Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2007

Ibnu Taimiyah, Ulama Besar, Pemikir dan Peneliti Hadist




-Dzahabi berkata lagi, bahwa: “Setiap hadits yang tidak diketahui oleh Ibnu Taimiyah, maka itu bukanlah hadist….. Maka tidak seorangpun pada waktu itu yang bisa menyamai atau mendekati tingkatannya

Meskipun diusia yang terbilang muda, beliau sudah mempunyai kelebihan dalam menguasai ilmu tafsir, Ushulluddin, hadits, fiqh, bahasa arab hafidz-Qur’an dan lainnya dengan sangat sempurna. Disisi lain, goresan tintanya yang indah, ungkapan-ungkapan, susunan, pembagian kata dan penjelasannya sangat bagus dalam menyusun buku-buku, hingga bisa dikatakan kemampuannya melebihi para ulama zamannya. Kelebihan lain yang dimilikinya yaitu mudah menghafal dan sukar lupa, yang membuatnya hafal Al-qur’an serta piawai dalam memberikan fatwa dan ilmu-ilmunya secara jelas dan detail meski usianya masih 17 tahun.

Ulama Rendah Hati
Hal inilah yang membuat para Ulama di Damaskus sangat kaget.dan terkesima dengan kedatangannya dari Haran. Sehingga tidak heran jika beberapa ulama besar dari berbagai penjuru Syiria sengaja datang ke ibukota khusus untuk melihat kemampuan sibocah cerdas yang berhasil membuktikan, mengkaji dan menguraikan musnad-musnad sahih serta beberapa ilmu lainnya.sampai beberapa kali. Meski mendapat sanjungan dari sana-sini karena kepandaiannya sama sekali tidak membuatnya besar kepala. Beliau justru tetap bersikap rendah hati dan tidak pernah berhenti untuk mencari atau berguru berbagai cabang ilmu lainnya pada para ulama, huffazh dan ahli-ahli hadits dinegeri ini. Dari sinilah Ia memperoleh berbagai macam ilmu seperti ilmu hitung (matematika), khat (ilmu tulis menulis Arab), nahwu, serta ushul fiqih. Hampir tiap malam ia menulis tafsir, fiqh, ilmu 'ushul sambil mengomentari para filusuf dengan memuat berbagai pendapatnya dalam bidang syari'ah. Ibnul Wardi yang mencapai ratusan judul. Karya-karya beliau yang terkenal adalah Majmu' Fatawa yang berisi masalah fatwa-fatwa dalam agama Islam

Ahli Hadist
Ilmu yang tidak dimiliki ulama lainnya pada saat itu adalah penguasaan Al-Jarhu wat Ta’dil, Thabaqah-Thabaqah sanad, rijalul hadits (perawi hadits) untuk membedakan Fununul hadits (bermacam-macam hadis) sahih, cacat, dhaif maupun palsu. Disisi lain dalam mengemukakan ayat-ayat sebagai hujjah atau dalil, ia memiliki kehebatan yang luar biasa, sehingga mampu mengemukakan kesalahan dan kelemahan para mufassir atau ahli tafsir.

RelaTerbuang Demi Akidah
Dalam mempertahankan akidah dan keyakinannya yang lurus, banyak pihak yang kagum. Namun demikian yang benci juga banyak, terutama ketika menolak keras paham wihdatul wujud yang diusung Syaikh Muhyiddin Ibnu Arabi, sehingga oleh penguasa Mesir, beliau ditangkap agar mau mencabut sikap kontranya terhadap paham akidah. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah sehingga beliau dijebloskan dalam penjara. Begitu bebas, Ibnu Taimiyah bukannya kembali ke Damaskus tetapi memilih tinggal di Mesir yang banyak dihuni orang-orang yang memusuhinya untuk menegakkan akidah yang lurus dan benar dengan aktif mengajar, ceramah, dan membentuk majelis-majelis diberbagai lembaga. Dari sinilah kalangan ulama Mesir mulai terbuka matanya, bahwa ternyata Ibnu Taimiyah tidak sesat seperti mereka duga. Namun sayang, Raja Mesir Ruknuddin Bibrus Al-Jasynaker termakan fitnah dari penasehatnya yang berlawanan dengan Ibnu Taimiyah, hingga akhirnya ia dibuang ke Iskandariyyah pada bulan Shafar 709 karena alasan politik hingga akhirnya Beliau yang selalu didampingi oleh muridnya Ibnul Qayyim, wafat dalam penjara pada tanggal 20 DzulHijjah th. 728 H karena sakit (Imm)

Spot

Dari Haran Hingga Syiria

Pemikir dan ulama besar Abu al-Abbas Taqi al-Din Ahmad ibn Abd al-Salaam ibn Abdullah ibn Taymiya al-Harrani, lahir di Harran, Turki 22 Januari 1263 (10 Rabiul Awwal 661 H). Ayahnya seorang Syaikh, hakim, khatib Syihabuddin bin Taymiyyah membawanya ke Damaskus karena pada saat itu Dinasti Aabbasiyah jatuh ketangan Mongol..

Minggu, 11 November 2007

Jalan Terjal Sang Penegak kebenaran Dr Muhammad Natsir

Situasi dan kondisi bangsa pada saat itu sangat memperihatinkan. Bangsa kulit putih dari negeri kincir menancapkan kekuasaan dibumi nusantara ini yang mengakibatkan rakyat tertindas, terbelenggu dan terbelakang. Melihat kondisi ini membuat seorang muslim sejati, Muhammad Natsir terpanggil untuk ikut membela bangsa yang berjuang menentang kekejaman Belanda.

Pejuang Muslim dan nasionalis
Pejmuda kelahiran Maninjau Sumatra Barat, 16 Juli 1908 itu sebelumnya ikut turun kemedan front bersama para pejuang lainnya dihutan hutan pedalaman Sumatra. Selain mengangkat senjata, melalui dakwah dan tulisan, dikalangan pemuda ia juga gencar menyuarakan perlawanan dan menentang penjajah. Dengan berbekal ilmu pendidikan umum dan agama, pria yang bergelar Doktor Honoris Causal fari Universitas Islam Indonesia, ini mulai berjuang lewat jalur pendidikan. Pada masa pendudukan Belanda, tokoh intelektual muda ini sudah memimpin Direktorat Pendidikan diJakarta dan duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat Sumatra. Disinilah Natsir semakin gencar menyuarakan dan meluruskan kebenaran Islam serta mendirikan partai MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) untuk “payung” perjuangan muslim. Lewat tulisan, karya beliau terbilang lumayan banyak dan bisa mempengaruhi opini nasional yang berkembang pada saat itu. Diantaranya, Qur’an en Evangelie, Muhammad als Profeet serta beberapa karya monumentalnya yang tertuang dalam buku Capita Selekta, dan masih banyak lagi karya karyanya.

Sikapnya yang tegas terlihat ketika Belanda hendak mendirikan Negara serikat. Natsir menentang keras dan tetap mengajukan pembentukan kesatuan Republik Indonesia yang akhirnya disetujui lebih dari 90 persen anggota Masyumi, yang akhirnya ia menduduki jabatan menteri. Disinilah seorang pejuang dan pakar ilmu, dengan melalui dakwah, menentang keras praktik praktik kristenisasi, serangan para misionaris, antek antek penjajah serta para kaki tangan barat dan timur. Sejarah mencatat, mosi integral Mohammad Natsir tahun 1949 merupakan pangkal proses yang menyelamatkan Indonesia dari perpecahan, sehingga kembali menjadi NKRI. Adapun keterlibatan Natsir, Sjafruddin Prawiranegara, dan beberapa tokoh nasional dalam perlawanan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958-1961 di Sumatera Tengah (Sumatera Barat) dilatarbelakangi tujuan untuk menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari bahaya Komunisme/PKI dan menuntut keadilan pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah-daerah di luar Jawa.

Gerakannya kian menggebrak dalam meluruskan akidah Islam di kalangan parlemen, hingga salah satu pidatonya yang terkenal, berjudul “Pilihlah salah satu dari dua jalan, Islam atau Atheis” dan Islam sebagai titik tolak kemerdekaan dan kedaulatan, yang dipublikasikan oleh majalah “Al Muslimin” dan sangat berpengaruh bagi kaum muslimin di tanah air. Selain itu, pidato Natsir dalam Sidang Konstituante pada tahun 1957 sangat luar biasa. Sebagai seorang ulama dan sastrawan sekelas Hamka pun sampai terpana ketika beliau mengupas tuntas kelemahan sekularisme sebagai paham tanpa agama, (Ladiiniyah). Natsir dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI.

