Tampilkan postingan dengan label tips kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips kehidupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2008

Mendambakan Keluarga Sakinah ?




Semua keluarga pasti mendambakan suatu kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, tenang, aman atau bisa dikatakan sakinah. Untuk mencapai yang demikian itu perlu adanya suatu perjuangan yang tidak ringan. Karena Sakinahnya keluarga tidak bisa di ukur dengan harta yang banyak, istri cantik, atau kedudukan yang tinggi. Banyak orang-orang kaya, sukses, punya kedudukan, tapi kehidupan rumah tangganya hancur.

Kembali ke Syariat
Sesungguhnya hakekat keluarga sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) senantiasa berusaha dan mencari keridhoan Allah dan rasul-Nya. Melakukan setiap apa yang diperintahkan, meninggalkan semua apa yang dilarang-Nya.
Secara kesimpulannya, bahwa hakekat sebuah kehidupan rumah tangga yang sakinah adalah terletak pada realisasi atau penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga yang bertujuan mencari ridho-Nya.

Seperti yang di firmankan Allah :
"Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)." (Al Fath: 4)

Karena itu tepat apa yang di contohkan Nabi dalam membina keluarga sakinah, di antaranya :
- Ta’awun, tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sesuai hadistnya, "Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik." (Muttafaqun 'alaih)
- Saling mendidik dan menasehati dengan cara yang baik, lembut dan terus-menerus atau berkesinambungan. Sebuah rumah tangga akan tetap kokoh dan akan meraih suatu kehidupan yang sakinah, insya Allah, dengan adanya sikap saling menasehati dalam kebaikan dan ketakwaan.

Sabda Rasul yang berbunyi, "jika kalian para suami tidak menasehati mereka
(para isteri), maka mereka tetap dalam keadaan bengkok,".
Maksudnya wanita itu lemah serta mempunyai sifat kebengkokan karena
diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok sebagaimana disebutkan dalam hadits
tadi, sehingga senantiasa butuh terhadap nasehat

Namun semua ini juga tidak akan tercapai jika tidak di dukung ekonomi yang mapan atau mencukupi. Karena itu sudah menjadi kewajiban para suami untuk memberikan yang ‘cukup’ kebutuhan-kebutuhan istrinya.

Kamis, 10 April 2008

Ketika Suami Mulai Enggan di Rumah



Wanita mana yang mau tinggal di rumah sendirian terus menerus, sedangkan suaminya selalu keluar dengan alasan ini, itu, main kesana-kemari, bahkan bisa jadi berfoya-foya ? Demikian ungkapan dari para istri yang takut jika suami yang sangat disayangi dan cintai sudah mulai jenuh di rumah atau jarang pulang. Ketakutan ini semakin bertambah ketika ia berprasangka, jangan-jangan.. suaminya “kecantol” atau berselingkuh.
Sebenarnya hal-hal yang demikian itu tidak perlu di resahkan jika istri selalu mawas diri, tahu apa yang di inginkan suami selama sang suami tidak terlalu macam-macam dan minta tuntutan. Dengan kesimpulan, bagaimana suami betah di rumah, bagaimana agar suami selalu sayang.

Agar Suami Tidak “Lari”
Namun banyak istri yang khawatir ketika suaminya meninggalkannya, ia lalu mengantisipasi dengan membatasi ruang gerak suami, menerapkan pengawasan melekat dan ketat. Seorang istri bertindak seolah menjadi manajer suami, ia menentukan kegiatan mana aja yang bisa diikuti oleh suami, ia juga menentukan kapan suami bisa meninggalkan rumah, kapan suami harus pulang, Semua dengan keinginan sepihak dari istri dengan ketentuan yang ketat.
Sebenarnya hal-hal seperti itu karang baik, kekanak-kanakan, kuno tidak jamannya lagi. Seketat-ketatnya istri mengatur suami tetap akan lepas juga jika suaminya ‘terjepit atau nekad’.

Introspeksi Diri
Karena itu bercerminlah pada diri sendiri sampai dimana kekurangan istri di depan suami. Mereka tidak sadar, meskipun selalu berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah, namun, hanya ketika ia keluar rumah, hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Sementara, ketika di rumah bersama suami, keadaannya sungguh berbalik. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut, acak-acakan, yang ada hanyalah aroma dapur yang menyengat, belum lagi bau badan yang kurang sedap, lebih parahnya belum mandi sejak bangun tidur.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar mungkin dengan alasan mencari suasana baru, fresh atau bahkan ‘cuci mata’.
Semestinya, berhiasnya para istri ini menurut Raulullah saw lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :

"Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah)." (HR Muslim)**


Selasa, 04 Maret 2008

Jika Pakaian Putih Ternoda


Kenapa setiap pakaian warna putih, orang akan sangat berhati-hati dalam memakai maupun merawatnya? Karena pakaian putih sangat rentan terhadap kotoran, oleh sebab itu jika terkena noda setitik atau sekecil apapun di atas warna putih akan mudah terlihat. Maka tidak heran jika mereka harus kerja keras untuk menjaga pakaian tersebut agar tetap cemerlang.

