Jumat, 02 Mei 2008

Jalan Kaki, Murah tapi Sangat Menyehatkan




Rasulullah bersabda : "Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mu'min yang lemah ......"(HR Muslim)

Jika di cermati artian dari hadist tersebut semua kaum muslim di anjurkan untuk mempunyai tubuh atau badan yang sehat seperti Rasulullah. Beliau adalah manusia paling sehat didunia, karena tidak pernah sakit selama hidupnya. Langkahnya tegap, kaki maupun tangannya kuat, lincah dan larinya cepat ketika di medan peperangan. Lalu bagaimana Rasul bisa menjaga kesehatan, stamina dan kebugarannya ?
Selama hidupnya Rasul lebih banyak berjalan kaki di atas pasir dari pada naik onta. Beliau hampir setiap hari selalu menyempatkan diri untuk selalu berjalan kaki, baik ke Masjid, Pasar, mengunjungi rumah sahabat, medan jihad, dan sebagainya kecuali perjalanan atau medan yang sangat jauh untuk di tempuh.

Manfaat Kesehatan
Manfaat dari berjalan kaki menurut para ahli dunia kedokteran, keringat akan mengalir keluar sehingga pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini sangat penting untuk mencegah dan menurunkan resiko serangan pada jantung dengan meningkatkan efisiensi pada penyakit pembuluh-pembuluh koroner, otot dan persendian, tulang, metabolisme, otak. Pada sistem pengaturan gula di dalam tubuhpun akan lebih baik sehingga banyak penderita diabetes mellitus dapat mengurangi kebutuhan insulin bila mereka melakukan latihan jalan kaki.

Tubuh Langsing
Jalan kaki kebugaran merupakan olah raga ideal untuk menjaga berat badan, karena dapat meningkatkan penggunaan kalori, mengendalikan nafsu makan, dan membakar lemak. Kalau jumlah kalori yang di gunakan untuk jalan kaki sama dengan yang di konsumsi, orang dapat memelihara berat badan. Jika kalori yang terbakar lebih banyak dari yang di konsumsi, bisa menurunkan bobot badan. Yang tak kalah pentingnya, jalan kaki dapat meningkatkan gambaran diri serta mengurangi depresi (susah berkepanjangan) dan kecemasan. Di samping itu juga menguatkan otot-otot, ligamen, tendon, dan tulang rawan, mengencangkan otot-otot kaki, menguatkan tulang. Khusus pada wanita muda, jalan kaki dapat memperlambat terjadinya osteoporosis (keropos tulang)

Kenapa Rasulullah selalu berjalan, berlari atau bergerak cepat ketika di medan perang ? Beliau membiasakan jalan kaki diatas pasir. Karena dengan berjalan kaki di medan pasir, akan lebih berat karena kaki agak sedikit terbenam kedalam pasir, tapi lebih cepat mendapat hasil. Sekadar contoh, dengan jalan di atas pasir, seseorang dengan bobot sekitar 75 kg akan membakar kurang lebih 275 kalori per jam. Makin empuk pasirnya, makin besar beban latihannya. Selain itu membuat kerja otot-otot lebih keras. Pada waktu jalan, pasir menyerap getaran lebih banyak daripada jalan aspal. Mendaki bukit-bukit pasir memberikan latihan lebih besar pada otot-otot pantat. Untuk mengencangkan paha, dapat berjalan dalam air sedalam betis sampai pinggang.

Kurikulum “Duniawi” Nasional.




Jika di lihat sepintas, kurikulum Pendidikan Nasional yang di ajarkan di sekolah-sekolah semakin hebat, padat, berisi, selalu inovasi dengan berbagai ilmu. Waktu belajarnyapun tidak tanggung-tanggung, dari jam 7 pagi hingga 2 siang, selama tujuh hari berturut-turut. Bahkan ada sekolah berstandar Internasional yang memulangkan siswa didiknya hingga jam 4 sore, belum lagi berbagai pelajaran tambahan, ekstra kurikuler ini-itu dan lain sebagainya.

Namun pada kenyataannya, jam belajar yang memakan waktu rata-rata hampir 49 jam (2940 menit) dengan kurikulum agama “hanya 90 menit” tiap pekannya, belum bisa mengubah dan membuat bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, punya nasionalis tinggi, berakhlakul karimah. Cara berpikir dan hidup mereka masih banyak yang belum mengerti, memahami bagaimana membela, mencintai, nama mengangkat nama negerinya sendiri.