Gerakan bawah tanah
Namun sayang, Presiden Soekarno “mengganjal” karena dinilai berseberangan, sehingga timbul perbedaan pendapat. Kian meruncingnya perseteruan kedua belah pihak, membuat kubu Soekarno merangkul partai komunis Indonesia (PKI). Dengan dalih “Nasionalisme sebagai titik tolak kemerdekaan”, mereka menyerang hingga pada puncaknya Natsir ditangkap dan Masyumi dibubarkan
Terali besi bagi seorang Natsir bukan berarti perjuangannya telah habis. Dengan semangat yang tak pernah surut, Beliau membuat perlawanan bersama para tokoh Masyumi dengan menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi dengan semboyan : “Dakwah adalah laksana air yang mengalir, pantang berhenti, dan tidak bisa dibendung”. Gerakan bawah tanah inipun terus berlanjut hingga terjadi revolusi militer yang berhasil menggulingkan Soekarno ditahun 1965, dan hancurlah faham Nasakom (Nasionalis dan komunis).
Paska runtuhnya Soekarno, Natsir dan rekan-rekannya kembali “bergerak” menjadi front terdepan dalam menghambat kristenisasi yang kian meningkat. Angin kebebasanpun meniup segar pada gerakan Muhammad Natsir meskipun hanya sementara. Karena oleh pemerintah orde baru, Beliau dianggap tidak sehaluan. Puncaknya ditahun 1980 kelompok Natsir kembali dicekal bersama 50 tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan saat menyampaikan “petisyen” atau lebih dikenal dengan nama Petisi 50 kepada pemerintah orde baru, atas kebimbangan dan keraguan mereka terhadap pembangunan dan demokrasi di Indonesia

Manhaj Dakwah
Tirai besi orde baru tidak menghambat perjuangannya, karena bersama rekan-rekannya mendirikan Dewan Dakwah Islam Indonesia yang memusatkan aktivitasnya dengan pembinaan fikrah Islam yang benar, menyiapkan para generasi muda agar dapat mengarahkan masyarakat, pendirian pusat pusat kegiatan Islam (Islamic Center) dan masjid, menyebarkan buku-buku Islam, membentuk ikatan-ikatan pelajar Islam, serta mendirikan beberapa asosiasi professional para insinyur, petani, pekerja dan lain-lain. Beliau juga menjalin hubungan dan persatuan dengan gerakan-gerakan Islam Internasional, terutama masalah Palestina, Ia berhasil teripilih menjadi Wakil Ketua Muktamar Islam Internasiomal di Pakistan.
Namun,.sebelum cita citanya untuk menegakkan syariat Islam terwujud, pada tanggal 5 Februari 1993, pahlawan nasionalis Dr Muhammad Natsir telah “dipanggil” kembali oleh Allah Swt. Sangat ironis, perjuangannya tidak sebanding dengan namanya yang kini hampir dilupakan.
Selamat jalan Pahlawanku ……kami akan terus melanjutkan perjuanganmu. (Imam)

Tokoh pembaharuan Islam
Sepanjang hayatnya, murid intelektual ulama A Hassan Bandung dan Haji Agus Salim ini.telah memberi pengabdian dan semangat jihad bukan saja kepada bangsa tetapi juga kepada umat Islam. Aktif dalam organisasi Jong Islamieten Bond, ia berupaya memerangi kebodohan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mendirikan sekolah Pendidikan Islam di Bandung yang mempunyai tingkat Frobel (TK), HIS (SD) dan MULO (SMP)

Sikap istiqamahnya terpancar dan tercermin dalam perilaku sehari-harinya baik sebagai seorang pemimpin politik maupun umat. Sebagai seorang tokoh pembaharuan dan intelektual Muslim, beliau menegakkan syariat Islam secara murni dan tidak bercampur-adukan dengan bid’ah, khurafat dan tahyul.. Sangat terbuka terhadap kritikan dan saran dari kawan dan lawan walaupun membawa kepada polemik.
Berperan sebagai perintis dalam wacana intelektual, terbuka dan demokrasi tentang Islam, Beliau tidak pernah mengecam dan mencaci lawan bicara dalam setiap dialog. Di sinilah letaknya keistimewaan dan kearifan seorang Mohammad Natsir sebagai pemikir dan tokoh pembaharuan Islam
Salah satu cuplikan pidato Muhammad Natsir ketika dalam siding konstituante tahun 1957 hingga seorang Buya Hamka terkagum kagum, ”Seorang sekularis tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengatahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah ataupun oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata dan dipusatkan kepada kebahagiaan manusia dalam kehidupan sekarang ini belaka. Jika dibandingkan dengan sekularisme yang sebaik-baiknya pun, maka adalah agama masih lebih dalam dan lebih dapat diterima oleh akal. Setinggi-tinggi tujuan hidup bagi masyarakat dan perseorangan yang dapat diberikan oleh sekularisme, tidak melebihi konsep dari apa yang disebut humanity (perikemanusiaan). Yang menjadi soal adalah pertanyaan, ”Dimana sumber perikemanusiaan itu?”

Jumat, 26 Oktober 2007

PELOPOR PEMBAHARUAN ISLAM DI TANAH AIR

PELOPOR PEMBAHARUAN ISLAM DI TANAH AIR

Tak bisa dipungkiri jika kaum muslim ditanah air yang tahu akan kebenaran ajaran Rasulullah akan menyambut baik gagasan Beliau sehingga membuat Pemerintah Hindia Belanda harus membatasi gerakannya karena merasa khawatir

Kaum muslim ditanah air ini mungkin akan semakin parah dengan pola pikirnya yang condong kearah bid’ah dalam menjalankan ibadahnya, jika seorang Muhammad Darwisy yang masih berusia 15 tahun ini tidak pergi haji dan tinggal di Mekkah. Disana ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharuan dalam Islam seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Setelah lima tahun lebih barulah pulang ketanah air tepatnya tahun 1888 dan berganti nama Achmad Dahlan, dengan membawa pembaharuan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan Al-Qur’an dan hadist secara murni.

Gagasan Ahmad Dahlan ini mendapat resistensi, baik dari keluarga dan masyarakat sekitarnya yang berkembang semakin meluas. Namun berbagai fitnahan, tuduhan dan hasutanpun datang dari orang-orang yang bersebrangan dengan pola pikirnya. Ia dituduh hendak mendirikan agama baru yang menyalahi Islam selama ini, ada yang menuduhnya kyai palsu, karena meniru-niru gaya Belanda yang Kristen, bahkan ada pula yang hendak membunuhnya. Namun Alhamdulillah, semua rintangan pelan-pelan dapat diatasinya karena keteguhan hatinya untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan pembaharuan Islam ditanah air. Dengan semakin besarnya pengikut beliau, maka pada tanggal 18 Nopember 1912 berdirilah organisasi sosial yang bergerak dibidang pendidikan yang diberi nama Muhammadiyah.

Pada tanggal 20 Desember 1912 Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk mendapat badan hukum, namun Belanda merasa khawatir dengan gerakannya yang membahayakan pemerintah dan hanya memberi izin untuk daerah Yogyakarta saja. Karena organisasi ini semakin berkembang hingga ke luar Yogyakarta, maka untuk mensiasati Belanda, cabang-cabang yang berada diluar Yogya namanya diganti. Seperti di Pekalongan bernama Nurul Islam, di Ujung Pandang dengan nama Al-Munir diGarut bernama Ahmadiyah lalu Solo bernama Sidiq Amanah dan masih banyak lagi didaerah-daerah lainnya.

Gagasan Muhammadiyah yang disebarluaskan oleh Ahmad Dahlan hampir terus meluas hingga pelosok tanah air. Ia selalu mengadakan tabligh akbar diberbagai kota. Banyak ulama dari berbagai daerah yang datang dan mendukung gerakannya, hingga pada tanggal 2 September 1921 barulah Pemerintah Hindia Belanda memberi izin pendirian cabang-cabang diseluruh Indonesia. Dalam mengembangkan organisasinya, ia selalu memfasilitasi para anggota dalam proses evaluasi kerja dan pemilihan pemimpin secara demokratis melalui sidang umum.

