Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2008

Free Diving


Free Diving atau Selam bebas adalah sebuah olahraga air yang termasuk sebagai olahraga ekstrim Komite Olympiade Internasional (IOC), di mana penyelam mencoba mencapai kedalaman tanpa bantuan alat pernafasan. Cabang yang selalu di pertandingkan di lintas benua ini dibagi menjadi tiga nomor, yaitu statik, dinamik dan kedalaman.
- Statik Apnea adalah menahan nafas dan biasanya dilaksanakan di kolam renang,
- Dinamik Apnea adalah renang di bawah air jarak jauh tanpa peralatan sirip dan oksigen.
Kompetisi ini biasa di lakukan di kolam, sungai bahkan di danau es yang airnya hii...dapat
menggigit tulang.
- Kedalaman, Kompetisi Berat Konstan untuk renang perseorangan di lakukan di perairan
yang sangat dalam dengan beban pemberat sled. Untuk turun lebih jauh penyelam di pandu
dengan tali dengan pemberat, dan alat pengontrol pengambangan berupa kantung udara
yang di beri nama tether untuk naik ke permukaan..

Untuk turnamen Free diving champion-consentration dan Ocean Open lebih berbahaya lagi, karena harus di lakukan di laut terbuka yang penuh dengan hiu-hiu ganas, karena itu para penyelam bebas ini tubuhnya selalu di olesi shark oil (minyak anti hiu). ***

Rekor-rekor Dunia

Rekor dunia untuk kategori "No Limit" dari lomba selam bebas dipegang oleh penyelam Prancis Loic Leferme. Pada 30 Oktober 2004 dia menyelam ke kedalaman 171 m, di Villefranche, Nice, Prancis; melewati rekor dia sebelumnya lebih dalam 9 m. Rekor wanita sekarang dipegang oleh Tanya Streeter, yang menyelam sampai 160m (524,8 kaki) pada 17 Agustus 2002. Rekor tak resmi dipegang oleh Audrey Mestre (166 m) istri dari legenda Francisco "Pipin" Ferreras; yang akhirnya tenggelam saat mencoba memecahkan rekor 171m (561 kaki). Selam bebas ini juga pernah di buat film dengan judul Le Grand bleu (The Big Blue) oleh Luc Besson tahun 1988.







Kamis, 10 April 2008

Bungee Jumping, Olah Raga Bernyali Tinggi


Ketika kalian berdiri di puncak menara atau gedung, lalu melihat kebawah bagaimana rasanya, ngeri dan takut jatuh ya ? Tapi di olah raga yang satu ini, perasaan-perasaan seperti itu tidak berlaku lagi dan harus di buang jauh-jauh, karena para atlitnya memang diharuskan meloncat dari atas kebawah, namanya Bungee Jumping.

Bungee Jumping adalah jenis olahraga dimana atlitnya akan loncat atau dijatuhkan dari ketinggian ratusan meter dari permukaan tanah. Untuk pengamanannya hanya di topang seutas tali yang kuat, lentur dan diikatkan pada kedua atau satu kaki maupun pinggang. Tetapi yang menarik dari olah raga ini bukan pada saat melakukan lompatan, melainkan saat badan terpental kembali beberapa kali oleh tali elastis yang diikatkan tadi sampai daya lenturan tali benar-benar berhenti, sehingga orang tersebut akan bergelantungan
.
* * * * *
Masuk Cabang Olimpiade

Bungee jumping, sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1930, namun baru populer setelah A J Hackett melakukan lompatan dengan ketinggian 250 kaki di Clifton Suspension Bridge, Bristol, Inggris. Meskipun ia lalu ditangkap, tapi tidak membuatnya jera, dan melakukan aksi-aksi yang heboh lagi di Golden Gate dan Royal Gorge Bridges yang kemudian menyebarkan konsep bungee ini keseluruh dunia. Bahkan pada 1982 mereka nekat melompat dari balon udara, Greengithe Bridge, Auckland's dan menara Eiffel, Perancis. Sejak itulah olah raga ini mulai berkembang dan sering dipertandingkan di negara-negara Asia, Eropa dan Amerika. Namun di tingkat Internasional rencananya akan menjadi pertandingan eksibisi pada Olimpiade Beijing 2008 nanti.

* * * * * *

Senin, 03 Maret 2008

Paralayang

Kalian pernah bermimpi jadi burung yang dapat bebas melayang-layang diudara ? kalau ya, ikutilah olah raga yang satu ini yaitu Paralayang atau disebut Gantole. Olah raga ini adalah salah satu cabang olahraga terbang bebas dengan menggunakan sebuah parasut yang memanfaatkan kekuatan angin sehingga orang dapat melayang-layang tinggi di angkasa luas, merasakan desiran angin dalam kesunyian dari sebuah ketinggian di angkasa raya sehingga dapat melihat serta mensyukuri betapa besar, betapa luas dan betapa indah nikmat ciptaan Allah.

Atlet yang akan melakukan olah raga ini sebelumnya berdiri di bibir tebung gunung atau bukit dengan parasut yang siap dikembangkan. Setelah berlari dan payung mengembang lalu atlet meloncat dan parasut akan melayang tinggi di angkasa. Adapun dorongan angin terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena suhu panas (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh.

Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya perlengkapan yang berupa parasut, harness, parasut cadangan yang digendong dipunggung, sepatu laras panjang dan helm, cukup praktis kan..?. Olah raga ini kelihatannya ngeri dan berbahaya, tapi akan aman jika dilakukan sesuai prosedur dan menuruti instrupsi pelatih yang sudah dipercaya oleh PLGI ( Persatuan Olahraga Dirgantara Layang Gantung Indonesia) atau FASI (Federasi Aero Sport Indonesia).
Asyik kaan..apa lagi kalau mau membawa kamera ...subhanallah..hasilnya....inilah keagungan Allah. (Hbb).

Selasa, 05 Februari 2008

Alexandre “Pato” Rodrigues da Silva

Profil
Date of birth : September 2, 1989 (age 17)
Place of birth : Pato Branco, Brazil
Height : 1.80 m (5 ft 10.9 in)
Playing position : Striker
Profil Club Information
Current club : A.C. Milan

Youth Clubs :
- 2001-2005 : Internacional

Senior Clubs (Years Club App (Gls)
- 2006-2007-Internacional-26 (12)
- 2007-A.C. Milan-00 0(0)
- National team : Brazil U20


Pato Memecahkan Rekor Pele

Begitu mendarat di AC Milan, Alexandre Pato telah memecahkan rekor seniornya sekaligus legenda sepakbola Brasil, Pele. Rekor apakah itu?
Nama Pato tercatat sebagai pencetak gol termuda adalam kompetisi FIFA. Pemuda berwajah kekanakan itu mencetak gol pertamanya di kompetisi inetrnasional ( Piala Dunia antar Klub 2006 dengan menaklukkan, Al-Ahli, Mesir 2-1) saat berusia 17 tahun 102 hari. Hal ini membuatnya masuk dalam buku rekor, dia menumbangkan rekor Pelé yang mencetak gol di Piala Dunia 1958 ke gawang Wales saat berusia 17 tahun dan 239 hari. (Habib Maulana)














Alexandre “Pato” Rodrigues da Silva


Si Bebek Putih Penerus Kaka
Alexander Pato? Tak banyak orang yang mengenal nama itu sekarang. Tapi tunggu tahun depan ketika namanya dimasukkan dalam line up AC Milan di ajang kompetisi resmi, baik Liga Itali maupun Liga Champion
Pemain muda berbakat dengan nama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva lahir pada tanggal 2 September 1989 di Pato Branco, Paraná Brazil dengan julukan Si Bebek Putih sesuai dengan nama kota tersebut. Bakatnya sudah terlihat sejak usia 3 tahun dengan memainkan futsal. Kepiawaian menggocek di usia dini membuat namanya demikian dikenal dan menjadi incaran banyak pemandu bakat. Namun klub Sport Club Internacional yang berhasil menggaetnya di usia 11 tahun pada tahun 2001.

Setelah sukses memperkuat tim pemula, namanya kian melambung hingga pada debutnya di usia 17 tahun pada laga 26 November 2006 berhasil mengalahkan Palmeiras 4-1 dalam. Tiga buah assist dan sebuah gol membuat dirinya dielu-elukan
Kemampuannya menggocek bola banyak disamakan dengan kemampuan Ronaldinho, hingga pada puncaknya tanggal 13 Desember 2006, bersama Sao Paulo turut memberikan kontribusi kemenangan bagi klubnya dengan mengalahkan Al-Ahly Kairo 2-1. Di pentas internasional. Sukses tersebut dilanjutkan pada kejuaraan Junior Se-Amerika Selatan Tahun 2007 dan termasuk skuad anggota tim kejuaraan dunia FIFA U-20 tahun di Kanada dan Olimpiade Beijing tahun 2008.

Dengan penampilannya yang selalu ditunjukkan di tiap pertandingan, membuat klub-klub Eropa seperti Benfica, Juventus, Intermilan, Liverpool, Chelsea, Arsenal dan AC Milan sangat tertarik dan berminat untuk memboyongnya. Namun klub yang paling beruntung adalah AC Milan dengan nilai transfer 20 juta dolar. Alasan bergabungnya dengan AC Milan adalah karena Pato bisa bermain idolanya, yaitu Kaka. Akankah Pato menjadi penerus Kaka? (Chabib Maulana).









Ricardo Kaka Izecson


Kaka Jadi Pemain Terbaik Eropa

Magnificento (luar biasa). Itulah Kaka. Tahun ini bintang AC Milan itu meraih segalanya. Dari trofi Liga Champions, Kejuaraan Dunia Antar Klub, pemain terbaik Eropa, hingga pemain terbaik dunia FIFA semua direngkuhnya.
Sebagai pemain depan terbaik selama Liga Champions musim lalu dengan mengemas 10 gol, Kaka memang bukan pesepak bola biasa. Talenta khas Samba yang dimilikinya, membuat siapapun bakal berdecak kagum jika ”memamerkan” drible hebat, speed, dan tembakan akurat. Maka tidak heran jika klub raksasa Spanyol, Real Madrid bernafsu untuk memburu gelandan gserang berwajah ganteng dengan bandrol yang sangat fantastis yaitu £34 juta !. Namun, meski di iming-imingi uang sebesar itu, rupanya ia ingin tetap di AC Milan meskipun tahun depan tidak bisa menjanjikan untuk bermain di Liga Champion lantaran posisinya yang sedang terpuruk.
Karirnya dimulai sejak usia 8 tahun bersama klub Brazil Sao Paulo, baru menginjak 15 tahun pemain yang dilahirkan pada 22 April 1982 itu untuk kali pertama melakukan kontrak sebagai pemain profesional dan dipercaya menjadi kapten ketika Sao Paulo dan menjadi yang terbaik diajang Copa de Juveni. Prestasinya yang cemerlang di tim junior membuat Kaka langsung masuk tim senior. Debutnya bersama Sao Paulo senior ketika masih berusia 18 tahun atau tepatnya pada Januri 2001 dengan mencetak 10 gol dari 27 kali dimainkan. Tahun itu juga untuk kali pertama dan satu-satunya São Paulo berhasil meraih trofi Torneio Rio-São Paulo.
Penampilan cemerlang rupanya menjadikan klub raksasa Eropa. Tapi AC Milan memboyongnya ke San Siro dengan harga 8,5 juta dolar AS ( sekitar Rp79 miliar) dan dirinya semakin bersinar hingga sekarang. Kini ia dipercaya PBB menjadi duta untuk memerangi kelaparan (program pangan dunia). ****Chabib Maulana







