Ma’asirol Mukminin rakhimakumullah.........
Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya adalah hasud, dengki atau sirik. Perbuatan ini tidak sekedar dosa biasa. Karena begitu besar bahayanya hingga dalam surat al-Falaq, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berlindung dari tindakan penghasud. Hal ini cukup menunjukkan betapa bahayanya penyakit hati tersebut hingga membuat orang lain celaka. bahkan dianggap berbahaya, karenanya harus dijauhi.
Jamaah Jum’at yang berbahagia.................
Dari mana datangnya penyakit hati ini ? Sebab utama munculnya hasud pertama adalah ketiadaan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah yang ia terima, disisi lain orang tersebut ingin merasa selalu lebih dalam segala hal dari orang lain. Orang seperti ini selalu beranggapan bahwa rumput di ladang orang lain selalu nampak lebih hijau dalam artian orang lain senantiasa lebih banyak kenikmatannya dari dia, akibatnya muncul rasa rendah diri, tidak percaya diri. Ketika datang seseorang yang levelnya sama atau bahkan melebihi dirinya, maka ia merasa akan tersaingi yang kemudian muncul rasa iri, dan ketidaksenangan terhadap kebahagiaan orang tersebut, maka timbullah apa yang dinamakan iri dengki. Dari sinilah timbul penyakit atau sifat yang dinamakan hasud. Jika penyakit yang bernama hasud ini sudah masuk kedalam hati, muncullah keinginan mencelakakan orang yang merasa menjadi pesaingnya. Dari sini kemudian setan selalu menghembuskan api kedalam hatinya yang melahirkan sikap permusuhan yang berujung dengan upaya-upaya untuk menjatuhkan dengan jalan fitnah. Mereka berupaya bagaimana agar orang tersebut tunduk, kalah bahkan celaka, sehingga apapun caranya mereka selalu berusaha untuk menyingkirkannya. Orang seperti ini sama saja membangun kebahagiaan diri sendiri di atas kesengsaraan orang lain, dan sebaliknya, kesengsaraan diri sendiri atas kebahagiaan orang lain. Biasanya orang seperti ini selalu menginginkan agar karunia yang telah diberikan Allah kepada orang yang diirikannya itu hilang, dan beralih kepada dirinya, baik itu kelebihannya, kasih sayang orang kepadanya, keutamaannya, kekayaannya, kepintarannya, atau apapun yang merupakan kelebihan orang tersebut, hilang lenyap, bahkan ia tak segan-segan berupaya membuat tipu daya, segala macam cara agar karunia dan rahmat serta kelebihan yang ada para orang tersebut hilang diterpa angin, hingga tak berbekas sama sekali. Dan karunia itu berharap beralih kepada dirinya, saking hasudnya ia pada orang tersebut.betapa jeleknya sifat ini, wajar saja kebaikan, amalan ibadah kita bisa terlahap sampai hangus, kehitaman, yang ada hanya debu-debu berterbangan. Karena saking buruknya, sifat iri tidak sekedar dosa biasa yang harus dijauhi, karena bahayanya yang ditimbulkan dapat menjadi sumber kesengsaraan bagi diri penghasud maupun yang dihasud.
Di dalam Alqur’an Allah telah berfirman dalam surat Annisa ayat 32 :
”Dan janganlah kamu berangan-angan dengan pemberian kelebihan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada sebahagian kamu, bagi para lelaki telah ditetapkan kadar nasibnya sesuai dengan amalannya, bagi perempuanpun telah ditentukan kadar nasibnya sesuai dengan amalannya juga...".
Bahaya lain dari sifat ini adalah serangan sepihak, tanpa sepengetahuan orang yang dihasud kapan dan dari mana asalnya serangan. Serangan seperti ini jauh lebih berbahaya, karena korbannya tidak punya persiapan yang matang untuk menangkis atau bertahan, sedangkan serangan di sini tidak terbatas pada hal-hal yang bersifat fisik.
Rasulullah bersabda: "Jauhilah olehmu semua kedengkian, sebab kedengkian itu memakan segala kebaikan, sebagaimana api melalap kayu bakar yang kering." Ini artinya, kebaikan-kebaikan yang kita lakukan tidak ada artinya jika kita masih sukamenghasud”.