Sebagai pendiri organisasi pembaharuan Islam, Beliau selalu menerapkan tiga prinsip yaitu, Pengkajian Al-Qur’an, Musyawarah dan amal serta pikiran pokok utamanya yaitu “Ibadah shalat tepat waktu dan pengamalan ayat- ayat Al-Qur’an”. Selain itu Beliau dalam berorganisasi mempunyai beberapa prinsip antara lain :
- Senantiasa menghubungkan diri (mempertanggungjawabkan tindakannya) kepada Allah.
- Perlu adanya ikatan persaudaraan berdasar kebenaran (sejati)
- Perlunya setiap orang, terutama para pemimpin terus-menerus
menambah ilmu, sehingga dapat mengambil keputusan yang bijaksana.
- Ilmu harus diamalkan.
- Perlunya dilakukan perubahan apabila memang diperlukan untuk menuju
keadaan yang lebih baik.
- Mengorbankan harta sendiri untuk kebenaran secara ikhlas dan bersih.

Selain aktif dalam pergerakan nasional melalui dakwah, ia juga dikenal sebagai wirausahawan pedagang batik yang cukup berhasil dan banyak ditiru oleh masyarakat.
Sifatnya yang bersahaja serta kepandaian berdiplomasi, membuatnya cepat beradaptasi dan diterima di berbagai organisasi seperti Jam’iyatul, Budi Utomo, Syarikat Islam dan Komite Pembela Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Atas jasa-jasanya yang berhasil membangkitkan kesadaran bangsa seperti, mempelopori kebangkitan umat Islam yang harus banyak belajar agar berpikiran maju, menuntut kemajuan, kecerdasan dengan dasar iman dan Islam, mempelopori amal usaha sosial demi kemajuan bangsa dengan jiwa ajaran Islam, serta kebangkitan wanita melalui Muslimah Muhammadiyah yang bernama Aisiyah ini Pemerintah RI menetapkannya sebagai “Pahlawan Nasional” dengan Kepres nomor 657 tahun 1961.

Pahlawan nasional yang masih keturunan dari salah satu walisongo, Maulana Malik Ibrahim yang lahir pada tanggal I Agustus 1868 ini akhirnya wafat pada tahun 23 Februari 1923 dan dimakamkan di Karang Kajen, Yogyakarta.

Sayang hingga kini hanya sekian persen saja kaum muslim di Indonesia yang mempunyai pemahaman seperti Beliau. Jika seandainya semuanya tahu dan mau menjalankan pembaharuan Islam, mungkin Islam dinegeri ini akan murni seperti apa yang disampaikan dari Rasulullah Saw dan para sahabatnya

Qori cilik yang bercita-cita guru

Qori cilik yang bercita-cita guru

Sejak kecil ia memang mempunyai hobi menyanyi, dI waktu senggangnya, remaja putra ini sering kali melantunkan lagu-lagu nasyid. Karena merasa memiliki suara bagus, bersama delapan rekannya ia pun membuat kelompok qasidah. Meski nama grupnya berlabel sekolah SLTPN II Ciwidey, tempat Iwan Suhendi menimba ilmu, tapi itu tidak menjadi soal"Yang penting kan prestasinya," tandasnya

Ucapan itu dibuktikannya ketika grup qasidah-nya berhasil meraih juara I pada Festival Qasidah Kabupaten Bandung tahun 2002 dengan menyisihkan 15 utusan sekolah

Iwan Suhendi yang lahir pada 12 November 1989 dari putra Bapak Rukanda dan Ibu Rohaeti ini memang diberi anugrerah suara yang merdu. Sehingga sangat piawai dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dengan baik. Prestasinya yaitu berhasil menyabet juara 3 MTQ tingkat kecamatan setelah menyisihkan 10 utusan sekolah
Karena prestasinya dan suaranya yang bagus ia dijuluki "Si qori cilik". Bahkan, cita-citanya pun ingin menjadi qori ternama, tetapi ia juga ingin menjadi guru. Makanya, ia punya moto hidup "Rajin-rajinlah belajar"

Tentang prestasi grup qasidah-nya, Iwan mengaku mendapat dukungan dan bimbingan dari kepala sekolah Drs. Atang Kurniawan dan pembina OSIS Dadang R.G., S.Pd. Dalam pelajaran sekolah pun Iwan cukup lumayan, paling tidak selalu masuk lima besar. Catur wulan ini ia menempati peringkat 4. Kenapa menurun? "Habis banyak saingan," tambahnya

Jilbab bukan halangan untuk berprestasi

Jilbab bukan halangan untuk berprestasi

Siapa bilang kalau atlit muslimah tidak bisa berprestasi karena memakai jilbab? Masih ingat pada pesta Asian Games ke -15 di Doha Qatar. Seorang pelari muslimah asal Bahrain Ruqaya Al-Ghasara berhasil menyabet medali emas dalam namaor lari 200 meter dengan kecepatan 23,19 detik. Disamping emas ia sebelumnya juga menyabet medali perunggu dalam lomba lari 100 meter, hanya karena awal start yang kurang tepat.

Stadion olah raga Ali Khalifah seperti bergetar dengan teriakan gembira para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut setelah Ruqaya memenangkan perlombaan. Apalagi menjelang Ruqaya mencapai garis finish. Ia telah menunjukkan dunia bahwa tidak selamanya muslimah tidak bisa berprestasi.

Tapi yang lebih istimewa bukan soal dukungan atau bobot tubuh Ruqaya yang mencapai 65 kilogram. Tapi yang menjadi motivasi utamanya adalah, jilbab yang ia kenakan
Ia mengatakan, “Alhamdulillah, saya menang. Saya berhak mendapat medali emas dalam lomba lari 200 meter. Alhamdulillah, saya menjadi yang paling kuat dan paling baik.”

Jilbab baginya sama sekali tidak saat olah raga lari. Bahkan ia mengatakan, “Saya justru ingin menegaskan bahwa tidak ada masalah berarti memakai jilbab seperti ini, termasuk saat olah raga sebagaimana saya lakukan”.

Ia pun berpesan kepada para Muslimah, “Saya ingin sekali mengatakan pada para Muslimah, bahwa ini adalah kenikmatan sendiri. Memakai pakaian berjilbab adalah sesuatu yang memotifasi saya. Memakai jilbab menegaskan bahwa kaum Muslimah tidak akan mendapat kendala berarti dan justru mereka terdorong untuk lebih banyak terlibat dalam event yang lebih besar. Saya pesan kepada para Muslimah untuk berolah raga dan ikut dalam pertandingan adu kekuatan. Ini bermanfaat untuk kesehatan kalian dan negara kalian,”

Ruqaya yang memakai pakaian menutup aurat berwarna putih dan merah menandakan paduan warna asal negaranya, Bahrain. Ia telah meraih sejumlah medali dari berbagai event olah raga. Ia pernah memenangkan medali perak untuk olah raga lari sprint jarak 60 meter, 200 meter, dan 400 meter dalam pertandingan olah raga Asia yang diselenggarakan di Teheran, tahun 2004. Dan kali ini, merupakan prestasi paling tinggi yang diraihnya selama ini. Ia berharap tahun depan bisa mengikuti olimpiade di Osaka Jepang. Ruqaya adalah murid istimewa yang mempunyai kemampuan yang jarang dimiliki perempuan. Karena dirinya hanya berlatih serius selama 4 tahun saja. Tapi kemampuan fisiknya di atas rata-rata. (Maulana) Jalan-jalan

Muhammad bin Sirin seorang yang jujur

Muhammad bin Sirin seorang yang jujur

Pembaca yang soleh, Islam mengajarkan kita harus jujur. Karena sifat yang dimiliki nabi Muhammad ini juga harus dimiliki oleh semua orang muslim.
Jika kita bersikap jujur insya Allah kita akan selalu dihormati oleh semua orang.
Seperti salah seorang sahabat nabi Muhammad, yaitu Muhammad bin Sirin yang dilahirkan dua tahun menjelang berakhirnya kekhilafahan Utsman bin Affan RA. Meski ayahnya seorang budak tapi semenjak kecil sudah dididik mempunyai sifat wara dan taqwa dari segala segi.
Saat menginjak usia baligh sangat rajin dan berhasil memperoleh ilmu ilmu agama dari para sahabat yang lebih tua seperti Zaid bin Tsabit, Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan masih banyak lagi.
Beberapa tahun kemudian, bersama keluarganya pindah ke Bashrah, Irak. Disana Sirin mengajarkan ilmu-ilmu agama disamping berdagang.
Bila fajar menyingsing, dia pun berangkat ke masjid untuk mengajar dan belajar. Siangnya berdagang kepasar dan malamnya kembali melaksanakan ibadah dengan tekun dan khusu’.
Saat dipasar Dia selalu berpesan pada teman-temannya sesama pedagang, "Bertakwalah kepada Allah, wahai anak saudaraku! Carilah rejeki ditakdirkan kepadamu dengan cara yang halal. Ketahuilah bahwa jika engkau mencarinya tanpa cara yang halal, niscaya kamu tidak akan mendapatkannya lebih banyak dari apa yang telah ditakdirkan kepadamu."