.

..

Kamis, 29 November 2007

Snex (Suporter Semarang Extrim) Riwayatmu Ini



Ketika musim 2005 bergulir komunitas supporter Semarang terpecah menjadi dua. Hal ini merupakan dampak dari kecurangan pengurus Panser Biru yang waktu itu mengadakan Mubes (Musyawarah Besar). Untuk mewujudkan impiannya mempertahankan Ketua Umum, Andi Putra Alam menghalalkan segala caraa serta menyingkirkan orang-orang yang menjadsi rival beratnya, sehingga terpilihlah ia sebagai ketua umum untuk yang kedua kalinya. Akibatnya, sebagian pengurus maupun anggota yang berseberangan merasa dirugikan dan berontak yang kemudian menanggalkan antribut Panser Biru.

Pelan-pelan mereka menyusun kekuatan dengan merekrut orang-orang yang masih loyal, juju fanatik untuk m ndukung penuh PSIS saat berlaga. Maka pada pertengahan .
Pebruari terbentuklah komunitas suporter yang baru dengan nama Snex (Suporter Semarang Extrim) dengan ketua umum Edi Purwanto dan sekum Agus Junianto.

Para pengurus yang rata-rata pemikir, menguasai dan piawai dalam hal organisasi, maka bergeraklah mereka dengan membentuk korwil-korwil yang lama-kelamaan jumlah korwil Snex semakin besar. Korwil yang terbesar saat itu dari kawasan Pantura, antara lain : Kaligawe, Mlatibaru, Barutikung, Bandarharjo hingga Karang ayu. Satu persatu seluruh korwil saling mendeklarasikan. Berbagai cara yang mereka lakukan ketika mengadakan deklarasi mulai dari yang sederhana hingga yang mewah. Terbukti yang paling meriah saat deklarasi di korwil Mlatibaru, dengan menghadirkan beberapa pemain dan pengutus PSIS yang dihibur oleh solo organ. Dengan pusat komando di Rumah makan Bundo Suyudono para pengurus selalu bertemu, berkoordinasi saling menggalang kekuatan antar anggota.

Di saat nama Panser Biru dicekal dibeberapa kota karena seringnya tawur, Snex dengan gencar melakukan terobosan dengan menggalang persaudaraan dengan komunitas-komunitas suporter lainnya dilakukan. Baik dari Bonek Surabaya, Brajamusti, Paasoepati, Jakmania, Viking Bandung, Slemania, Aremania, Benteng Viola Tangerang, Bazoka Kudus dan yang lainnya. Hasilnya ketika para Snexer bertandang kekota-kota lain, sambutan hangat serta dukungan persaudaraan selalu mewarnai nuansa para suporter.
Kemanapun perginya Mahesa Jenar selama masih di Pulau Jawa selalu diikuti oleh para Snexer yang rela menggelandang dari satu stasiun ke stasiun lainnya

Puncaknya ketika PSIS masuk 8 besaar di Gelora Bung Karno. Dendam lama permusuhan antara Panser Biru dengan Ther Jakmania Jakarta, membuat bendera biru putih dicekal masuk ke ibukota, sehingga mereka kelimpungan yang akhirnya “mengemis” pada saudara mudanya Snex untuk membonceng dan minta perlindungan ketika masuk Jakarta. Sedangkan bendera biru-hitam Snex yang telah bergandengan dan menjadi saudara baru The Jak tetap berkibar tinggi di puncak Gelora Bung Karno. Pelayanan serta sambutan istimewa dilakukan oleh para The Jak dalam menyambut saudaranya dari Semarang

Namun suasana indah tersebut harus dirusak oleh keributan empat komunitas yang berbeda-beda permasalahannya. Karena terprovokasi Bonek Surabaya menjadikan pertempuran sengit antara Snex dengan Machman yang sebelumnya tidak pernah ada rasa saling bersinggungan. Hujan panah dan batu pecah, satu persatu korban mulai berjatuhan. Dari sinilah moment baru dimulai, ketika Panser Biru kocar kacir karena pada saat itu terjadi pertempuran sengit antara Bonek-Jakmania-Panser-Snex-Machman, para pengurus Panser lari menyelamatkan diri. Sedangkan para Pengurus Snex tetap eksis dengan anggotanya yang membutuhkan pertolongan dan saling bahu-membahu.