Mereka lebih banyak mengutamakan ‘ego’di atas segala-galanya, stagnan, sub instant atau lemah, pengecut, kurang berkembang bahkan kian terpuruk, takut persaingan dengan bangsa lain. Sementara masih banyak kita temukan kasus-kasus yang memalukan bangsa seperti korupsi, pemimpin yang tidak amanah dan masih banyak lagi.


Orang-orang ‘Pinter’ yang ‘Keblinger’



Entah, mau membuat sensasi, kejutanya atau kejutan apa, sehingga mereka dengan berani menentang hukum Allah tanpa rasa terbebani dosa

Masih ingat bagaimana orang-orang lembah Siddim dan Gomorah (kaum Nabi Luth) harus musnah, dijungkir balikkah, di cepit dan di tenggelamkan bumi dalam sekejab karena adzab Allah? Itulah sebabnya hukuman bagi orang-orang yang tidak mengindahkan peringatan Rabbnya. Pola pikir dan kehidupannya sudah jauh menyimpang dan menjijikkan, diantaranya adalah dengan menyukai sesama jenis, lesbian dan homo seksual.
Inilah yang salah satu sebab yang mendorong para ulama Fiqh telah sepakat atas keharaman homoseks dan penghukuman terhadap pelakunya dengan vonis yang berat, di samping mengacu dari Qur’an dan hadist.

Di antaranya yang pernah disabdakan Rasul yaitu, “Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki. Perempuan tidak boleh melihat aurat perempuan. Laki-laki tidak boleh ‘berkumpul dengan laki-laki lain dalam satu kain’. Perempuan tidak boleh ‘berkumpul dengan perempuan lain dalam satu kain’.”Pelaku Lesbian hanya diberi sangsi dan tidak dijatuhi hadd. Maka jelaslah bahwa perbuatan homoseks dan lesbian merupakan perbuatan yang haram”( Ahmad, Muslim, Dawud, dan Tirmidzi).

Namun di jaman sekarang rupanya tanda-tanda reinkarnasi kaum nabi Luth mulai tampak dan justru lahir dan di pelopori oleh golongan intelektual dan cendekiawan, salah satunya adalah seorang guru besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Siti Musdah. Ia telah membuat pernyataan yang sangat berani berjudul ‘recognizes homosexuality’ (Islam mengakui homoseksualitas) yang di lansir sebuah media ibu kota berbahasa Inggris. Dirinya mengutip dari surat Al Hujuraat ayat 3, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi sosial atau pun orientasi seksual.

Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) yang dulu pernah di puja-puji Amerika ini menyatakan, Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian. Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety). Homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam). Intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.
Dia juga menghimbau kepada para sarjana Muslim moderat agar tidak ada alasan untuk menolak dan mengecam terhadap homoseksual atau homoseksualitas. Karena itu orang-orang yang menganggapnya haram atau dilarang agama hanyalah didasari pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Bahkan mereka menganggap MUI dan Hizbut Tahrir Indonesia adalah “kelompok Muslim konservatif”, kuno, dan kolot.

Sayang sekali sosok seperti Siti Musdah, seorang profesor, guru besar agama di institusi yang ternama, pandai, tahu, berilmu, cendekiawan dan intelektual. Namun justru kebodohannya melebihi orang awam karena selalu mencari keraguan pada syariat Allah yang sudah benar dan tak perlu di ragukan lagi.



Buya HAMKA (Bagian 2)




Beliau membawa prinsip keyakinannya. Keteguhan hatinya membentang melewati aneka jaman, menyibak beragam wajah kekuasaan memberi banyak pelajaran