Dikisahkan, Pada suatu hari Muhammad bin Sirin membeli minyak dalam jumlah besar. Namun setelah dibuka salah satu kantong minyak, dia telah menemukan didalamnya bangkai tikus yang telah busuk. Lalu Ia berkata dalam hati, “Minyak ini sebelumnya terkumpul pada tempat yang besar. Kalau begitu minyak lainnya juga tercemar najis juga. Tapi kalau aku kembalikan bisa jadi sipenjual akan dijualnya kembali pada orang lain”. Kemudian ia membuang semua minyak yang najis tersebut. Dengan begitu Sirin mengalami kerugian yang sangat besar. Pada saat pemilik minyak meminta pembayaran, dia tidak mampu membayarnya hingga ditangkap dan dipenjarakan sampai bisa melunasi hutangnya.
Karena melihat Sirin orang yang tekun dalam beribadah, dan jujur, sipenjaga mempersilahkan untuk pulang pada malam hari agar dapat mengerjakan ibadah dirumah. “Tidak, jika aku pulang berarti aku mengkhianati waliyl amri (pemimpin), jadi biarlah saya ikhlas disini”.

Suatu saat sahabat Anas bin Malik jika kelak meninggal berwasiat agar jasadnya dimandikan, dikafani dan dishalati oleh Sirin. Maka ketika Anas meninggal orang-orang meminta hakim agar mengeluarkan Sirin untuk melaksanakan wasiatnya. Ketika hakim mengizinkan, dia tidak mau keluar, sampai sipemilik minyak yang menghutangi mengizinkan, barulah dia keluar untuk mengurus jenazah sahabat Anas.
Setelah selesai keperluannya, dia langsung kembali kepenjara tanpa mengunjungi rumahnya, walau hanya sebentar.
Pernah suatu ketika Muhammad bin Sirin menghadap penguasa Bani Umayyah, dengan berani Ia mengucapkan kebenaran, dan secara ikhlash juga memberikan nasehat dari Allah, Rasul-Nya serta para pemimpin kaum Muslimin.
Ketika pulang, sang penguasa mengucapkan selamat berpisah kepadanya dengan perlakuan yang sama saat menyambutnya, yaitu dengan penuh kehangatan dan penghormatan. Bahkan dia memberikannya sebuah kantong berisi uang 3.000 dinar, namun Ibn Sirin tidak mengambilnya. Karena Sirin mempunyai niat yang ikhlas pada penguasa Umayah tersebut. Muhammad bin Sirin wafat pada usia 77 tahun. (Haydar)

Geliat Ulama bumi minatani menuju Islam modern ahlussunah wal jama’ah

Geliat Ulama bumi minatani menuju Islam modern ahlussunah wal jama’ah

Gebrakannya terfokus pada kaum generasi muda agar nantinya dapat melahirkan para santri-santri muda yang berakidah sesuai dengan tauhid.

Indonesia termasuk negeri yang penduduknya mayoritas pemeluk agama Islam. Namun jumlah banyak belum menjamin umat muslim dinegeri ini benar, dalam arti pemahaman akidahnya. Disisi lain ancaman musuh-musuh Islam yang selalu mengancam, dari dalam sendiri berbagai perbedaan faham yang memecah belah persatuan umat. Sebagian ada yang masih memegang perkara-perkara bid’ah, khurafat, kemusyrikan hingga kesyirikan, dan sebagian lagi tidak.
Melihat semua ini, membuat seorang ulama dari bumi minatani terpanggil untuk meluruskan dan menyelamatkan, terutama di kalangan generasi muda.

Memerangi bid’ah
Adalah KH Abdul Wachid Hasyim, ulama kelahiran Pati tahun 1937, mempunyai semangat yang tinggi untuk menegakkan dan meluruskan pemahaman Islam yang sebenarnya dikota kelahirannya maupun wilayah lainnya.
Beliau menilai salah satu faktor merosotnya akidah dikarenakan kebanyakan lembaga Islam selalu mengajarkan pendidikan kitab akidah al-As’arias (bukan akidah ahlus sunah wal jamaah). Selain itu kurangnya pembahasan tauhid yang berdampak timbulnya perkara-perkara yangmenjadikan bid’ah, khurafat hingga menjurus ke musyrik dan syirik. Untuk itu dalam menyampaikan dakwahnya, beliau menekankan pemahaman akidah Islam sesuai apa yang dilakukan oleh Rasul maupun para sahabatnya.

Melalui lembaga pendidikan
Kiprahnya dimulai dari pendalaman akidah salafiah, melalui pendidikan-pendidikan pesantren yang intinya membahas secara mendalam masalah tauhid uhuhiyah.
Hal ini bisa dilihat dilembaga-lembaga Islam yang Beliau kelola seperti di pondok pesantren Muwahidun Pati dan pondok pesantren Ma’ahid di Kudus.
Disanalah tempat para santri muda dididik dan diajarkan akidah murni, lurus sesuai syariat Islam yang sebenarnya.

Selain dipondok pesantren beliau juga mensyiarkan lewat kajian-kajian khalaqoh seperti diskusi dibeberapa masjid, rumah-rumah pada kaum generasi muda, dan melalui media elektronik yang dibantu oleh para alumnus lulusan Timur Tengah, seperti pada acara cerita sore disalah satu televisi yang dipandu oleh ustad Al Habsi.
Untuk menciptakan para santri yang cerdas dan pandai dalam segala bidang, beliau menekankan agar para santri dapat berfikir tentang kemajuan umat dan teknologi serta mengembangkan ekonomi Islam melalui bank-bank Islam, BPR-BPR syari’ah yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian umat Islam yang selama ini dimonopoli oleh kaum kapitalis

Toleransi sesama muslim
Merasa dirinya adalah salah satu petinggi MUI Kabupaten Pati, sedangkan dalam jajaran kepengurusan lembaga tersebut terdiri dari berbagai faham, untuk menjaga persatuan dan keutuhan umat beliau sangat menghormati sesama pengurus dengan tidak memperdebatkan masalah yang berlawanan faham.
Beliau hanya menyuarakan tentang hal-hal yeng menyangkut kemungkaran umat seperti, Kristenisasi, prostitusi, kriminalitas, miras dan berbagai penyakit masyarakat lainnya.(Imm)

Jalan terjal Perwira muslim yang terluka

Jalan terjal Perwira muslim yang terluka

Harta, keindahan duniawi serta jabatan adalah sesuatu perkara yang membuat manusia silau dan lupa akan segala-galanya. Untuk urusan yang satu ini jika mata dan hati sudah tertutup oleh nafsu, apapun yang ia pertaruhkan, bahkan sampai akidahpun dapat dikorbankan demi tercapai maksudnya. Kecuali bagi orang yang mempunyai iman yang kuat karena memperoleh hidayah dari Allah.

Hal seperti ini terjadi pada diri seorang perwira lulusan Akademi Militer elite West Point tahun 1990 Kapten James “Youseff” Yee yang sebelumnya pemeluk Kristen Lutheran. Setelah berkenalan dengan beberapa orang perwira muslim Angkatan Darat Mesir yang satu kelas dengannya saat mengikuti pendidikan transportasi di Fort Knox, Kentucky, ia sangat tertarik saat para perwira Mesir itu berpuasa selama bulan Ramadhan yang kemudian menjadi inspirasi untuk mempelajarinya sendiri. Ketika pendidikan di Suriah, ia bertemu dengan Huda yang kemudian menjadi istrinya, kemudian bergabung dengan dinas militer Arab Saudi, sejak saat inilah hidayahnya datang. Dorongan hatinya untuk masuk Islam semakin kuat, sehingga selama kurun lima tahun ia belajar bahasa Arab dan Islam langsung dari Syeikh Ahmad Kuftaro, Mufti Besar Suriah, yang dilanjutkan dengan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Merasa dirinya orang Amerika, disana tidak merasa berbeda dengan umat Islam lainnya. Setelah pulang kenegerinya Yee dengan menampilkan wajah Islam yang 'cantik' dan toleran. Kemanapun ia pergi selalu menyampaikan, bahwa Islam bukan agama kekerasan baik di pangkalan militer, gereja, masjid, kampus dan di jalan-jalan Olympia, kota tempatnya tinggalnya

Bertugas di Guantanamo
Loyalitas pada negaranya ini terlihat pada dinas kemiliterannya yang terdaftar sebagai pembina rohani di Batalyon Sandi ke-29 di Fort Lewis. Beberapa hari setelah peristiwa 11 September, Kapten James J Yee, mendapat tugas baru yaitu ditugaskan untuk membina para tahanan Muslim di penjara Teluk Guantánamo, Kuba. Di tempat inilah ia yang membuat azan terdengar lima kali sehari ke seluruh sudut penjara lewat sebuah pengeras suara, CD player maupun suaranya sendiri. Ia juga menjadi Imam dan khatib shalat Jum’ah bersama para tahanan. Ketika terjadi kesalah fahaman antara para tahanan dan petugas penjara, ia kemudian duduk ditengah untuk menyelesaikan masalah. Kekejaman, pelecehan terutama terhadap Al Qur’an dan symbol-simbol Islam lainnya yang kerap dilakukan oleh para penjaga kerap dicoba untuk diredamnya. Ia juga sering berusaha mengingatkan, menegur dan menghentikan penggeledahan para tahanan yang dilakukan oleh para penjaga wanita, karena hal ini melanggar peraturan dan perbedaan kelamin.