Dari sinilah nama Snex menjadi besar, banyak korwil Panser Biru kecewa dengan tindakan pengurusnya sehingga banyak yang menyeberang ke Snex, diantaranya, Zperma Candi Persil, Mangkang, Bomerang (Bocah Meranggen) dan yang lainnya. Kebesaran Snex semakin melambung ketika penjemputan tim PSIS dibandara A Yani dan balai kota Semarang. Nama Panser kian tenggelam, pengurus saling menyalahkan ujung-ujungnya ketua umum dan sekumnya Andi Putra Alam-John Fadli dilengser diganti Rofiq-Hamid.

Nama besar Snex makin moncer ketika mengadakan sarasehan suporter se Jateng dan konggres pertamanya di gedung Raden Saleh Desember 2005. Edi Purwanto-Agus Junianto terpilih menjadi ketum-sekum, yang dibantu staf-stafnya yang sebagian besar para pemikir, ilmuwan, dan pakar dalam bidangnya.

Di masa puncakkeemasan dan kejayaan bendera biru hitam semakin melambung. Karena eksisnya, hingga PSIS memberi rumah baru yaitu sekretariat di komplek stadion Citarum. Pusat komando berpindah dari rumah makan Bundo ke Citarum. Kompetisi mulai bergulir semuanya dalam kendali organisasi. Jatidiri menjadi saksi kebesaran dan keangkuhan para Snexer, sementara Panser Biru maikn tenggelam dengan dendangan-dendangan menjemukan. Hingga pada event perang bintang antara wilayah timur dan barat, Snex berhasil menjadi runner up kolaborasi dan yel-yel dalam lomba lagu suporter. Tidak berhenti sampai disitu, setiap tour tandang Snex selalu mendapat perlakuan isrimewa dari tuan rumah, ironisnya Panser biru selalu membonceng dibelakangnya. Setiap The Jak datang ke Semarang, seolah menjadi ajang reuni antara du komunitas ini. Sebaliknya ketika Snex bertandang ke Lebakbulus, para Snexer dimanjakan istimewa dengan perlakuan Teh Jak. Sebaliknya Panser ibarat gelandangan ditepi jalanan.

Hari-hari dilalui Snex yang sudah diatas angin, uangpun tak henti-hentinya mengalir kekantung organisasi sehingga pelan-pelan Snex mulai kaya dan lebih dipercaya parapejabat PSIS ketimbang Panser yang namanya kian terpuruk.

Seiring dengan semakin besarnya nama Snex yang sudah melanglang sampai Nusantara, membuat para pengurus banyak yang terlena. Gejala-gejala tidak beres mulai timbul. Dimulai dari salah seorang pengurus yang merasa anak emas sang ketua yang lebih dikenal dengan nama “Robot” mulai bermain api.Salah satu contoh kecilnya memakai marchindes, tiket tanpa mau membayar, ironisnya sang ketua melindungi.

Percikan-percikan api tersebut rupanya mulai membesar dan merembet ke korwil Pasar Kobong dengan berbagai kasus keuangan. Yang lebih paraha lagi ketua tidak bisa menegur tapi malah ikut-ikutan ‘bermain’.
Penyakit semakin menggerogoti rubuh Snex kian lama kian runyam. Sebagian pengurus mulai bergesekan. Suara lantang diteriakkan Edi Wuryanto atau yang lebih dikenal dengan Edi LP. Ketika final LigaJarum 2006 mencapai puncaknya di Stadioan Manahan, para Pengurus saling bermain-main, tonjok sana-tonjok sini, saling gigit dengan kesimpulan api ditubuh pengurus semakin berkobar.
Ironisnya kredibilitas ketua umum semakin meredup karena ulahnya sendiri. Uang jutaan rupiah tidak tahu entah kemana mengalirnya, slogan sama rata sama rasa dengan arus bawah hanya menjadi paradigma saja.

Karena kian parahnya, tubuh Snex terpecah dua kubu. Kubu Edi LP, Mawar dan Tikno yang notabene berteriak untuk mengcounter keboborokan ditandingi kubu Edi Purwanto yang semakin ‘berjoged’ diatas pundi-pundi rupiah. Dengan moral dan akhlak yang rusak, serta bermandikan miras mereka semakin lama kian menjadi. Akhirnya kelompok oposisi ini memisahkan diri disamping sudah muak degan para petinggi juga mendapat kesibukan menjadi pengurus POS Jateng (Paguyuban Superter Jawa Tengah).

Hilangnya kelompok yang kritis dan pokal dari tubuh pengurus mengakibatkan makin menggilanya para koruptor dikalangan petinggi Snex. Hal ini terbukti dengan kurang transparannya beberapa aliran dana yang dipergunakan oleh seorang Ketua umum Edy Purwanto antara lain :
- Dana pengamanan untuk latihan PSIS di Stadion Citarum
- Dana Piala Emas Bang Yos. Di sini pengurus mendapatkan kritik pedas karena disaat salah seorang anggota Snex ada yang tewas, tidak ada tanggapan atau santunan sama sekali, tapi sebaliknya mereka asyik berfoya-foya.
- Bantuan anggaran dari managemen untuk perjalanan tour ke Palembang yang diperuntukan membantu anggota Snex kira-kira sebesar Rp 2.500.000,- sama sekali tidak ada laporannya.
- Ketika digelarnya pagelaran akbar Piala Asia 2007, ketua umum dengan baju Snex telah menyalah gunakan nama lembaga. Yaitu menjadi calo tickeet yang semestinya diperuntukan para Snexer, tapi olehnya diperjual belikan untuk kepentingan pribadi. Sehingga gosip yang beredar mengatakan, “Bos Edy baru saja membeli Mega pro Piala Asia”.