Bagi HAMKA, politik terlalu keras untuk di belah. Ia berharap Pemerintah baru dibawah kendali Soeharto memberi jalan bagi perjuangannya. Namun, ternyata sikap Orde baru lebih menekan terhadap partai-partai Islam. Pada Pemilu 1971 Masyumi tetap dilarang, dipaksa fusi, berganti Parmusi. Tokoh-tokoh eks Masyumi dihadang dengan penelitian khusus sehingga gagal masuk ke Parlemen. Akhirnya, ideologi perjuangan Masyumipun harus bergerak dibawah tanah untuk menyerang Golkar sebagai mesin politik Orba dukungan militer dan PNS. Para ulamapun didesak masuk, lima partai Islam kontesan Pemilu 1971 “dipaksa” bergabung menjadi PPP dengan pemberlakuan asas tunggal Pancasila dan aneka interfensi. Inilah awal langkah sistematis Orde baru untuk menjatuhkan dan menjauhkan identitas partai Islam.
HAMKA sadar dengan sikap dan rencana Orde baru. Untuk menghindari konvrontasi dengan Pemerintah lagi, dirinya menolak untuk mendukung salah satu partai dan juga menolak masuk Golkar. Sikap netral inilah yang membuat hubungannya dengan Soeharto di awal tahun 70 an akrab sehingga Beliau sering di minta untuk berceramah di istana negara. Ketika dirinya diminta berceramah di istana negara pada khotbah Idul Fitri 1 Januari 1968, HAMKA mengecam tindakan PKI. Inilah kemesraannya dengan Soeharto. Sejak saat itu beliau selalu mengisi pengajian rutin di RRI, TVRI dan berceramah keliling Indonesia. Dakwahnya mempunyai daya tarik seperti magnet sehingga mampu mengundang masyarakat untuk datang dan menghadiri ceramah-ceramahnya..

Berdirilah MUI
Ketika Pemerintah menjajaki Majelis Ulama yang berperan sebagai jembatan antara kepentingan Pemerinrtah dan umat Islam, maka di gelarlah musyawarah ulama. Atas keputusan berbagai utusan ormas Islam daerah termasuk ulama dari empat angkatan yang hadir, pada 26 Juli 1975 berdirilah Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melihat sosok yang tepat , pandai, berilmu, berpengalaman dan kepiawaiannya dalam berdakwah, maka di tunjuklah Buya HAMKA sebagai ketua umum. Namun banyak kalangan menilai bahwa jabatan itu sebagai “jebakan” penguasa”. Tapi HAMKA sadar, betapa sulitnya berhadapan dengan penguasa, karena itu untuk menjaga netralitasnya beliau “Menolak mendapatkan gaji” dari jabatannya Ketua dan memilih berkantor di Al Azhar.
Jika HAMKA rukun dengan Soeharto, maka tidak dengan umat Islam. Pasca fusi suasana umat Islam dengan Soeharta dan underboundnya semakin hari kian tegang. Untuk meredakan suasana ini, Pemerintahpun gencar berkampanye tentang kerukunan hidup beragama. Namun ketika Pemerintah mencanangkan program toleransi bertajuk “Acara Natal bersama dengan mengundang pejabat dan umat Islam”, gemparlah umat Islam di Indonesia. Masyarakat bingung, batasan tentang toleransipun menjadi pertanyaan yang sulit di cari jawabannya. HAMKA angkat bicara. Pada bulan April 1981 dengan Komisi Fatwa MUInya dengan tegas mengeluarkan larangan untuk mengikuti acara natal bersama dan haram hukumnya bagi umat Islam. Beliau menegaskan “Umat Islam tak boleh mencampur adukkan akidah dan peribadatan dengan akidah dan peribadatan agama lain”.

Pemerintahpun marah !. Menteri agama Alamsyah Ratu Prawiranegara balik menyerang. Ia menilai, fatwa tidak utuh hanya memandang segi akidah semata tanpa melihat persoalan lain. Pemerintahpun berusaha menekan untuk mencabut fatwa karena merusak kerukunan beragama yang sedang di rintis. Namun apa kata Buya, “Hukum tetap hukum, tak bisa di tawar-tawar lagi dan tak ada yang sanggup menghapus fatwanya kecuali Allah. Dengan bersikap independen,

Beliau memberi contoh, fatwa MUI tidak boleh dicampuri urusan politik dan pemerintahan.
Karena tekanan pemerintah makin kuat, akhirnya pada 21 Mei 1981 HAMKA meletakkan jabatan sebagai ketua umum MUI. Mundurnya Beliau sangat disayangkan oleh banyak kalangan karena akan mempertajam pertikaian antara umat dan Pemerintah.
Upaya islahpun di lakukan. Beberapa orang utusan, diantaranya Kadisbintal AD, Tarmizdi Taher menemuinya. Buya tetap pada pendiriannya, baginya, “Ulama tidak bisa di beli, tidak bisa dibelut dengan awan dan kekuasaan. Pancasila sebagai dasar negara tapi bukanlah meletakkan agama dibawah Pancasila”.

