yang terbiasa menjaga lidahnya dari mencela binatang, akan mudah baginya menjaga lidahnya di dalam segala yang diridhoi oleh Allah SWT (Imam)

Mencari Keridhoan Allah Dari Amal dan Sedekah

Ada orang yang rajin beramal, bersedekah, namun tidak pernah mendapatkan apa-apa di akherat nantinya, kenapa demikian ?

Sudahkan kita sadari jika amal atau sedekah yang selama ini dikeluarkan hanya semata-mata ikhlas karena Allah ? Hampir semua orang yang beramal atau bersedekah, selalu mempunyai niat dan tujuan ikhlas. Meski dari yang berbentuknya ringan, seperti menyingkirkan duri ditengah jalan, memberi sesuatu pada tetangga atau pengemis, hingga menyumbang bahkan mendirikan masjid atau madrasah. Semua itu perbuatan mulia dan Allah akan memberi balasan yang berlipat jika semua dilandasi dengan rasa ikhlas dan ridho karena-Nya, ibarat orang meludah lalu pergi tanpa memikirkan air ludahnya. Apalagi seperti menwakafkan tanah untuk masjid, madrasah, makam atau rumah sakit yang terus menerus dipakai untuk kemaslahatan, pahalanya akan semakin mengalir selama tempat itu masih dipakai.

Namun kadang kita kurang atau tidak menyadari bahwa semua amalan tersebut selalu mengandung resiko serta godaan yang akan menghapus pahala dari perbuatan itu sendiri. Niat yang semula ikhlas dan ridho hanya untuk Allah tanpa dirasa, pelan-pelan akan melenceng dari tujuan semula yang akhirnya amalannya tidak mendapatkan apa-apa.

Misalnya niat hati mau menyumbang pembangunan masjid dengan ikhlas karena Allah. Tapi ketika disitu hadir seorang tokoh yang disegani atau pembesar, tanpa disengaja dan disadari, dalam hati kita sedikit saja merasa bangga jika sumbangannya nantinya akan diketahui oleh mereka dengan harapan mendapat perhatian atau sanjungan. Atau contoh yang lain misalnya, ketika kita memberi sedekah pengemis dengan jumlah yang banyak dengan niat hati yang ikhlas karena hanya mengharap pahala dari Allah, tapi perbuatan tersebut kita ceritakan kepada orang lain meskipun tidak ada niat untuk pamer.

Dari sinilah setan membuat jebakan godaan halus melalui sifat yang dinamakan ‘pamer’ yang berujung riya dan berakibat hangusnya pahala amalan. Berapapun amalan seseorang, jika sudah terkontaminasi penyakit ini maka akan sia-sialah mereka. Apalagi kalau sudah menguasai hati, maka ini sudah perbuatan syirik kecil yang lambat laun akan mengikis sendi-sendi keimanan setiap muslim. Setelah kita mengetahui semua ini, lalu apa yang harusa kita lakukan ?

Sebenarnya mudah dan gampang yaitu, ikhlas yang berasal dari kata 'khalish' yang berarti murni, suci, bersih, tidak bercampur dengan noda atau yang kotor. Untuk menjadikan hati ikhlas, serahkan diri kita sepenuh hati kepada-Nya, sadar jika semua yang kita miliki ini hanya titipan dan suatu saat akan kembali pada Allah. Dari sini seseorang akan menyadari dan tahu bagaimana sikap ikhlas yang menuntun jiwa kita hanya untuk melakukan sesuatu karena Allah, bukan karena ingin disanjung atau dipuji. Jika sudah demikian....silahkan beramal, bersedekah ...hanya karena Allah. Karena itu marilah .........apapun yang akan kita lakukan, semua hanya karena Allah semata (masIm)
.

H Mahrus Ali,



Setelah keluar dari masa lalunya yang penuh dengan lumpur kebid’ahan dan kesesatan, kini tantangannya adalah menyuarakan kebenaran di tengah-tengah hujatan para tokoh kyai, ulama bahkan mantan gurunya sendiri yang dulu ia hormati dan segani.

Pada awalnya beliau seorang santri yang rajin dan tekun dalam mengamalkan ilmu-ilmu agama. Pengagum Ustad Abdul Qodir Persis ini sangat taklid, apapun amalan yang diberikan gurunya selalu dijalankan baik mulai dari tasawuf, sholawat-sholawat hingga belajar jimat, kesaktian serta berbagai ilmu kanuragan yang dipercaya untuk sarana keselamatan. Bahkan di tempat pondok pesantrennya dikenal sebagai orang yang sakti, "dung-deng", disegani, dihormati dan ditakuti.