Sedangkan beberapa penyelewengan dana oleh para pengurus lainnya adalah :
- Dibekukannya laporan anggaran Final Liga Djarum 2005 di Senayan oleh sekum.
- Kesimpang siuran dan rekayasa hasil pemasukan final Liga Djarum di Manahan Solo 2006 oleh Sekum.
- Banyaknya pengurus “bermain” pada Final 2006. diantaranya laporan keuangan, penyelewengan ticket, dan korupsi-korupsi lainnya.

Dari sinilah para anggota sudah semakin jenuh sehingga kini setiap PSIS bertanding di Jatidiri sudah tidak segemuruh setahun yang lalu. Kini tribun utara milik Snex sunyi, toh seandainya ada yel-yel hanyalah satu dua orang saja, itupun hanya lagu-lagu yang sudah basi. Paling-paling atraksi-atraksi banyolan sibadut Andy Lauw yang masih sedikit menghibur. Sedangkan diluar, arus bawah pada mengeluh tentang sulitnya mendapatkan ticket, pendistribusian kian rancau, pihak Panpel pertandingan sudah tidak mempercayai lagi akibat kolusi dan korupsi disana-sini.

Hilangnya orang-orang para pakar dan pemikir seperti Ismail Mawardi, Edi Muryanto, Tri Harjanto, Imam Santoso, Sutikno, Arif Zanuar, Adri Bundo, Rendra, Tri Arianto, Lumaksono, Sutejo, Farid dan pengurus lainnya yang ‘bersih’ sangat berpengaruh sekali

Namun sebaliknya dengan saudara tuanya Panser Biru. Berangkat dari keterpurukan akibat dilindas kekuatan baru Snex, setelah pergantian pengurus yang kini dipegang oleh.
Ketua Umum baru yaitu Irawan Yuswono, secara pelan tapi pasti mulai menapak tangga untuk kembali ke era keemasan seperti yang terjadi tiga tahun lalu. Perombakan besar-besaran dilakukan, sehingga kini sudah bisa dilihat lagi setiap PSIS bertanding di Jatidiri. Nyanyian dan yel-yel baru yang dikolaborasikan dengan gerakan-gerakan indah manambah hiburan tersendiri bagi penonton. Gegap-gempita, sorak-sorai suaranya menenggelamkan adiknya yang diutara yang sudah mulai lunglai dan sakit-sakitan.

Kini Snex ibarat orang yang sudah sekarat, kronis dan keropos. Tapi para sampah pengurus itu rupanya tak kunjung sadar akan bahaya yang mengancam institusinya. Kian hari kian menjadi, minuman keras menjadi kebanggan. Hilangnya orang-orang yang berpotensi menjadikan mereka kelabakan disetiap tour ataupun menerima tamu suporter sahabat. Melihat gejala-gejala keruntuhan organisasi, mengajak keembali mereka yang hilang untuk mau memikirkan kondisi organisasi yang lagi sakit untuk memohon bergabung kembali ata diadakannya Konggres luar biasa. Pengurus berusaha mendatangkan pengurus berpotensi yang sudah hilang untuk memikirkan rapuhnya organisasi yang dikemas dengan acara “Buka bersama dan ajang silaturrahmi” pada akhir ramadhan 2007 dipemancingan Tembalang. Sebagian pengurus yang hilang itu hadir, namun untuk sekedar untuk menghormati undangan. Ketika Ketua dan sekum membahas kondisi buruk yang melanda tubuh organisasi dan memohon kepada mereka yang hilang untuk dapat bergabung lagi, para mantan pengurus menanggapi dengan tersenyum, seolah-olah mereka tertawa dan berkata “Sandiwara apalagi yang buat Edy-bang Jun ?, sudah kehabisan dana?. Para oposisi inipun menanggapi dengan dingin, Konggres luar biasa apa Snex hancur, sedangkan kepengurusan masih satu tahun lagi.
Sekarang tinggal pilih Konggres luar biasa atau Snex tinggal nama.



Susunan Pengurus periode 2005-2008.
Penasehat : Gus Zaman, Benny

Ketua Umum : Edi Purwanto
Ketua Harian : Edi Muryanto

Sekum :
- Agus Junianto (bang Jun)
- Ismail Mawardi

Bendahara :
- Imam Santoso Amd,
- Iswandana

Bidang I Marchandise, Dana dan Ticketing :
- Zul Adri
- Lumaksono
- Sutikno

Bidang II Seni dan Kreasi
- H Soleh
- Sutejo

Litbang
- Tri Harjanto
- Ir Bowo S

Bidang III Antar Korwil
- Fajar
- Dian

Bidang IV Dokumentasi-register
- Arif Zanuar
- Noor

Dirigent
- Susi
- Ainul
- Farid

Maskot
- Mintio (Yoko Andi Lauw)

Korlap :
- Sukarman (Dankorlap) - Robot
- Rendra (Wadankorlap) - Epa
- Dedi - Ajong
- Riyip - Harto
- Guruh - Tri Arianto
- Budi Hartono - Bowo
- Slamet - dan anggota lainnya


Profil pengurus Snex
Edy Purwanto
Korwil asal : Banyumanik
Karakter :
- Lugas, murah senyum, familiar dan sangat dekat dengan arus bawah. Eksis dan selalu hadir dimanapun PSIS bertanding. Sangat disegani seluruh anggota dan supporter lainnya, peminum berat.
Kemampuan :
- Sanggup memimpin ribuan anggota dan komunikasi dengan komunitas supporter lain.
Profesi :
- Pengusaha cafe

Edi Muryanto (Edi LP)
Korwil asal : Cong yang tiga rasa (Medoho)
Karakter :
- Gesit, meledak-ledak, teliti, gigih dalam berorganisasi, tegas, suka humor dan penuh kejujuran
Kemampuan :
- Menguasai seluruh korwil, ahli dalam bidang organisasi dan birokrasi, pandai dalam menggalang dan komunikasi antar korwil.
Profesi : PNS (Dep. Kehakiman).