Derita membawa berkah
Ketika karirnya sedang melaju, tiba-tiba badai datang menghantam dirinya. Berbagai tuduhan dan fitnahan menyerang silih berganti. Dirinya dituduh sebagai mata-mata, membantu musuh, pelanggaran tugas militer serta berbagai pengkianatan lainnya. Puncaknya ketika Kapten Yee meninggalkan Guantánamo untuk pulang, belum juga ia sempat menemui keluarganya, para pejabat militer menangkapnya di suatu tempat di Florida dan menahannya di sebuah markas militer di South Carolina tanpa diketahui oleh keluarganya. DisanaYee mendapat perlakuan kejam layaknya tahanan lain seperti dilempar ke bak truk dengan tangan dan kaki terikat serta siksaan-siksaan lainnya.

Didalam tahanan, Yee lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berdoa dan membaca Alquran serta sejarah nabi-nabi, sehingga nama Muslimnya terinspirasi tentang kisah perjalanan nabi Yusuf. Dia juga selalu membandingkan ayat-ayat Alquran dengan muatan Injil, ia berpendapat bahwa, banyak orang tak tahu JIKA NABI Isa yang disebut Yesus bagian dari Islam, tetapi Muslim percaya ia seorang nabi.
Penahanan selama 76 hari di kamp Guantanamo, Kuba, membuat sang Kapten benar-benar 'terluka'. Dia meyakini Pemerintah Amerika Serikat telah berbuat salah dalam penahanan tersebut. Karena itu, sampai sekarang dia terus menanti adanya permintaan maaf secara resmi dari Pemerintah AS.

Ekspresi lewat tulisan
Perjalanan terjal dan pahit yang dialaminya selama berkarier di militer dan bertugas di Guantanamo ditulisnya dalam buku berjudul For God and Country: Faith and Patriotism Under Fire, yang berisi tentang kemarahan para tahanan, Guantanamo adalah tempat tahanan tanpa proses yang benar serta mereka yang mendekam disana karena beragama Islam. Namun, itu belum cukup mengobati 'lukanya', untuk itu ia menyuarakan kepada generasi keturunan Cina yang migrasi ke AS berharap kisah perjalannya selama di Guantanamo itu bisa memberi inspirasi bagi banyak orang untuk memahami Islam secara lebih baik. Lewat buku tersebut dia juga berharap banyak orang bisa belajar tentang perjuangan menggapai keadilan, kesetaraan, dan kemerdekaan. Yee yang lebih tepat disebut sebagai da’i itu yakin, masalah yang dialaminya juga masalah yang dialami hamper semua umat Islam. (Imm)

SIMAWAR QURAISY,

SIMAWAR QURAISY,
simbol kesucian, keluhuran dan kemulian kaum wanita

Karena kemurahan hatinya, tak satupun pengemis yang dibiarkan pergi dari rumahnya tanpa diberi sesuatu, meskipun ia sendiri masih lapar.

Adik adik yang soleh, kalian tahu tidak siapa wanita solehah yang dikenal memiliki kepribadian sabar, penyayang. Bukan Cuma itu, ia selalu menjadi contoh tauladan setiap Rasulullah ceramah. Dialah putri bungsu Rasulullah SAW Fatimah Az Zahra.
Berbagai gelar atau sebutan disandangnya karena perilakunya yang luhur seperti Assidiqah (wanita terpercaya), Athahirah (wanita suci) al-Mubarakah (yang diberikahi Allah) dan Azzahra (bunga yang mekar semerbak) karena kecantikannya.
Dia juga digelari Al-Batuul,(tekun dalam ibadah, akhlaq dan berbagai ilmu)

Duplikat Rasulullah
Dia adalah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah yang dilahirkan delapan tahun sebelum Hijrah di Mekkah dari ibu Khadijah. Saat ia masih kecil badannya kurus dan lemah. Oleh karena itu selalu ditinggal oleh teman-temannya saat bermain, namun karena kesabarannya, ia hanya diam dan menerima perlakuan teman-temannya.
Sejak kecil Fatimah selalu dibimbing dan diajarkan oleh ayahnya ilmu-ilmu keagamaan, etika, sehingga dapat menjadi manusia yang budi tinggi, luhur, ramah-tamah, simpatik, dan tahu mana yang benar
Karena saking cintanya pada ayahnya, suatu hari ketika Nabi sedang sujud pada Allah, lalu dilempari kotoran dan dihina orang-orang Quraisy, Fatimah menangis sedih sambil membersihkan kotoran yang menempel pada pakaian.
Melihat perbuatan putrinya, lalu Rasulullah berkata, ” Yaa.. Fatimah, Allah tidak suka pada orang yang tidak menyukaimu, dan Allah mencintai orang yang kau senangi. Dan siapapun yang membuat Fatimah sedih, berarti sama saja membuat aku sedih, dan siapa yang menyenangkannya berarti juga menyenangkanku
Ketika ibunya wafat, ia tampilt menggantikan posisi Khadijah untuk membantu segala keperluan yang dibutuhkan Nabi Muhammad baik membantu dalam segi ibadah maupun rumah tangga.

Sipemurah hati dan dermawan
Setelah menginjak dewasa, sahabat Abu Bakar dan Umar ingin mempersuntingnya, tapi Rasulullah hanya diam saja. Namun begitu Sayidina Ali bin Abi Tholib memberanikan diri untuk meminang langsung diterima oleh nabi Muhammad, meskipun seorang yang miskin, tapi berjiwa kesatria dan pemberani.
Dalam rumah tangganya, dikaruniai lima orang anak, yaitu, Hasan, Husein, dan Muhsin, dan dua putri: Zainab dan Umi Kalsum. Sebagai istri yang salihah, beliau selalu dapat menghibur Ali dikala mendapat suka dan duka. Meskipun hidupnya hanya pas-pasan, bahkan kadang kurang, Beliau tetap bermurah hati..Karena saking dermawannya, ia tak pernah membiarkan seorang pengemis yang meninggalkan rumahnya tanpa memberikan sesuatu apapun yang ia punyai, meskipun mereka sendiri masih kekurangan atau lapar.

Selalu mencintai Rasul
Meskipun sibuk mengurusi suami dan putra-putranya, namun ia tetap mencintai sang ayah. Hal ini terbukti ketika Nabi terluka sepulang dari perang Uhud. Fatimahlah yang merawat luka Nabi. Meskipun seorang ibu, bersama kaum muslimlainnya, Beliau ikut terjun kemedan peperangan dalam merebut kota Makkah dari tangan para kafir Quraisy.


Mendampingi dunia akhirat
Setelah melaksanakan haji Wadaq atau haji terakhir tahun 11 Hijrah, Rasulullah kemudian jatuh sakit. Fatimah sangat sedih dan selalu menjaga, merawat dan mendampinginya. Dalam kondisi sakit parah, kemudian Rasul membisikkan sesuatu ke telinga Fatima yang membuatnya menangis, dan kemudian Nabi membisikkan sesuatu lagi, baru Fatima tersenyum. Setelah nabi wafat, Fatima lalu menceritakan kejadian itu kepada Aisyah. Ternyata ayahnya membisikkan bertia kematianya, itulah yang menyebabkan Fatima menangis, tapi waktu Nabi mengatakan bahwa Fatima-lah orang pertama yang akan berkumpul dengannya di alam baka, maka fatima menjadi bahagia
Setelah Nabi wafat, enam bulan kemudian Fatima meninggal dunia, diusia 28 tahun dan dimakamkan oleh Ali di Jaat ul Baqih (Medinah).