Sejak mundur dari jabatan ketua MUI, HAMKA mulai jatuh sakit, dan pada 24 Juli 1981, ulama dan sastrawan besar itu wafat di usia 73 tahun. Kaum muslim baik di Idonesia hingga ke Malaysia, Thailand dan sekitarnya merasa kehilangan. Ribuan warga berta’ziah, begitu juga Alamsyah yang belum sempat islakh. HAMKA meninggal dunia memegang teguh prinsip keyakinannya. Keteguhan hatinya membentang melewati aneka jaman, menyibak beragam wajah kekuasaan memberi banyak pelajaran. Selamat jalan Ulama dan Sastrawanku.

Sikap Orang Kafir Terhadap “Kebenaran”



Seratus tahun yang lalu, bangsa ini menancapkan tonggak sejarah dalam usahanya untuk merebut kemerdekaan, dari cengkeraman kuku penjajah, yang kita kenal dengan nama Kebangkitan Nasional. Dari situlah para pemuda bangkit, hingga memperoleh kemerdekaan di tahun 1945.
Kini satu abad telah berlalu, negeri ini sudah bebas dan merdeka penuh. Namun sayang, di balik kebebasan dan kemerdekaan ini, umat Islam masih “merangkak” dalam memperjuangkan tegaknya syariat Islam yang benar dan lurus, bahkan bisa di katakan semakin terpuruk.
Lihatlah, banyak saudara-saudara muslim kita yang telah lupa, lalai apa tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka banyak yang meninggalkan dinul Islam, melanggar aturan Allah. Dengan dalih demi hak dan kebebasan, mereka cenderung bebas dalam artian bebas yang kebablasan, sehingga melewati batas-batas aturan Allah dan rasul-Nya seperti yang banyak di suarakan di kalangan liberal. Mereka selalu di bawah bayang-bayang, pengaruh dan ketergantungan orang-orang kafir.

Jika umat Islam kondisinya sudah seperti ini, apa bedanya kita dengan iblis?. Sama-sama makhluk yang yakin dan beriman kepada Allah, tapi dia tidak mau taat dengan aturan-Nya. Inginnya bebas, seolah-olah Allah pun tidak boleh mengatur kehidupan dia. Maka dari itu Allah memutuskan bahwa dia termasuk “Wa kana minal kafirin’ (masuk golongan yang kafir-kafir dan dipastikan akan masuk keneraka).

Karena itulah Allah telah mensyariatkan kepada semua kaum muslim yang beriman dan bertakwa untuk bersama-sama mengajak umat ini beramar ma’ruf nahi munkar, kembali kepada aturan-Nya. Menyerahkan dirinya (Mustaslim) serta menjadi muslim yang “kaffah” dengan cara berjuang meluruskan akidah yang benar, melaksanakan panggilan Allah yang di sebut Jihad fi sabilillah.. Sampaikan kebenaran walau itu sulit, ibarat menggenggam bara api di tangan, tapi sampaikanlah ! Perjuangan kita ini belum selesai......belum berakhir

Rasulullah saw bersabda:

"Aku telah diutus menjelang hari kiamat dengan pedang, hingga manusia beribadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, rezekiku dijadikan-Nya dibawah bayangan tombakku, dan kerendahan serta kehinaan dijadikan-Nya terhadap orang-orang yagn menyalahi. Dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka." (HR Ahmad)

Tapi ingat !!!..., Ketika kita berpegang teguh pada kebenaran, berjuang, meluruskan akidah, berbagai rintangan, godaan-godaan yang datangnya dari orang-orang kafir pasti ada, siap menghadang kita. Mereka tidak pernah berhenti untuk selalu menghalang-halangi, baik secara langsung maupun tidak langsung baik secara langsung maupun melalui tangan-tangan orang lain, seperti dari penguasa atau umat Islam itu sendiri dengan cara halus tapi mematikan. Semua itu sudah di jelaskan dalam firman-Nya yang berbunyi :

"Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian jadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu dikumpulkan." (QS Al-Anfal 36)

Namun semua rintangan itu sesuatu yang wajar, menjadi tobi’i atau lazim bahwa pergerakan sebuah dakwah meluruskan akidah akan di ganggu, di halang-halangi oleh musuh-musuhnya yaitu orang-orang kafir Ada tiga cara mereka untuk menghentikan dakwah kita yaitu, Liyusbituka (memenjarakanmu), Au yukhrijuka, atau mengusirmu dari negerimu bahkan Au yaktuluka, membunuhmu, sehingga tidak ada lagi kesempatan kamu untuk berdakwah.
Semua itu sudah ada dan terjadi sejak jaman para Nabi ketika membawa tauhid kepada kaumnya. Lihatlah bagaimana Nabi Nuh di musuhi kaumnya sendiri, bahkan anak dan istrinya, darah dagingnya, harus rela menjadi korban. Bagaimana Nabi Zakaria, Yunus, Musa, Isa hingga Rasulullah yang terusir, terancam jiwanya dari kejaran orang-orang kafir.