Agus Junianto (Bang Jun)
Korwil asal : Kaliber (Kaligawe Bersatu)
Karakter :
- Penampilan kalem, ramah, teliti.
Kemampuan :
- Ahli dalam birokrasi dan organisasi.
Profesi :
- Pegawai Swasta (BKM)

Ismail Mawardi (Mawar)
Korwil asal : Garis Keras (Mlatibaru)
Karakter :
- Gesit, ramah, tegas, rajin dalam segala urusan, loyal pada organisasi sepenuhnya.
Kemampuan :
- Piawai dan ahli dalam mengurusi segala bidang, sangat dekat dengan pengurus atau management serta para pejabat.

Imam Santoso Amd
Korwil asal : Garis Keras (Mlatibaru)
Karakter :
- Tegas dan komitmen dalam mengambil keputusan, ramah, bersahaja, dan suka humor. Keras dan sangat memegang teguh peraturan.
- Sangat religius dan muslim sejati.
Kemampuan :
- Ahli dan pemikir dalam organisasi serta birokrasi, piawai dalam memimpin/komando dilapangan, pengalaman dalam mengkoordinir tour-tour.
- Sering memimpin dalam urusan keagamaan.
Profesi :
- Jurnalis.
- Pengusaha Roti.

Iswandana
Korwil asal : Gayamsari
Karakter :
- Kalem, pendiam dan ramah
Kemampuan :
- Ahli dalam urusan finansial, akomodasi dan transportasi
Profesi :
- Pengusaha ayam

Zul Adri (Adri Bundo)
Korwil : Gayamsari
Kemampuan :
- Tegas, rajin, familiar.
Kemampuan :
- Ahli dibidang usaha marchandise, kesekretariatan, ahli dakam mencari dana keluar.
Profesi :
Pengusaha rumah makan.

Lumaksono
Korwil asal : Garis Keras (Mlatibaru)
Karakter :
- Jujur, rajin, polos, familiar dan humoris
- Piawai dalam menggalang ticketing.
Profesi :
Wiraswasta cleanig-servis motor.

Sutikno
Korwil asal : Jagalan
Karakter :
- Familiar, rajin serta keras, setia kawan
Kemampuan : Bidang transportasi
Profesi :
Wiraswasta

H Soleh (Kajine)
Korwil asal : Tapak
Karakter
- Temprament tinggi, peminum berat, familiar.
Kemampuan :
- Untuk ramai-ramai saja.
Profesi :
- Pengusaha tambak

Sutejo
Korwil asal : Zperma (Candi persil mania)
Karakter :
- Familiar, murah senyum, bersahaja, tegas, komit dalam mengambil keputusan, komitment dalam mengikuti aturan organisasi.
Kemampuan :
- Piawai dalam mengkoordinir korp musik dan yel-yel dilapangan, pandai dalam mengambil terobosan-terobosan keatas, ahli dalam menggubah lagu atua yel-yel
Profesi :
Wiraswasta

Tri Harjanto
Korwil asal: Kinibalu
Karakter :
- Jujur, komit terhadap peraturan, penampilan kalem serta disegani.
Kemampuan :
- Teliti, cermat dalam memantau organisasi.
Profesi :
- Swasta (Hotel Graha Santika)

Ir Bowo S
Korwil asal : Gayamsari
Karakter
- Temprament tinggi, meledak-ledak
Kemampuan : -
Profesi
Swasta

Fajar
Korwil asal : Madukoro
Karakter
- Kalem, familiar, peminum berat loyal pada ketua.
Kemampuan :
- Ikut merintis berdirinya Snex
Profesi :
Swasta

Dian
Korwil asal : Bela PSIS (Randusari)
Karakter
Ramah, familier.
Kemampuan : -
Profesi :
Swasta

Arif Zanuar-Noor
Korwil asal : Banyumanik
Karakter :
- Kalem, pendiam familiar
Kemampuan :
- ahli komupterisasi dan kartu anggota
Profesi :
- Wiraswasta.

Susi
Korwil asal : Tembalang
Karakter :
- Familiar, murah senyum, bersahaja, dekat dengan arus bawah, jujur dan loyal.
Kemampuan :
- Suara merdu, pembangkit yel-yel dan nyanyian, ahli mengkoordiansi kolaborasi serta dirigent.
Profesi
- Penyanyi cafe/waiters.

Ainul
Korwil asal : Kaliwungu
Karakter :
- Pendiam
Kemampuan :
- Mengkoordinir yel-yel dan lagu.
Profesi
-

Farid
Korwil asal : Zperma (Candi persil mania)
Karakter
- Familiar, ramah loyal, komit dan tegas.
Kemampuan :
- Mengkoordinasi paduan dan kolaborasi yel-yel dan lagu.
Profesi
-

Mintio (Yoko Andi Lauw)
Korwil asal : Wonodri
Karakter
- Humor, banyol, pemabuj berat, ramah.
Kemampuan :
- Pemberi warna tersendiri dalam organisasi, maskot Snex, ahli dalam menghibur.
Profesi
Driver.