Fatima menjadi lambang kesucian, kemuliaan dan keluhuran kaum wanita. Nabi sendiri menyatakan bahwa Fatimah akan menjadi "Ratu dari seluruh wanita yang berada di Surga." (Malik)

Pemberani yang jujur

Pemberani yang jujur

Adik-adik pembaca yang soleh, kalian pasti sudah mengenal siapa sahabat atau Khalifah yang mempunyai julukan karromallahu waj hah.? Dialah su pemberani dan jujur Sayidina Ali bin Abi Thalib
Beliau adalah salah satu khalifah pertama dari Bani Hasyim, Suku Quraisy atau masih saudara misan Rasulullah yang lahir pada tahun 583 M.
Karena sejak usia enam tahun sudah berada dibawah didikan, bimbingan dan ajaran Rasulullah saw, maka Ali tumbuh menjadi anak yang baik, jujur, tidak pernah melakukan dosa, berakhlaq mulia, cerdas dan berpengetahuan luas.


Si pemberani
Di usia muda jiwa pemberaninya sudah kelihatan. Ketika itu Rasulullah sedang berdakwah di rumah Al Arqam atau yang dikenal dengan sebutan Darul Arqam yang terletak di belakang bukit Shofa. Masyarakat Mekah dan sekitarnya yang ingin datang kesana selalu dihadang orang-orang Quraisy. Melihat hal seperti ini lalu Ali mendatangi orang-orang kafir untuk tidak lagi menghadang orang yang mau datang pada Rasulullah. Berkat diplomasi yang tegas, akhirirnya orang-orang Mekah dapat menemui Rasulullah saw.
Beberapa tahun kemudian ketika kaum Quraisy hendak membunuh Rasulullah dengan mengepung rumahnya. Maka Ali yang ditinggal didalam rumah sendiri, sedang Rasul dengna Abu Bakar hijrah. Keesokan harinya ketika kaum Quraisy mendobrak rumah Rasul, hanya mendapatkan Ali yang lagi tidur dan gagal mendapatkan Rasul. Setelah dirasa aman, beliau menyusul ke Madinah dengan berjalan kaki sendirian

Ahli dalam pertempuran
Ketika berlangsung perang badar,keberanian dan ketrampilan perang Ali teruji pada saat duel seru antara Ali melawan Walid bin Utbah dari Quraisy yang dimenangkan Ali.
Hal seperti ini terulang lagi ketika terjadi perang Khandak atau perang yang menggunakan pertahanan parit sebagai pertahanan. Kali ini musuh Ali adalah panglima Quraisy yang berjuluk Seribu kesatria, Amru bin Abdu Wudd. Dengan kesombongannya Amru menantang kaum muslimin untuk melawannya. Akhirnya dengan izin Rasulullah, Ali berhasil mengalahkan Amru hingga tewas. Kemudian diperang-perang selanjutnya Ali bersama para panglima garis depan pasukan muslim selalu memperoleh kemenangan.

Pada masa kekhalifah Abu Bakar, Ali banyak memberikan saran-saran dalam meningkatkan pemerintahan dan selalu dekat dengan khalifah Abu Bakar dalam segala situasi.

Ketika pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, posisinya sangat fital, karena beliau yang memegang peranan baik urusan yang besar maupun kecil, seperti saat menentukan kalender Hijriyah yang akhirnya disetujui semua kalangan.

Begitu pula pada masa Khalifah Usman bin Affan, Ali mambantu dalam berbagai urusan seperti penggandaan Al Qur’an dan menyebarkan keempat kota yang dikuasai kaum muslimin.

Menjadi Khalifah yang ke-4
Setelah Usman bin Affanwafat, para sahabat meminta Ali untuk menggantikannya, namun Ali menolak. Dengan desakan yang kuat dari para sahabat dan untuk mencegah terjadinya kekacauan ditengah umat akhirnya Ali dibaiat sebagai khalifah yang ke-4 yang bijaksana dan tegas dalam mengambil keputusan.
Sejak era kepemimpinan Ali rupanya muncul fitnah dan kerretakan didalam tubuh pasukan Ali sendiri. Hingga puncaknya pada tanggal 17 Ramadhan ketika Ali berangkat shalat shubuh dibunuh oleh Abdurrahman bin Amru yang dikenal dengan Ibnu Maljam dan pada hari itu juga Sayyidina Ali bin Abi Tholib wafat setelah menjabat sebagai khalifah selama 4 tahun 8 bulan dan dimakamkan du Kufah, Irak.
Beliau meninggalkan sikap keteladanan dan semangat perjuangan membela kebenaran dan keimanan yang patut kita ambil hikmahnya.

Naah adik-adik pembaca yang sholeh, itulah riwayat perjalanan salah satu sahabat Rasulullah dalam menegakkan agama Islam. Sifat dan sikapnya patut menjadi suri tauladan pada kalian semua. (****)

Suara emas putra Semarang di tingkat Internasional

Suara emas putra Semarang di tingkat Internasional

Pembaca yang soleh, kalian pernah nggak mengunjungi masjid Agung Jawa Tengah yang terletak dikota Semarang ? jika pernah dan kebetulan bersamaan dengan waktu shalat lima waktu, kalian pasti akan mendengar suara adzan yang sangat merdu dari sang muadzin.

Penasaran, kaya apa orang yang mempunyai suara emas tersebut ?
Ia namanya M Ruhani, seorang pemuda tampan, pendiamyang dan masih muda.
Karena saking cintanya pada kitab suci, dan didukung suara yang merdu, akhirnya ia menekuni seni baca Al Qur’an.
Berkat ketekunannya akhirnya membuahkan hasil. ia sering menjadi juara lomba MTQ (musabaqoh tilawatil Qur’an) diberbagai tempat di Indonesia. Puncaknya, pada bulan Agustus tahun lalu berhasil menjadi juara pertama cabang tilawah remaja golongan putra pada MTQ XXI tingkat Nasional di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Rupanya menyandang predikat juara nasional belum puas baginya, karena poada bulan April 2007 kemarin pemuda dengan suara emasnya berhasil menjadi juara pertama golongan putra pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat ASEAN di Brunei Darussalam. Ia berhasil menyisihkan juara-juara dari delapan negara peserta lainnya, antara lain Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, Filipina, dan tuan rumah Brunei Darussalam.

Karena keberhasilannya membawa nama Jawa Tengah ditingkat nasional maupun internasional, maka Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto menyediakan beaya gratis untuk pergi umroh ketanah suci.
Waaah……enak nggak ? sudah pandai, juara, bisa umroh gratis lagi.
Kepingin nggak kalian seperti Ruhani ? kalu ya, belajar dan berdo’a yang sungguh-sungguh, lalu mencintai Al Qur’an dengan sering membacanya syukur-syukur dapat mengetahui artinya. Siapa tahu seperti teman kita M Ruhani. (Habib)

Ibnu Mas'ud

SangAhlul Kitab

Tak satupun ayat-ayat Al Qur’an yang terlewatkan dalam menghafal dan memahami isi kandungan firman Allah tersebut, sehingga tak satupun para sahabat yang menyamai kepandainya.

Masa kecilnya sangat menderita, maklum ia anak dari seorang budak wanita. Orang-orang memanggilnya Ibnu Umm Abd yang artinya anak budak. Sedangkan namanya sendiri adalah Abdullah Ibnu Mas’ud. Setiap harinya banyak dihabiskan untuk menggembala kambing milik salah satu ketua adat Bani Quraisy, Uqbah bin Muayt, berangkat pagi pulang petang jauh diluar kota Makkah, sehingga sama sekali kurang mengetahui dan tertarik oleh agama baru yang dibawa Muhammad.

Perkenalan dengan Muhammad
Pada suatu hari ketika ia sedang menggembala, tiba-tiba didatangi dua orang yang sedang kehausan, lalu meminta air susu kambing. Meski tidak tega mellihatnya dan merasa bahwa kambing-kambing ini bukan miliknya pribadi, mak dijawabnya dengan jujur dan pelan, ''Kambing-kambing ini bukan milikku, saya hanya memeliharanya,'. Mendapat jawaban seperti itu, kedua pria ini tidak membantah sedikitpun, meski sangat kehausan, namun mereka sangat senang dengan jawaban jujur dari sang bocah penggembala ini. Kegembiraan ini terlihat jelas dari wajah mereka. Sedangkan Abdullah sendiri juga mengagumi dua orang yang santun dan bersahaja.
Tanpa diduga, ternyata mereka itu adalah Rasulullah dan sahabat Abu Bakar As Shidiq yang sedang menghindari kejaran perlakuan kejam kaum Quraisy. Melihat sikap kedua pria muda ini membuat Abdullah sangat terkesan, hingga saling akrab dan menjadi seperti saudara.
Tak lama setelah peristiwa itu, Abdullah menyatakan diri sebagai Muslim. Bahkan, ia menawarkan dirinya sebagai pelayan Rasul. Saat itu juga memperoleh bimbingan baik etika, akidah maupun hal-hal yang menyangkut rumah tangga dari Rasul. Apapun perkataan Muhammad, tak pernah ia membantahnya, kemanapun Muhammad pergi selalu mengiringinya, sehingga tak heran kalau ia disebut sebagai orang yang paling dekat dengan Rasulullah dari sisi karakternya.