Karena itu justru akan muncul sebuah pertanyaan atau tanda tanya besar jika sebuah dakwah yang mengatas namakan Islam, sementara orang-orang kafir yang mereferentasikan sebagai satu poros bagi syaitan rela, tidak menghalang-halangi dan membiarkan kita bebas berdakwah, apalagi sampai diberi bantuan baik dengan harta, fasilitas, kedudukan dan sebagainya,........Ini yang harus menjadi tanda tanya besar ? Bagaimana dakwahnya !,...... Ada apa di balik semua ini!.......Sudah benarkah atau luruskah dakwah ini... !
Marilah, kita nikmati saja cobaan-cobaan ini dengan percaya diri, jangan sampai kita putus asa, dan perjuangan kita berhenti hanya karena rintangan orang-oirang kafir.. Anggaplah sebagai sesuatu hal yang biasa. Janganlah ujian-ujian ini di rasakan sebagai sesuatu azdab, tapi terimalah sebagai nikmat. Karena menjadi kodrat dan itu pasti. Setiap kita berpegang pada kebenaran akan datang ujian dari Allah, dan itu untuk membuktikan bahwa kita ini benar-benar eksis, betul bisa di katakan mukmin yang sebenarnya. Karena di mata Allah, ketika kita memperjuangkan syariat yang benar akan mendapat nilai yang tinggi . Di dalam firman-Nya Allah telah menjelaskan :

“ Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Al An’am 165)

Harapan kami janganlah pernah berhenti untuk berjihad menegakkan syariat Allah. Bantulah orang-orang yang berjuang melalui apa saja yang kita mampu. Jangan malah ikut-ikutan membenci, menjelekkan, menjauhi, bahkan menuduh teroris baik lewat ucapan, media, ucapan, ataupun dakwah. * * *

















Awas Plesetan Ayat Al-qur’an dan Hadist Palsu !!!


Misi utama mereka bukan menghancurkan kaum Muslim. Tapi mengeluarkannya dari Islam dan mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.

Setelah ‘jurus’ sembako, pendidikan dan pengobatan gratis di anggap gagal, kini dengan modus baru mereka lebih berani melangkah dengan memalsukan Al-Quran dengan judul The True Furqan karangan Evangelis ‘Eve’ Anis Shorrosh. Kitab atau buku ini menjadi target oprasi terbaru bagi kaum salibis untuk memutarbalikkan umat menuju kemurtadan dan sempat mengegerkan “Kaum tradisional” di Jawa Timur.
Dengan merubah dan menambah beberapa surat atau ayat seperti Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus, mereka menyebarkan lewat internet, membagikan pada kalangan sendiri yang kemudian di susupkan pada orang-orang Islam yang belum begitu paham tentang isi atau terjemahan Al-Qur’an.

Bernuansa Islam
Gerakan ini juga di dukung dengan karya-karya pendeta R Muhammad Nurdin, seorang mantan muslim yang kafir dengan “memlesetkan” ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang di kemas dalam buku-buku berjudul Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran. Selain itu mereka juga menyebar brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat dengan judul bernuansa Islami, seperti Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as, Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil, dan Siapakah yang Bernama Allah itu yang di sertai dengan penyebaran beragai stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.
Konon buku dan pamflet yang diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim ini sangat laku keras hingga banyak orang Islam yang akhirnya “menerima” Yesus, bahkan ada yang menjadi penginjil. Di sisi lain banyak orang Islam ‘awam’ bingung, dan menganggapnya benar.