Mulai Sadar
Tujuh tahun di Pondok Langitan, Tuban Beliau selalu menjadi yang terbaik, khususnya pendalaman kitab Kuning. Karena kepandaian dan kecerdasannya itu, pada tahun 1977 dipepercaya oleh gurunya KH Abdullah Faqih untuk memimpin dan mengajar nahwu, sorof, Faraidl, hadist dan tafsir di Pondok pesantren Yapi, Bangil yang ternyata kini menjadi pusat aliran syiah di Indonesia (*Mantan Kyai NU Menggugat..red). Baginya menuntut ilmu tidak ada batasnya, sambil mengajar, beliau terus menggali dan menggali kajian Islam hingga akhirnya melanglang buana ke Mekkah. Selama tujuh tahun belajar di Jamaah Tahfidhil Qur’an, Mekkah Mahrus Ali mendalami hadis yang sanadnya terus bersambung dari guru keguru sampai Rasulullah SAW, ilmu fiqh, tafsir serta ilmu lainnya. Alhamdulillah ..Dari sanalah cahaya kebenaran mulai datang sehingga apa yang didapatkan selama ini sungguh-sungguh jauh melenceng dari yang disyariatkan Rasulullah SAW. Ia sadar, bahwa selama ini telah hanyut kedalam berbagai bentuk kesyirikan, khurafat dan bid’ah. Para ahli hadist yang dulunya ia benci karena dianggap ekstrim, keluar jalur, kini mulai dekat dihatinya, dan menjadikannya guru dan secepatnya Ia bertobat, bertauhid lurus, mau mencontoh perbuatan Nabi beserta sahabatnya.

Jihad di Tanah Air
Setiba di tanah air lembaran baru mulai dibuka, genderang jihad mulai ditabuh, kebenaran sudah saatnya disuarakan. Apa yang didapat dari sana ia syi’arkan lewat dunia tulis-menulis. Puluhan buku yang sudah diterbitkan, diantaran karya-karyanya yang menghebohkan dan menggemparkan adalah “Mantan Kyai NU Menggugat Sholawat Nariyah, Al-Fatih, Munjiyat, Thibbul Qulub. Isi buku ini menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa beberapa amalan yang selama ini diagung-agungkan oleh para ulama, kyai dan di pondok-pondok pesantren selama ini dipercaya mempunyai khasiat luar biasa tersebut, ternyata hampir seluruhnya berlumur dengan kalimat syirik dan kufur kepada Allah !. Beliau mengkaji dan memaparkan seluruhnya berdasar Al-Quran dan Al-Hadits, juga petuah-petuah ulama Saudi Arabia tentang berbagai kesyirikan yang banyak terjadi di tengah masyarakat seperti persembahan, rajah, jimat, “kutang Ontokusumo”, keris dan benda-benda sakti lainnya yang pernah ia koleksi dan dipercaya sebagai sarana keselamatanpun dinyatakan syirik...sesat !. Beliau menilai bahwa kaum muslim sekarang ini banyak yang meninggalkan, mengacuhkan ilmu serta pengetahuan Qur’an dan hadist, sehingga dengan mudahnya mereka terjebak dalam jurang kebid’ahan yang berujung kesyirikan. Harta, kesuksesan dunia digapai sementara pemahaman agama kian terbenam, bahkan setanpun dianggap bisa memberi perantara kepada Rabbnya.

Tantangan dari Para Kyai
Para ulama, kyai dan tokoh-tokoh NU Jawa Timurpun “merah” telinganya setelah membacanya. Mereka mengecam, mengucilkan, mencemooh bahkan menuding sesat, keluar dari ahlussunnah wal jamaah, kafir dan sebagainya. Namun semua itu Beliau tanggapi dengan sesuatu yang biasa, wajar dalam menegakkan kebenaran. Karena dulu Rasulullah SAW pun juga begitu perjuangannya, malah lebih hebat lagi tantangannya, diusir keluar dari Mekkah bahkan sampai mau dibunuh oleh kafir Quraisy.
Selamat berjuang menegakkan kebenaran, semoga muncul Mahrus Ali-Mahrus Ali lainnya yang mengikuti jejakmu...Amin.(mas Imam).