Ahlul kitab
Karena saking tekunnya dan kebetulan mempunyai kepandaian yang luar biasa dalam mempelajari Al-Qur’an, menjadikannya penghapal dan memahami isi kandungan Alquran serta syariah Islam yang terbaik di antara para sahabat .
Pernah suatu ketika Rasulullah bersama para sahabat melewati masjid, tiba-tiba terdengar ada orang membaca Al Qur’an, karena tertarik dan belum tahu siapa sipembaca tersebut, lalu Rasulullah berkata,” 'Barangsiapa yang ingin membaca Alquran seperti yang barusan diperdengarkan, maka suruhlah ia pergi dan belajar kepada Ibn Umm Abd.''. Ternyata memang benar orang tadi adalah Abdullah Ibn Mas’ud.

Sosok Ibnu Mas'ud termasuk sahabat yang menemani Rasulullah Saw sejak dari awal yang selalu memperhatikan dan bertanya tentang Al-Qur'an serta cara menafsirkannya. Oleh karena itu Beliau termasuk sepuluh ahli tafsir yang memiliki kemampuan baik dan cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu tafsir. Dimata orang-orang mukmin, Mas’ud termasuk ahli tafsir dan lebih banyak mengetahui Kitabullah Al-Qur'an,seperti muhkam, mutasyabih, halal dan haram.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud: "Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya. tidak ada satu suratpun yang diturunkan oleh Allah yang tidak saya ketahui dimana turunnya. Tidak ada satu ayat Al-Qur'an pun yang tidak saya ketahui dalam kasus apa diturunkannya. Kalau aku tahu ada seorang yang lebih tahu dariku tentang Kitab Allah dan bisa ditempuh dengan kendaraan unta, niscaya akan kudatangi rumahnya.....".

Penyikasaan kaum Quraisy
Selain mengerti Alquran, taat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. ia juga merupakan orang yang sangat kuat dan tangguh. Suatu hari para sahabat berada di Makkah dan jumlah mereka masih sangat sedikit, lemah, dan tertindas. Para sahabat berkata bahwa orang Quraisy belum mendengar Alquran dibacakan secara terbuka dengan suara keraskan. Abdullah bin Mas'ud dengan senang hati menyatakan dirinya yang akan melakukannya. Dengan duduk diantara orang-orang Quraisy yang mengelilingi Ka’bah, ia mulai membaca dengan keras.
Mendengar ayat-ayat Alquran dilantunkan dengan keras, orang Quraisy menjadi sangat marah lalu menyiksanya. Namun Abdullah terus membacakan Alquran meski badannya sakit dan berdarah namun ia terus membacanya dan akan mengulanginya setiap hari meski para sahabat mengkhawatirkan

Perhatian khalifah Ustman
Ketika masa kekhalifahan Ustman Ibn Affan, Abdullah bin Mas'ud usianya semakin udzur dan akhirnya jatuh sakit. Sebagai orang dekat Rasulullah SAW, Usman datang dan bertanya kepadanya soal penyakitnya. Abdullah menjawab, bahwa sakitnya karena ia berdosa dan mengharapkan Allah mengampuninya. Usman lalu menawarkan kepadanya gaji yang selama ini ditolak Abdullah. Abdullahpun tetap menolaknya. Kemudian Ustman mengatakan bahwa uang itu untuk anak-anaknya, namun tetap ditolaknya hingga akhirnya Beliau wafat dengan predikat khusnul khotimah. (Imam)

Panglima Pemberani

Suri Tauladan
Panglima Pemberani


Jafar bin Abi Tholib. Sifat sosialnya wajib kita tiru, karena begitu pedulinya dia, sampai-sampai begitu menemukan orang yang miskin dan kelaparan, ia segera pulang dan memberikan apa yang ia punya. Sedangkan sifat pemberaninya amat luar biasa, meskipun musuh jumlahnya jauh lebih besar, dibawah panji Rasulullah, ia tidak pernah takut.

Meskipun dari golongan bangsawan, namun ia dilahirkan dari keluarga yang serba kekurangan, apalagi ketika itu Makkah sedang dilanda kekeringan. Ayahnya Abu Thalib yang masih paman nabi hingga menitipkan sebagian saudaranya kepada paman dan familinya yang rata-rata kaya. Misalnya Ali diasuh oleh Muhammad ketika itu belum menjadi nabi, dan ia sendiri diambil Ibnu Abbas menjadi sosok pemuda yang taat dan enerjik hingga dewasa. Setelah menikah dengan Asma binti Umays, barulah Jafar masuk Islam. Mendengar semua itu orang-orang Quraisy mencoba menghalangi dan memusuhinya. Untuk menghindari berbagai ancaman, kemudian ia bersama sahabat lainnya hijrah ke Abyssinia yang sekarang bernama Ethiopia. Meski disana ia dilindungi oleh raja Negus, tapi orang-orang Quraisy tetap mengejar dengan cara memfitnah dan mengadu domba dihadapan raja Negus. Namun berkat diplomasi Jafar tentang ajaran Islam serta dibacakan surat Maryam, raja Negus mengerti, bahkan menjajikan siapapun yang mengganggu umat Islam akan berhadapan dengannya.

Pada tahun ketujuh Hijriah, Jafar menyusul Rasulullah saw ke Madinah yang baru saja memenangkan perang Khaybar. Disanalah ia ikut berjuang menegakkan ajaran Islam sehingga menjadi orang yang terkenal. Salah satu sifatnya yang mulia adalah sangat dermawan terhadap kaum fakir miskin. Begitu pedulinya terhadap orang-orang miskin dan kelaparan, setiap mendapati kaum duafa, ia segera pulang untuk memberi makanan atau apa saja yang ia punyai, walaupun harus mengambil jatah makannya sendiri.
Karena sifatnya yang amat dermawan dan orang yang paling peduli serta paling siap membantu mereka yang miskin.itu oleh Abu Hurairah ia dijulluki “Bapak Kaum Miskin”.

Pada tahun kedelapan Hijriah, Rasulullah saw memperluas ajaran Islam hingga kedaerah kekuasaan Bizantium. Sebelum menuju kesana, Rasul saw mengutus seseorang untuk misi damai ke Suriah yang saat itu masih dibawah kekuasaan Bizantium. Namun oleh gubernur Suriah, utusan Rasul tersebut dibunuh dengan keji. Maka saat itu juga pasukan Muslim bergerak maju dan menggempur tentara Romawi Timur dibawah komando Zaid bin Haritsah.
Menghadapi musuh jauh lebih besar dan kuat semangat kaum muslim sama sekali tidak gentar, dan ketika Zaid gugur sahid, Rasulullah menyuruh Jafar untuk tampil mengambil alih komando pasukan muslim. Dengan keberanian dan semangat yang luar biasa Jafar maju dan menrjang pasukan Romawi hingga porak-poranda. Berbekal semangat jihad yang tinggi dan tanpa takut, beliau dengan pedang dikanan dan bendera Islam dikiri, Jafar menerobos musuh hingga jauh kedalam, hingga pada akhirnya tangan kanannya putus terkena sabetan pedang. Lalu bendera itu didekap didada dengan tangan kiri memegang pedang ia terus majuhingga tidak lama kemudian tangan kirinya di tebas hingga putus. Dengan kedua tangan yang buntung, dan darah mkengucur di kedua lengan Ja`far semakin menerjang barisan musuh. Namun tak lama kemudian dadanya terkena sabetan pedang yang membelah badannya menjadi dua. Gugurlah menjadi syuhada sahabat Ja`far bin Abu Thalib dalam menegakkan agama Allah. Mendengar berita tersebut Rasulullah saw kemudian berkata :
“Aku telah melihat Ja`far bin Abu Thalib di surga memiliki dua sayap berbulu putih berlumur darah!,” seraya mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya.