Sasaran Anak
Tidak berhenti di situ, mereka juga mencetak buku-buku cerita anak yang di kemas seperti komik dan disebarkan oleh sebuah lembaga yang menamakan diri Klab 17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian, pergaulan dan permainan anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, "Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juru selamat saya.
Menurut Nurdin yang menjabat Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI), trik seperti ini cerdik bagai ular dan tulus seperti merpati. " Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ia menulis dan menyebarkan untuk kalangan sendiri, agar dibaca umat kristen kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Dengan mottonya yang berbunyi, aku seperti orang Yahudi yang memenangkan kaum Yahudi” . Mereka dengan sangat hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada kasus seperti Suradi dan Poernama, pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam dan kejadian-kejadian anarkis lainnya dari orang-orang Islam.

Kembali ke ASI



Saat bangsa-bangsa lain sudah kembali ke ASI, bangsa ini masih bingung oleh urusan susu formula. Indonesia bisa terbilang lambat dengan program kembali menyusui anak-anak. Hal itu terjadi karena di negara lain, ruang gerak susu formula sangat dibatasi agar bayi-bayi generasi penerus bisa mendapatkan makanan terbaik, yaitu air susu ibu (ASI). Tapi, di Indonesia, justru susu formula sangat gencar dipromosikan bahkan di sejumlah rumah sakit atau panti-panti bersalin. Promosi dan pemasaran besar-besaran susu formula dengan AA , DHA, vitamin ini-itu, yang katanya bisa menjadikan anaknya cerdas seolah menenggelamkan kampanye ASI yang memunculkan image di masyarakat bahwa, susu formula lebih baik dibanding ASI.
Dampaknya, banyak kaum ibu menaruh harapan pada susu formula. Mereka berlomba-lomba memberikan yang terbaik, terbagus bahkan termahal demi putranya. Di sana-sini selalu terdengar dengan bangga cerita-cerita bagaimana anaknya bisa menghabiskan susu sekaleng dalam 3 hari dibandingkan dia menceritakan nikmatnya menyusui sang buah hati

Mereka telah lupa dengan kodrat seorang ibu yang harus memberikan kasih sayang penuh anaknya, khususnya pemberian ASI. Anak yang seharusnya mendapatkan sumber makanan sehat, bergizi dan penuh nutrisi sebelum dua tahun harus menerima susu binatang bercampur kimia pabrik. Masyarakat tidak sadar, bukankah susu kaleng itu adalah susu sapi, binatang yang memakan rumput. Kalau manusia adalah makhluk sempurna dengan akal yang tinggi, cerdas, makan nasi, telur, daging, sayur, buah dan lainya yang tentu saja lebih komplit kenapa harus lebih bangga dengan putranya meminum susu binatang.

Rahasia di Balik ASI
Tahukah, bawa Allah menciptakan ASI merupakan suatu spesifik spesies yang khusus dibuat hanya untuk bayi manusia, hanya untuk bayi sang Ibu, bahkan lebih jauh lagi, ASI yang keluar setiap tetesnya memiliki kandungan berbeda yang khas, persis sempurna sesuai dengan kebutuhan bayi seorang ibu pada saat itu jauh lebih baik dari susu formula.
Seorang wanita akan merasakan sebagai ibuyang sempurna setelah dapat memberikan ASI pada bayinya. Di sisi lain banyak kaum wanita yang akan merasakan sendiri secara langsung ketika pertama kali si bayi menemukan puting payudara ibunya lalu menghisap ASI. Dari sini akan muncul suatu hubungan atau ikatan batin yang sangat dekat dan kuat antara ibu dengan si buah hati. Secara tidak sadar ini juga akan menumbuhkan kembali tenaga si ibu yang telah habis usai proses persalinan.
Sedangkan di tinjau dari sisi ekonomis, ASI jauh dari segalanya di banding susu formula meskipun yang paling mahal. Komposisi yang paling lengkap, tidak terkontaminasi bakteri, praktis, tidak repot menyiapkan air panas dan sterilkan botol. Karena itu selama masih bisa memberikan ASI, kenapa harus dengan susu formula?