Bio Data :
H Mahrus Ali
Lahir 28 Desember 1957 di desa Sidomukti Giri, Gresik, Jawa Timur.
Pendidikan
- MI-NU Sidomukti (1970-1971), 7 tahun “nyantri” di Ponpes Langitan, Tuban
- Berguru Jamaah Tahfidhil Qur’an, Makkah dan para ulama Saudi Arabia
selama 7 tahun

Ahmadiyah, Bakor Pakem Kontra MUI. Pemerintah Lemah !

Ahmadiyah, salah satu aliran produk Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) dinyatakan sesat oleh fatwa MUI, karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai rasul dan menciptakan kitab suci sendiri bernama Tadzkirah untuk menandingi Al Qur’an, diantara ayat-ayatnya berbunyi :

"Dan Kami tidak mengutus kamu (wahai Mirza Ghulam Ahmad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam." ("kitab suci" Tadzkirah hal. 634) yang dijiplak dari: Q.S. al-Anbiya:107).

"Katakanlah (wahai Mirza Ghulam Ahmad): 'Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, hanya diberi wahyu kepadaku'." ("kitab suci" Tadzkirah hal. 633 yang dijiplak dari: Q.S. al-Kahfi:110 dan H.R. Ahmad)

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ("kitab suci" Tadzkirah) pada malam lailatul qadr." ("kitab suci" Tadzkirah hal. 519 yang dijiplak dari: Q.S. al-Qadr:1)

Seluruh umat Islam ditanah airpun marah. Tempat-tempat ibadah milik aliran ini dirusak, dibakar, dipaksa tutup, mereka menolak Ahamdiyah ada dibumi Indonesia karena aliran ini adalah sesat...sesat...dan sesat !!!

Namun baru-baru ini Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) termasuk Kejaksaan Agung, Polri dan BIN telah memutuskan tidak melarang aliran Ahmadiyah dan memberi kesempatan jemaat aliran tersebut untuk melakukan perbaikan, setelah pimpinannya Abdul Basit mengirim keputusan tertulis yang isinya “hanya” sama dengan Islam. Karena pengikut Ahmadiyah juga mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini Muhammad sebagai nabi penutup
Sedangkan Bakor Pakem sendiri juga mengharapkan agar masyarakat bisa memahami itikad baik jemaat Ahmadiyah, dengan tidak melakukan tindakan anarkis.

Sebagai orang muslim bagaimana opini anda mengenai permasalahan ini
.

Dibalik Manfaat Shalat Berjamaah


(Imam abu Maulana)

Ma’asyirol Mukminin rakhimakumullah.............Di kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai orang-orang yang selalu sibuk dari berbagai aktifitas, sehingga ketika waktu sholat tiba, seolah mereka tidak peduli dan meneruskan pekerjaannya hingga selesai. Dalam pikirannya berpendapat bahwa waktu sholat masih panjang, jadi lebih condong menyelesaikan pekerjaan yang bersifat duniawinya, sehingga memandang seolah pekerjaan lebih utama dari pada shalat. Akhirnya waktu sholat tertunda sehingga jadi terlambat, bahkan tidak bisa ikut berjamaah. Sementara di sisi lain banyak sekali kita jumpai, kaum muslim yang selalu melakukan sholat berjamaah, tapi cukup di rumah bersama keluarganya dengan alasan ingin mendirikan sholat sendiri dirumah atau malas kemasjid karena jauh.

Kaum Muslimin yang berbahagia.......... Bagaimana mungkin mereka bisa disebut seorang hamba yang memelihara, mendirikan shalat serta mengangungkannya, sementara dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan apa yang di tuntunkan Rasul, bahkan bisa jadi menyepelekannya ?

Allah Ta’ala berfirman. “Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan rukulah bersama orang-orang yang ruku” (Al-Baqarah : 43)

Ayat yang mulia ini adalah nash yang menunjukkan wajibnya shalat berjamaah dan ikut serta bersama orang-orang yang melaksanakannya. Jika yang dimaksud itu hanya sekedar melaksanakannya (tanpa perintah berjamaah), tentu tidak akan disebutkan di akhir ayat ini kalimat (dan rukulah bersama orang-orang yang ruku’), karena perintah untuk melaksanakannya telah disebutkan di awal ayat

Di sinilah sebenarnya mereka tidak pernah menyadari bagaimana pentingnya sholat berjamaah yang dianjurkan. Karena jika mereka tahu bagaimana luar biasanya pahala, manfaat dan keuntungan sholat berjamaah, mereka akan sangat-sangat menyesal. Karena Rasul pernah bersabda :

"Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu ia berkata: 'Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda”....................... Seandainya mereka itu mengetahui pahala kedua shalat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Aku pernah berniat memerintahkan shalat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami shalat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam shalat berjama'ah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu'." (Muttafaq 'alaih)

Jadi itulah pentingnya sholat berjamaah, meskipun hukumnya tidak wajib, tapi tidak ada alasan apapun untuk tidak melakukan sholat berjamaah hingga ada suatu riwayat yang disabdakan Rasulullah SAW :

“Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai pe-nuntun yang akan menuntunku ke Masjid. ” Maka dia minta keringanan untuk shalat dirumah, maka diberi keringanan. Lalu ia pergi, Beliau memanggilnya seraya berkata:

“Apakah kamu mendengar adzan ? Ya, jawabnya. Nabi berkata :”Kalau begitu penuhilah (hadirilah)!“(HR Muslim).

Didalam hadits ini Rasul tidak memberikan keringanan kepada Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ‘anhu untuk shalat dirumahnya (tidak berjamaah) kendati ada alasan beliau dengan kondisi buta, usia lanjut, tidak adanya penuntun ke Masjid..., jauh rumahnya dari Masjid, serta
Tahukah salah satu diantara pahala-pahala sholat berjamaah !
Rasulullah SAW bersabda :


"Dari Ibnu Umar radhiallaahu anhuma , bahwasanya Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Shalat berjama'ah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada shalat sendirian." (Muttafaq 'alaih)

Di sisi lain manfaat dari shalat berjamaah merupakan miniatur sistem kepemimpinan dalam kehidupan bermasyarakat yang sangat tertata rapi, teratur, dan disiplin. Dimana pemimpinnya berdiri, semua ikut berdiri, pemimpinnya sujud atau duduk semua juga mengikutinya. Di sana terdapat seorang imam sebagai pemimpin dan para makmum sebagai orang yang dipimpin.Oleh karena itu, jika kaum muslim membiasakan diri untuk sholat berjamaah, maka ia akan terbiasa, terdidik dengan sistem kepempininan yang teratur dan terorganisir yang akan berdampak suatu daerah, suatu wilayah bahkan suatu negara akan teratur pola kepemimpinannya..
Lihatlah !, disana ada pemimpin yang disebut ‘Imam’ yang telah diatur dalam syariat siapa dan bagaimana syarat seseorang untuk menjadi Imam sehingga kita tidak hanya melihat orang nomor satunya saja, namun orang yang betul-betul mampu, mumpuni serta harus memiliki kualitas yang setara.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Orang yang menjadi imam bagi suatu kaum ialah orang yang paling baik bacaan Alqurannya. Bila sama-sama baik bacaannya, diambil yang paling alim dalam bidang agama. Bila sama-sama alim, dipilih yang paling dahulu hijrahnya. Bila sama-sama terdahulu dalam berhijrah, maka dipilih yang paling tua umurnya.'' (HR Muslim).

Karena itulah sholat berjamaah merupakan sesuatu perkara yang sangat dianjurkan bagi tiap-tiap mukmin laki-laki, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali ada udzur (yang dibenarkan dalam agama) yang betul-betul tidak bisa ditinggalkan. Banyak sekali hadits yang menerangkan tentang hukum ini diantaranya adalah :

Dari Abu Darda' radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan shalat berjama'ah, terkecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senan-tiasa bersama jama'ah (golongan yang banyak), karena sesungguhnya serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya)'. (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai)

Karena itu mumpung masih ada kesempatan, marilah kita sama-sama mendirikan sholat berjamaah. Tinggalkan semua apapun yang bersifat duniawi selama masih bisa dan bergegaslah kemasjid atau musholla dan mengambil air wudhu ketika ada panggilan sholat tiba. Apapun.............., bagaimanapun situasi dan kondisinya, sholat berjamaah akan menunjukkan sesuatu persatuan dan kekuatan bagi jamaah itu sendiri. Karena semua ini dapat dilihat dalam firman-Nya yang berbunyi :

“ Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata” (QS An-Nisa : 102).

Sedangkan apabila ingin berjamaah di rumah bersama keluarga seperti anak, istri serta orang tua alangkah baiknya dilakukan ketika setiap kali sholat sunnah, sedangkan sholat wajibnya tetap berjamaah di masjid. Sehingga kita dapat membiasakan diri dan mengambil manfaat berjamaah di rumah sebagai suatu komunitas kecil yang terpimpin, dan tidak meninggalkan jamaah sholat wajib di masjid. (***)

Penyusupan Salibis Berkedok Toleransi dan Persaudaraan

Pada mulanya berdalih toleransi, kerukunan warga, demi persatuan dan macam-macam bahasanya, mereka memanjakan dengan kenikmatan yang serba gratisan demi menerobos sasaran selanjutnya..........

