Tampilkan postingan dengan label Liputan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2008

Kita Bangga ! Tahun Hijriah Milik Kita

Biasanya setiap menjelang akhir pergantian tahun yaitu, 31 Desember orang-orang pada umumnya selalu menyambutnya dengan acara yang meriah. Diantaranya ada yang putar-putar kota, begadang bahkan sampai yang berlebihan yang bersifat pemborosan seperti membakar kembang api, pesta-pesta, mengadakan pertunjukan musik dan lain-lainnya. Maklumlah, mereka mengikuti penanggalan Masehi atau berdasarkan Syamsiah.
Kemudian ada lagi setiap bulan Pebruari, kalangan etnis Cina selalu menyambut tahun baru mereka dengan nama Gong Chi Fat Chai, yang diselenggarakan sangat meriah sekali hingga saudara-saudara kita tanpa sadar ikut juga memeriahkan.

Namun berbeda dengan teman-teman kita dari TK Amanah ini. Mereka justru menyambut, merayakan sekaligus membudayakan tahun baru setiap tanggal 1 Muharram. Karena tanggal ini merupakan tahun baru Hijriah yang dimiliki seluruh umat Islam. Seperti pada tanggal 10 Januari yang lalu atau bertepatan dengan 1 Muharram. Dengan memakai topeng-topeng buatan sendiri, mereka menyambut tahun baru Hijriah melakukan pawai keliling kota dan singgah di Masjid Jawa Tengah naik kereta mini. Eh...ternyata disana juga sangat ramai oleh masyarakat yang ikut merayakan juga lho.

Yang tak kalah ramainya, setelah putar-putar kota, ternyata dikampus Amanah, jalan Kridanggo, Semarang juga digelar acara panggung terbuka yang dihadiri seluruh anggota keluarga Amanah. Masing-masing anak menunjukkan kemampuan, kepandaian, serta ekspresinya dengan menyanyi, puisi, paduan suara dan lain-lain, pokoknya ramai dan meriah. Karena tahun baru Hijriah ini adalah milik kita dan tidak mau kalah dengan Tahun Baru Masehi.

Ternyata perayaan serupa tidak hanya di Semarang saja. Teman-teman TK kita di Surabaya juga melakukannya dengan melakukan karnaval, membagi-bagikan burung kertas dan selebaran Tahun Hijriah di maal-maal, swalayan serta tempat umum. Teman-teman kita yang ada di Balikpapan, mengadakan bakti sosial dan basar. Di Serang Banten, kaum teman-teman kita mengadakan pawai dengan membawa obor. Sedangkan di kota-kota lain seperti Bandung, Jakarta, Makasar, Medan dan lainnya juga tidak mau kalah dalam merayakannya. Bahkan di Aceh diadakan berbagai macam lomba dan festival. Pokoknya semua satu tujuan yaitu tahun baru milik kita adalah tahun baru Hijriah. (Habib)

Selasa, 01 Januari 2008

Kenapa Harus Bulan Muharram ?

Setiap bulan Muharram, dimasjid-masjid sering mengadakan acara yang berupa santunan anak yatim-piatu. Isinya, teman-teman kita yang sudah tidak mempunyai ayah atau ibu atau disebut anak yatim-piatu berkumpul diaula. Setelah dibacakan do’a oleh pak ustad kemudian satu-persatu mereka usap rambutnya dan diberi uang.

Di sekolah Islam, organisasi muslim maupun kumpulan-kumpulan pengajian juga tidak mau ketinggalan. Mereka beramai-ramai mengunjungi panti-panti asuhan pada bulan itu. Tujuannya selain bersilaturrahmi, banyak yang membawa bingkisan atau uang yang kemudian diberikan penghuni panti asuhan yatim-piatu.

Contohnya di salah satu Panti asuhan al-Fulan, (bukan nama sebenarnya lho) yang ada di Semarang. Ketika Si Dul silaturrahmi kesana, pengasuh panti menjelaskan bahwa hampir setiap bulan muharram tepatnya tanggal 10, subhanallah......luar biasa pengunjungnya. Hampir setiap hari kedatangan tamu baik perorangan maupun rombongan Mereka membawa sejumlah uang, bingkisan berupa pakaian, makanan, maupun obat-obatan untuk diberikan penghuni panti. Tapi uniknya, sebelum memberikan, rambut atau ubun-ubun setiap anak yatim diusap, ada yang hanya dibelai, bahkan ada yang mulutnya komat-kamit lalu disemburnya ubun-ubun anak tersebut. Entahlah apa maksudnya, apalagi jika setiap orang ikut menyemburnya, lama-lama rambut sianak tersebut basah kuyub oleh air ludah, hiii....nggak jijik ya ? Katanya sih, disamping beramal, bersedekah, membelai rambut anak yatim karena merasa kasihan disamping untuk menyenangkan mereka. Karena dibulan ini adalah bulan santunan anak yatim, simana kalau mau membelai apalagi memberi sedekah anak yatim pahalanya besar sekali. Ketika Si Dul bertanya dari mana asal usul itu. Mereka menjawab, “Itu kan ajaran Rasulullah !”. Namun begitu bulan muharram berlalu panti asuhan tersebut kembali sepi dari pengunjung. tersebut setiap harinya jarang sekali kedatangan tamu, tapi begitu memasuki bulan Muharram,. Katanya,

Adik-adik yang soleh...apa benar ya Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menyantuni anak yatim disetiap bulan Muharram ? kayak tidak begitu.
Nabi memang menyuruh kita untuk menyantuni anak yatim seperti dalam hadisnya yang berbunyi : “Barangsiapa menyantuni anak yatim, berarti ia telah menyayangiku; dan barangsiapa menyakiti anak yatim, maka ia telah menyakitiku,"
Tapi kan tidak hanya dibulan muharram, tapi setiap bulan bahkan setiap hari. Karena teman-teman yatim kita butuh makan, obat-obatan, kesekolah, pakaian bagus kan setiap hari, tidak setahun sekali dibulan muharram.

Naah ...disinilah kita harus hati-hati dalam menyantuni saudara-saudara kita yang yatim piatu, jangan sampai salah kaprah hanya setahun sekali. Insya Allah Allah SWT menjamin bahwa tidak akan pernah miskin orang yang senantiasa menyantuni anak yatim, sebaliknya rezeki yang ada semakin banyak dan berkah.(Habib)