* * *

ASI di Atas Segalanya Susu Formula


Allah menciptakan ASI dengan berbagai kandungan di dalamnya yang akan membuat anak lebih cerdas, dan membentuk suatu imunisasi atau kekebalan berbagai penyakit. Hasil penelitian para pakar kesehatan semakin lama bayi diberikan ASI (2 tahun) makin kecil pula kemungkinan masuknya beberapa jenis penyakit, seperti leukimia dan limfoma pada anak, diabetes, gangguan pencernaan dan diare, infeksi telinga, infeksi pernafasan, pneumonia, asma, eksim, meningitis, rematik, osteoporosis, kanker payudara dan indung telur, kolesterol yang lebih rendah, dan obesitas pada bayi itu sendiri hingga masa kanak-kanak dan remaja dengan catatan si ibu sehat dengan gizi penuh.
ASI sangat kaya akan kandungan, seperti lemak atau AA (arachidonic acid/asam arakidonat) , DHA(docosahexaenoic acid)), karbohidrat, protein, vitamin, mineral, enzim, hormon dan zat antibodi. Semua ini sangat dibutuhkan pada otak bayi yang sudah terbentuk 90 persen saat lahir untuk proses mielinisasi (pembentukan selaput mielin atau selimut serabut saraf yang membutuhkan laktosa atau zat gula dari susu) dan sinaptogenesis (pembentukan susunan sistem saraf pusat yang membutuhkan DHA dan AA) pada dua tahun pertama perkembangannya. Namun semua itu baru aktif bila ada beberapa enzim laktase dan lipase dari ASI. Sedangkan enzim-enzim tersebut tidak pernah di temukan pada susu formula jenis dan semahal apa pun, meski dibuat semirip mungkin dengan ASI. Sebaliknya, bermacam-macam kandungan yang di miliki susu formula, semuanya sudah ada di dalam ASI.
Di sisi lain susu formula yang berasal dari susu sapi kandungan komposisinya tidak pernah berubah. Semuanya di samaratakan bagi setiap bayi dan pada tingkatan umur yang sama. Sedangkan kebutuhan bayi satu dengan yang lainnya tidak sama.
Perbandingan IQ Anak ASI dan Non-ASI
- Pada usia 18 bulan, anak yang diberi ASI memiliki IQ 4,3 poin lebih tinggi dibanding anak yang tidak diberi ASI
- Pada usia tiga tahun, anak yang diberi ASI memiliki IQ 4-6 poin lebih tinggi dibanding anak yang tidak diberi ASI
Pada usia delapan setengah tahun, anak yang diberi ASI memiliki IQ 8,3 poin lebih tinggi dibanding anak yang tidak diberi ASI.

Maka tdak heran jika Dokter maupun ahli gizi anak manapun akan mengatakan bahwa satu-satunya nutrisi terbaik untuk bayi berusia 0 hingga 6 bulan adalah ASI Mereka selalu menyarankan agar para ibu memberikan ASI eksklusif atau tak memberi makanan apa pun kepada bayi kecuali ASI selama enam bulan pertama sejak bayi lahir.
Namun sayang banyak kaum ibu khususnya para wanita karir, pekerja dan ibu lainnya yang waktunya tersita untuk aktivitas lebih mempercayakan susu formula. Mereka beralasan tidak memberikan ASI eksklusif karena tidak sempat menyusui bayi secara teratur, bayinya sulit gemuk, padahal bayi sehat tidak harus gemuk, atau body tubuhnya berubah jelek tidak seksi dan bermacam-macam alasan. (Sumber dr Ayu PratiwiS SpA,MARS, Satgas ASI IDAI Jaya, DHA -Imm -)





* * * * *
Jangan Tinggalkan ASI

Sebenarnya jika pembuatan susu formula sesuai dengan standar kesehatan, baku, sudah bisa untuk menyambung ASI. Namun semua itu belum bisa dikatakan susu bagus dan sehat karena beberapa faktor. Yaitu, makanan dan gizi yang di berikan sapi kurang, akibatnya susu yang dihasilkan akan encer dengan kandungan protein rendah. Apalagi jika sapinya tidak sehat, terinfeksi, akan berbahaya jika dikonsumsi bayi.
Meskipun ternak sudah di budidayakan, di jaga kebersihan dan kesehatannya, namun jika tidak di dukung dengan pengolahan yang baik, teliti, steril hingga kemasannya, belum lagi masuknya beberapa berbagai macam formula tambahan.

Masih ingat, kasus merebaknya Enterobacter sakazakii yang terdapat di susu formula?. Meskipun keputusannya masih kontroversial, namun semua itu salah satu contoh betapa mudahnya industr-industri susu formula “kecolongan” pada batch tertentu dalam taraf produksi.

Karena itu selagi si ibu masih sehat, tidak ada penyakit menular, mampu dan ada waktu untuk memberikan ASI pada bayinya, stop ! jangan gunakan susu formula. “Anak bukan bahan percobaan pabrik”. ASI adalah anugerah Allah yang paling baik, paling sehat dan paling segala-galanya.
# # #