Kawasan “Medoho Indah”, salah satu perumahan swasta kelas menengah kebawah sebelah timur kota Semarang ini sebenarnya juga belum cukup lama berdiri. Tapi penghuninya sudah padat, tak satupun rumah kosong yang tersisa, dan Alhamdulillah penghuninya mayoritas muslim, meski ada yang Islam KTP. Mereka cukup tenang, tentram, damai dan saling toleransi antar umat beragama. Kaum muslim disanapun juga aktif dimasjid, kumpulan pengajian, sholat berjamaah, sering mengadakan acara pada hari-hari besar Islam dan lain-lainnya. Sementara yang Nasrani juga sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Mereka rukun hidup berdampingan, toleransi, menghormati, dan saling gotong royong. Itu jika dilihat sepintas dari luar. Namun ketika ditelusuri lebih dalam, rupanya ada sesuatu yang membahayakan, tapi tak pernah disadari oleh kaum muslim disana karena budaya ewuh-prekewuh persaudaraan sangat dijunjung tinggi.

Mulanya orang-orang Nasrani yang dikomandoi Sudarno selalu ikut menghadiri hajatan warga, memberi “jaburan” dimasjid setiap bulan puasa, acara Halal bihalal, bahkan pernah mengikuti pengajian dikampung itu. Lalu sebaliknya, ketika kelompoknya Sdrn punya hajatan entah itu selapanan, selamatan atau pernikahan, mereka selalu mengundang para tetangganya yang muslim. Awalnya hanya pesta biasa, selanjutnya baru sedikit-sedikit dikemas dengan acara yang berbau gereja. Semuanypun hanya diam dan mendengarkan baik lagu pujian atau khotbah pendetanya. Lama-lama Sdrn cs memberanikan diri dalam acara yang lebih religius, kali ini pada perayaan hari-hari besar Nasrani, dengan alasan demi kerukunan agama, saling silaturrahmi dan toleransi. Dengan bahasa yang halus dan santun ia selalu memberi undangan kehormatan semua warga di kampung itu tanpa membedakan antara yang mampu dan tidak. Acarapun selalu buat secara meriah, menarik dan disisipi dengan menyanyikan lagu-lagu rohani gereja. Walaupun yang melantunkan hanya kelompoknya saja, namun semua ini seolah membuat para tamu yang hadir ikut terhibur, seperti terhipnotis dengan syahdunya tembang-tembang rohani. Ironisnya semua yang hadir khususnya orang-orang Islam dengan hati lugu dan polos, mereka sama sekali tak pernah menaruh curiga apapun, pokoknya datang, duduk dan makan-makan gratis, selesai, sedikitpun tidak pernah sadar bahwa dirinya sudah masuk kelingkaran’merah’nya.

Kalau kalau sudah begini....lengkap sudahlah mereka, ikut menghadiri perayaan hari-hari besar Nasrani, meski hanya duduk diam dan makan. Sebaliknya kelompok aktivis gereja pimpinan Sdrn itu merasa “menang” dapat “menyihir”, menjaring dan menanamkan pengaruh pada domba-domba yang tersesat (istilahnya). Perjuangan mereka sangat hati-hati, cermat, sabar selama bertahun-tahun serta membutuhkan beaya yang tidak sedikit. Bahkan tidak segan-segan mengeluarkan bantuan pada orang-orang yang dianggap memerlukan. Mereka tahu jika kaum muslim ikut mengucapkan selamat hari.....apa saja pada hari-hari perayaannya, apalagi ikut menghadiri, berarti ia sudah ikut meyakini. Sedangkan orang-orang yang menerima bantuan dengan harapan nantinya dapat mengikutinya, karena sudah ada tiga orang yang mulai “dekat” dengannya meski masih ber KTP Islam. Nah disinilah letak kesalahan fatal saudara-saudara kita yang disana. Namun sekali lagi...mereka sama sekali tidak atau belum tahu bahwa hal yang demikian itu kesalahan yang sangat-sangat besar.
Awaas........!!! Waspadalah...!!!! Suatu saat mereka akan menyusup ke wilayah. Demi tegaknya Tauhid dan umat muslim........mari kobarkan api jihad melawan orang-orang kafir ! (Imm)