Selasa, 27 November 2007

PSIS Semarang

Runner up dimusim 2006 menjadikan target tesendiri bagi tim kebanggaan kota Lunpia, PSIS Semarang yaitu Juara ditahun 2007.

Untuk meraih impian juara, persiapan serius telah dilakukan. Dibawah manajemen Yoyok Sukawi ini pelatih muda Bonggo Pribadi yang semula diharapkan harus tersingkir ditengah jalan akibat performanya yang kian menurun dalam menangani tim berjuluk Mahesa Jenar. Kini PSIS ditangani oleh “jago racik” Sartono Anwar yang pernah menghantarkan PSIS menjuarai kompetisi Divisi Utama tahun 1987. Kala itu Ribut Waidi cs menghempaskan The Dream Team Persebaya dengan Syamsul Arifin csnya.

Tambal sulam pemainpun dilakukan, bagi pemain yang kemampuannya sudah dianggap mentok, segera diganti posisinya. Diantaranya dengan mendepak Ebi T Sukore, Alfredo Figuera, Fofee Kamara, Wahyu Wahab, Asep Winarso, Ari Julianto, dan M Fachrudin.
Adapun para pengganti pemain tersebut managemen mendatangkan Stopper Didier Khaotusi, Igor Josimoviks, Joao Carlos, dan Marthen Tao(Arema).

Sementara untuk mencari pengganti pemain yang masuk timnas U-23 seperti Yusuf Sutan Mudo dan Eko Prasetyo, dimasukkanlah bibit-bibit asli lokal seperti Bangun Permana, Sentot, dan Denny Rumba.

Kini tim Mahesa Jenar sudah komplit dengan sentuhan ciri khas “Goyang Semarang” yang terlihat manis dan menghibur. Hal ini membuat Stadion Jatidiri menjadi neraka bagi tim-tim tamu yang datang. Hingga saat ini rekor tak terkalahkan di Jatidir masih dipegang oleh Ssartono Anwar.

Meski demikian, upaya persiapan masih sedikit terkendala dan ditolaknya dana tambahan sebesar 3,5 M oleh DPRD, pihak dewan hanya menyetujui anggaran sebesar Rp 14,4 miliar dan pusingnya para pengurus dalam mengatur finansial, namun semangat anak-anak Mahesa Jenar sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan pihak manajemen tetap melontarkan semangat “Sekali target tetap target atau minimal masuk super liga”.

Disisi lain Walikota Semarang Sukawi Sutarip turun tangan untuk mencari solusi agar lebih kreatif dalam mencari dukungan dana lewat tiket atau sponsor.

Data Klub :

Berdiri :1932
Julukan : Mahesa Jenar'
Alamat : Kompleks Tri Lomba Juang, Semarang
Telp : (024) 841 87 04
Ketua Umum : H.Sukawi Sutarip
Manajer Tim : Yoyok Sukawi
Pelatih : Sartono Anwar

Kiper
I Komang Putra
Agus Murod Alfarisi
Basuki

Belakang
Didier Khoutusi
Garba Zoubairou, Maman Abdurahman
Idrus Gunawan
Bangun Permana
Harri Salisburi
Denny Rumba
Dedean Surdani
Sentot.

Tengah
Muhammad Ridwan
Kahudi Wahyu
Joao Carlos
Marthen Tao
Modestus Setiawan, Julian Kusuma
Yusuf Sutan Mudo

Depan
Julio Lopez
Igor Josimoviks
Khusnul Yakin
Indriyanto Nugroho

Prestasi
1987 (Divisi Utama Perserikatan) : Juara
1994/1995 : Peringkat 13 Wilayah Timur
1995/1996 Peringkat 10 Wilayah Timur
1996/1997 : Peringkat 6 Grup Tengah
1998/1999 : Juara Liga Indonesia
1999/2000 : Degradasi ke Divisi satu
2001 : Promosi ke Divisi Utama
2002 :Peringkat 8 Wilayah Timur
2003 : Peringkat 13
2004 : Peringkat 9
2005 : Peringkat 3
2006 :Runner-Up
2007 : Juara ?

Minggu, 25 November 2007

JULIO LOPEZ

Semarang bukan kota asing baginya, karena dimusim 2003 lalu ia pernah menjadi super star Kota ATLAS ini. Meski sifatnya yang bengal dan bertindak indispliner pada waktu itu ia sempat lari ke Persib musm berikutnya. Kini Lopez sudah semakin dewasa pemikirannya sehingga dipercaya memakai ban kapten.