Dinamit penghancur sekuler dan komunis ditanah air.

K I O S
KH Muhammad Isa Anshary
Dinamit penghancur sekuler dan komunis ditanah air.

Apa jadinya negeri ini jika kaum sekuler yang berkoalisi dengan komunisme tumbuh subur di Indonesia. Mereka menganggap agama adalah “candu” yang mengekang kebebasan manusia..

Sebagai politisi Masyumi dan ulama Persatuan Islam (Persis), Muhammad Isa Anshary saling bahu membahu dengan Muhammad Natsir dalam menangkal geliatnya kaum sekuler dan komunis. Dalam memperjuangkan tegaknya syariah Islam, sikapnya tak kenal kompromi untuk menyikapi suatu masalah. Jika Natsir masih agak sabar dengan berkata, “Tunggulah !” maka Isa Anshary dengan lugas menyatakan “Gempur..hancurkan ..!”. Sosoknya keras, bertipikal tegas, dan sangat konsen dalam menyikapi wacana formulasi ideologi negara, khususnya masalah yang menyangkut ketidakberesan dalam sila-sila Pancasila serta mempertanyakan esensi demokrasi. Bahkan ia tak segan-segan menganggap “murtad” kepada Islam sekuler yang dinilainya melampaui batas.Menurutnya falsafah negara harus merujuk kaum mayoritas, yaitu Islam. Didalam internal Masyumi sendiri, sikapnya menjadikan partai ini kesulitan untuk membangun koalisi dengan tokoh-tokoh Islam sekuler.
Disisi lain, karena sikapnya yang keras mengundang kekaguman serta mendapat dukungan dari berbagai kalngan. Hal ini terbukti disetiap kampanyenya dalam menegakkan syariat Islam ditanah air, baginya memperjuangkan syariat Islam adalah jihad akbar.

Menentang pidato Soekarno
Ketika Presiden Soekarno berpidato di Kalimantan Selatan, Januari 1953 yang menyinggung tentang dampak berdirinya negara Islam, akan menjadikan banyak wilayah NKRI yang akan melepaskan diri, Beliau langsung menentang keras dengan menyatakan, bahwa pidato itu tidak demokratis serta inkonstitusional. Ia memberi contoh negara Islam yang dibangun Rasulullah saw diMadinah justru membuat kehidupan masyarakat lebih baik, aman serta melindungi dan menjamin hak-hak kehidupan non-muslim. Menyinggung masalah munculnya berbagai pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok sparatis Islam adalah kesalahan dari Pemerintah sekuler itu sendiri yang tidak menjadikan Islam sebagai falsafah negara.

Pidato diSemarang
Disaat panas-panasnya suhu politik, Ia dengan lantang berpidato menentang komunis dialun-alun kota Semarang yang saat itu menjadi basis komunis. Didepan ribuan pengunjung, pidatonya yang keras menjadi sorotan hampir semua media dan masyarakat karena aksi-aksinya dalam menolak ideologi tak ber-Tuhan ini. Strateginya dalam menyibak rahasia perlawanan kaum komunis banyak menginspirasi masyarakat yang membuat para petinggi Masyumi terperangah. Mereka tak menyangka pengaruh orasi lelaki tambun yang biasa disapa “Napoleon Masyumi” ini dapat membuat masyarakat bangkit dengan munculnya gerakan yang menentang koalisi PNI-PKI menjelang Pemilu 1955. Disaat koalisi PNI-PKI berhasil “mengganjal Masyumi, dengan cepatnya ia mengajak masyarakat membentuk Front Anti Komunis yang semakin tumbuh subur kemudian menyebar keseluruh Nusantara. Menurut Isa, komunisme adalah musuh paling berbahaya di tanah air, karena mereka menganggap agama hanyalah candu yang mengekang manusia, untuk itu paham ini tidak boleh hidup diatas bumi pertiwi Nusantara,.......harus musnah selama-lamanya.

Perjuangannya tak pernah berhenti, meskipun menjelang ajal. Hal ini terbukti, meskipun dalam kondisi sakit, Beliau tetap memberikan khutbah Iedul Fitri. Selang satu hari, yaitu 11 Desember 1969 atau 2 Syawal H, akhirnya sang Mujahid penegak syariah Islam ditanah air ini pulang kerahmatullah dengan meninggalkan sejuta semangat perjuangan.(Imm)

***************************************************************
spot
Hidupnya untuk jihad
Sepanjang hidupnya hampir tak pernah lelah berjuang dalam menegakkan syariah Islam. Hal ini bisa dilihat pada pria kelahiran Ranah Minang, Sumatra Barat, 1 Juli 1916 ini setelah menamatkan MI sudah menjadi kader PSII dan mubaligh Muhammadiyah ditanah kelahirannya.
Setelah hijrah kekota Bandung di awal perjuangannya, Ia memimpin Persatuan Muslimin Indonesia dan Persatuan Pemuda Indonesia cabang Bandung yang kemudian mendirikan cabang Muhammadiyah disana. Anshary juga sempat menjadi wartawan dibeberapa media seperti Aliran Islam, Perbincangan dan Pelita Andalas.

Si jenius Yang Menjadi Guru Dunia Barat

K i o s
Si jenius Yang Menjadi Guru Dunia Barat

Salah satu contohnya adalah Abu Al Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham. Selama ini jarang orang mengenal namanya, namun secara tidak langsung hasil karyanya sangat bermanfaat bagi umat manusia serta melebihi para ilmuwan Barat .


Dunia Barat menyebutnya bapak ilmu optik yang mengurai bagaimana kerja mata 'mencerna' penampakan suatu obyek dengan nama Al Hazen yang lahir di Basrah pada tahun 965 Masehi
Berawal dari pegawai pemerintah di kota kelahirannya, namun sangat senang dengan ilmu pengetahuan, sehingga pada akhirnya memutuskan keluar untuk kemudian merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Merasa belum puas, Beliau pergi ke Universitas al-Azhar Mesir dengan dana minim. Disana ia berusaha mendalami berbagai penelitian dan eksperimen tentang matematika matematika, geometri, pengobatan, filsafat dan ilmu falak.

Karena kejeniusan dan ketekunannya, ia berhasil menemukan berbagai data penting tentang cahaya dan kajian tentang pengobatan mata serta penelitiannya mengenai cahaya. Berkat temuannya tersebut telah memberikan ilham kepada ahli sains Barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler menciptakan mikroskop serta teleskop. Beberapa buah buku karyanya tentang cahaya telah disalin dalam bahasa Inggris adalah Light dan On Twilight Phenomena sangat terkenal karena berisi kajian-kajian pembahasan senja, lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana. Dalam teorinya mengungkapkan bahwa cahaya fajar muncul apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur


Warna merah pada senja akan hilang apabila matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat serta kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya. Penemuannya yang tak kalah penting adalah percobaan terhadap kaca cembung titik fokus pemanas yang menghasilkan pembakaran dari energi matahari, yang nantinya akan menghasilkan kaca pembesar pertama didunia. Yang lebih menakjubkan lagi yaitu, Beliau berhasil menemukan prinsip isi padu udara, keakuratan dalam menghitung ketinggian atmosfir bumi dan perihal hubungan kecepatan jatuhnya suatu benda , gaya gravitasi bumi jauh sebelum Issac Newton. Penemuan lainnya adalah gambar (film) yang disambung-sambung lalu diputar dan dapat bergerak hidup, sampai saat ini masih digunakan didunia film

Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai filsafat, logika, metafisika, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Menurutnya filsafat tidak dapat dipisahkan dari ilmu matematika, sains, dan ketuhanan.
Banyak buku yang dihasilkannya dan masih menjadi rujukan hingga saat ini, diantara yang terkenal antara lain, Al'Jami' fi Usul al'Hisab (teori-teori ilmu matemetika dan matemetika penganalisaan) Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib (ilmu geometri), Tahlil ai'masa'il al 'Adadiyah (Aljabar), Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah (mengupas tentang arah kiblat), Maqalah fima Tad'u llaih ( penggunaan geometri dari sisi ukum syarak); dan Fi Sina'at al-Syi'r (teknik penulisan puisi). Semua buku-bukunya diterjemahkan kedalam bahasa Latin, Ibrani dan berbagai bahasa Eropa lainnya.

Disamping itu, Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap karya-karya sarjana terdahulu Walaupun menjadi orang terkenal di zamannya, namun Ibnu Haitham tetap hidup dalam kesederhanaan. Ia dikenal sebagai orang yang miskin materi tapi kaya ilmu pengetahuan. (Habib)