Lalu bagaimana caranya jika pakaian putih itu terkena noda baik dari makanan, minuman atau minyak ? Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, segera cepat ambil cairan antiseptic pembersih tangan merk apa saja lalu dioleskan ke bagian yang terkena noda, lalu dikucek sebentar sampai nodanya hilang. Sesampai di rumah segera direndam dan dicuci. Ini sangat berguna agar noda tersebut tidak menempel lama yang mengakibatkan pada saat di cuci noda tersebut tidak mau hilang.

Untuk itu janganlah lupa untuk selalu membawa cairan antiseptic pembersih tangan saat berjalan-jalan, terutama jika kita sedang memakai pakaian putih, karena selain berguna untuk membersihkan tangan juga berguna untuk membersihkan noda disaat yang tidak terduga. (Imm)

* * * * * * *
Perawatan Berbahan Kaus atau Cotton

Biasanya pakaian yang berbahan kaus atau cotton sangat rawan terhadap bahan kimia serta mudah robek. Lalu tahukah kamu bagaimana cara merawat T-shirt agar tetap awet ?
Sebaiknya jangan direndam terlalu lama (tidak lebih dari 1 jam) dengan deterjen yang berlebihan karena dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak / terkelupas, usahakan kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit.

Khusus kaus putih atau warna terang, pisahkan dengan pakaian berwarna kuat seperti hitam, merah, biru. Hal ini guna mencegah kelunturan pada kaos. putih kesayangan Anda terkena dampaknya. Pisahkan juga antara pakaian yang kotor dengan yang kurang kotor agar kotoran tidak berpindah.

Lalu bagaimana dengan kaus yang berbahan cotton memiliki tekstur kain yang lembut ?
Jangan disikat dan hindarkan juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu.
Untuk penjemuranpun harus dibalik, karena sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon memudar. (Imm)

Jumat, 26 Oktober 2007

ames komputer pada anak

Bahayanya games komputer pada anak
Kecanggihan dunia teknologi seolah mengikuti kemajuan jaman, sehingga tidak mengherankan jika hadirnya komputer, game, internet sangat berpengaruh dan tidak asing lagi bagi masyarakat tua dan muda, bahkan sampai anak kecilpun tak mau ketinggalan untuk mengikuti. Boleh dibilang, komputer sudah jadi salah satu bagian dari gaya hidup termasuk juga anak Lihat saja, belum genap usia sekolah, ia sudah begitu piawai bermain games di komputer. Dari segi positif anak-anak cepat maju dan berkembang dalam berpola pikir, namun dari segi negatif bahaya juga mengancam.

Mata sikecil belum kuat
Dengan seringnya bermain games baik di ps maupun komputer dapat menyebabkan “kelelahan otot” atau asthenopia yang dapat berakibat fatal. Hal ini desebabkan ketika mata menangkap bayangan atau gambar akan masuk melalui kornea, pupil dan lensa yang transparan. Disinilah organ-organ ini berhubungan erat kerjanya dengan otot-otot mata. Kedua bola mata harus bekerja sama untuk menyatukan bayangan saat mata melihat obyek dalam jarak dekat. Apalagi, jika obyeknya cukup kecil kemudian lensa mata harus mencembung untuk mencari fokus benda yang akan dilihatnya.
Bola mata akan bergerak ke arah bayangan yang datang, agar tampak jelas. Misalnya, untuk mengikuti games di komputer, bola mata si kecil harus ‘bolak-balik’ ke kanan-ke kiri, dan naik-turun.

Timbul gejala-gejala
Jika sudah demikian, bayangkan saja, jika otot mata sikecil ‘dipaksa’ untuk bekerja terus menerus selama berjam-jam di depan layar computer saat si kecil bermain games yang gerakannya sangat cepat dan terus menerus Karena tegangnya permainan, seringkali membuat anak-anak jarang berkedip, belum lagi, jarak antara mata dengan layar komputer biasanya cukup dekat. Lengkaplah sudah ‘derita’ sang mata, lelahnya makin menjadi-jadi tanpa ia rasakan karena terbuai oleh serunya permainan tadi.
Akibatnya, si kecil mengeluh pusing, tengkuknya sakit, mual dan lama-lama bisa pingsan, inilah salah satu tanda-tanda rabun dekat.

Jika sudah demikian, siapa yang rugi, sayangkan usia masih dini sudah harus menderita mata rabun ? Boleh kita mengenalkan anak pada teknologi seperti computer,internet dan yang lainnya. Tapi demi kesehatan dan masa depan nya, sebaiknya orang tua dapat mengatur pada jam-jam tertentu. Dan diantara waktu-waktu senggang bisa orang tua menganjurkan untuk belajar Al Qur’an. Karena dengan belajar kitab ini akan mendapat keuntungan ganda dunia dapat akherat selamat. (Imm)