Dribling , skill, dan shooting yang sangat luar biasa membuat dia ditakuti pemain belakang lawan, maka tidak heran jika saat ini sehabis mengalahkan Pelita Jaya ia sudah mengemas 16 goal. Selain mentalnya tambah dewasa, teknik bermainnya juga dinilai semakin meningkat. Ia tak lagi egois ketika bermain di lapangan. Setidaknya, hal itu terlihat dalam masa pramusim PSIS.
"Dia tahu kapan bola harus dibawa sendiri serta kapan dioper ke pemain lain. Selain itu, ia juga tambah matang, tak salah PSIS kembali mengontraknya," sebut Wakil Manajer Tim, Setyo Agung Nugroho.Lopez sendiri mengaku bahagia bisa kembali bermain untuk publik Semarang. Antusiasme penonton yang ramai merupakan salah satu alasan mengapa ia kembali ke PSIS. Meski, banyak klub besar di tanah air yang ingin merekrutnya. Tentu saja saya ingin membawa PSIS jadi juara, seperti yang menjadi target pengurus. Aapalagi kini Semarang memiliki dua siporter yaitu Panser Biru dan Snex" ucapnya.Kepercayaan yang diberikan manajemen nampaknya begitu besar. Ia diharapkan mampu menggantikan maskot tim musim lalu, Emanuele De Porras. Nomor punggung keramat 10 pun telah resmi menjadi milik Julio Lopez. Menarik ditunggu apakah mental serta permainan Lopez mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan manajemen PSIS.BiodataKelahiran : Cile, 4 November 1978Posisi : StrikerNo.Pungung : 10Karir klub:2002 : Persela Lamongan2003 : PSIS Semarang2004 : Persib Bandung2005 : Atlante Neza Meksiko2006 : FC Vadus Swiss2007 - ... : PSIS Semarang

PSIS Semarang

Runner up dimusim 2006 menjadikan target tesendiri bagi tim kebanggaan kota Lunpia, PSIS Semarang yaitu Juara ditahun 2007.

Untuk meraih impian juara, persiapan serius telah dilakukan. Dibawah manajemen Yoyok Sukawi ini pelatih muda Bonggo Pribadi yang semula diharapkan harus tersingkir ditengah jalan akibat performanya yang kian menurun dalam menangani tim berjuluk Mahesa Jenar. Kini PSIS ditangani oleh “jago racik” Sartono Anwar yang pernah menghantarkan PSIS menjuarai kompetisi Divisi Utama tahun 1987. Kala itu Ribut Waidi cs menghempaskan The Dream Team Persebaya dengan Syamsul Arifin csnya.

Tambal sulam pemainpun dilakukan, bagi pemain yang kemampuannya sudah dianggap mentok, segera diganti posisinya. Diantaranya dengan mendepak Ebi T Sukore, Alfredo Figuera, Fofee Kamara, Wahyu Wahab, Asep Winarso, Ari Julianto, dan M Fachrudin.
Adapun para pengganti pemain tersebut managemen mendatangkan Stopper Didier Khaotusi, Igor Josimoviks, Joao Carlos, dan Marthen Tao(Arema).

Sementara untuk mencari pengganti pemain yang masuk timnas U-23 seperti Yusuf Sutan Mudo dan Eko Prasetyo, dimasukkanlah bibit-bibit asli lokal seperti Bangun Permana, Sentot, dan Denny Rumba.

Kini tim Mahesa Jenar sudah komplit dengan sentuhan ciri khas “Goyang Semarang” yang terlihat manis dan menghibur. Hal ini membuat Stadion Jatidiri menjadi neraka bagi tim-tim tamu yang datang. Hingga saat ini rekor tak terkalahkan di Jatidir masih dipegang oleh Ssartono Anwar.

Meski demikian, upaya persiapan masih sedikit terkendala dan ditolaknya dana tambahan sebesar 3,5 M oleh DPRD, pihak dewan hanya menyetujui anggaran sebesar Rp 14,4 miliar dan pusingnya para pengurus dalam mengatur finansial, namun semangat anak-anak Mahesa Jenar sama sekali tidak terpengaruh. Bahkan pihak manajemen tetap melontarkan semangat “Sekali target tetap target atau minimal masuk super liga”.

Disisi lain Walikota Semarang Sukawi Sutarip turun tangan untuk mencari solusi agar lebih kreatif dalam mencari dukungan dana lewat tiket atau sponsor.

Skuad PSIS saat ini :
Kiper:
Agus Murod Alfarisi, I Komang Putra, Basuki
Belakang:
Didier Khoutusi , Zoubairou, Maman Abdurahman, Idrus Gunawan, Bangun Permana, Harri Salisburi, Denny Rumba, Dedean Surdani, Sentot.
Tengah:
M Ridwan, Kahudi Wahyu, Joao Carlos, Marthen Tao, Modestus Setiawan, Julian Kusuma, Yusuf Sutan Mudo
Depan:
Julio Lopez, Igor Josimoviks, Khusnul Yakin, Indriyanto Nugroho

Prestasi
1994/1995 : Peringkat 13 Wilayah Timur
1995/1996 : Peringkat 10 Wilayah Timur
1996/1997 : Peringkat 6 Grup Tengah1998/1999 : Juara Liga Indonesia1999/2000 : Degradasi ke Divisi satu2001 : Promosi ke Divisi Utama2002 : Peringkat 8 Wilayah Timur2003 : Peringkat 13 2004 : Peringkat 92005 : Peringkat 3 2006 : Runner-Up

Data Klub Berdiri : 1932Julukan : Mahesa Jenar' Alamat : Kompleks Tri Lomba Juang, SemarangTelp : (024) 841 87 04Ketua Umum : H.Sukawi SutaripManajer Tim : Yoyok SukawiPelatih : Bonggo PribadiStadion : Jatidiri SemarangKapasitas : 25.000Suporter : Panser Biru dan SNEXHarri Salisburi, Denny Rumba, Dedean Surdani, Tengah: M Ridwan, Kahudi Wahyu, Ebi Sukore, Modestus Setiawan, Wahyu Wahab,Julian Kusuma, Yusuf Sutan MudoDepan: Julio Lopez, Alfredo Figuera, Khusnul Yakin, Indriyanto Nugroho,