Dari sini seharusnya semua manusia sadar, siapapun tidak akan berhasil, sukses baik didunia maupun akhirat tanpa pertolongan Allah. Namun mengapa mereka selalu optimis, percaya diri, bahagia, senang atas nikmat yang diberikan Allah tanpa menyadari bahwa semua itu datangnya dari Allah ? Dari sinilah pangkal dari rasa ketidaksyukuran manusia. Jika manusia sudah tidak mensyukuri nikmat-Nya tentu ia akan semakin lupa, kemudian mengaku bahwa semua keberhasilan atas usahanya sendiri tanpa pertolongan siapa-siapa. Lalu ketika Allah menurunkan peringatan atau adzab, dan manusia tersebut jatuh, barulah mereka sadar. Berbeda jika manusia selalu mensyukuri nikmat yang di berikan Allah, mereka hatinya akan selalu tenang. Meskipun orang lain jauh lebih berhasil, lebih kaya atau lebih sukses, ia sama sekali tidak akan terpengaruh apalagi merasa iri. Ia merasa bahwa nikmat yang diberikan Allah ini jauh lebih dari cukup sehingga tidak ada rasa selalu ingin menuntut. Orang-orang seperti inilah, Allah akan terus menambah nikmat-nikmatnya.
Di dalam firman-Nya, Allah menjelaskan :
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu sekalian menegaskan, jika kamu benar-benar bersyukur maka pasti Aku akan tambahi (karunia) bagi kamu, dan jika kamu benar-benar ingkar maka sesungguhnya azab-Ku amat pedih." (QS. Ibrahim/14:7).
Rasulullah pernah memberitakan pada para sahabatnya sampai beberapa kali.Akan ada kedatangan seseorang ahli surga. Dengan rasa penasaran para sahabat menunggu dengan sabar, tapi setelah muncul orang yang disebut, mereka semua terkejut, karena orang tersebut penampilannya biasa-biasa saja, sampai ada seorang sahabat penasaran dan menanyakan amalan apa yang dilakukan oleh pemuda ini, sampai-sampai ia dikatakan Rasulullah calon penduduk surga? Maka sahabat itupun meminta izin untuk menginap dirumah lelaki tersebut. Setelah beberapa hari menginap, dilihatnya ibadah lelaki tersebut biasa-biasa saja, ngak ada yang istimewa. Akhirnya ia bertanya pada lelaki tersebut, dan menceritakan sebab ia menginap dirumahnya.Apa jawab lelaki tersebut?. "Saya sebelum tidur setiap harinya selalu merenungkan diri saya, dan tidak ada sedikitpun dihati saya ada rasa iri atau dengki pada siapapun”. Jadi, betapa besarnya pengaruh sifat dengki pada diri seseorang, dan betapa seseorang bisa masuk surga hanya karena tidak adanya setitikpun rasa iri atau dengki pada sesama”.
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah..........
Janganlah kita mencari-cari aib, atau kesalahan seseorang, hal ini akan menimbulkan dosa dan rasa iri dengki kita saja pada orang tersebut.
Allah berfirman:"Janganlah kamu bertajassus (mencari-cari kesalahan orang lain) "Dan janganlah kamu bergunjing. (bergunjing hanya dibolehkan agama dalam beberapa perkara, salah satunya bila ada niatan baik untuk merubah orang yang kita gunjingkan tersebut).
Di sisi lain marilah kita menyadari bahwa kalau iri, akan merusak segala amalan kita. Kematian, rezeki dan jodoh semua seseorang, telah ditetapkan dari Allah. Untuk itu marilah kita senantiasa dan terus berdoa mohon ampunan Allah, dijauhkan dari sifat-sifat yang negotori hati, selalu mensyukuri nikmat Allah yang kita terima dan diterima orang lain, agar dihindarkan dari rasa atau sikap dengki, iri, hasud, dan sikap-sikap negatif lainnya, dan sebaliknya agar diberikan sikap-sikap yang baik sehingga kita selamat baik didunia maupun akhirat. Karena hanya ada rasa hasud didalam diri seseorang yang diperbolehkan oleh agama sebagaimana sabda
Rasulullah yang kira-kira bermaknakan: " Tidak diperbolehkan hasud kecuali dalam dua perkara, seseorang yang diberikan oleh Allah swt akan harta lalu ia menafkahkan hartanya itu pada jalan Allah, dan seseorang yang diberikan karunia oleh Allah swt akan ilmu dan ia mengamalkan ilmunya serta memberikannya pada orang lain.....".(Imam)
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Jum’at. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah Jum’at. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Desember 2007
Minggu, 16 Desember 2007
Muharram, Moment Kebangkitan Umat
Ustd Imam Santoso
Ma’asyirol miukuminina rakhima kumullah……..
Di dalam hadistnya Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing atau aneh, dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah menjawab, "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan." (HR. Muslim)
Tanda-tanda yang disebutkan Rasulullah tersebut kini sudah banyak yang terbukti. Dimana sesuatu yang benar dianggap aneh atau asing, sementara perkara yang salah, bertentangan dengan syariat Islam justru dibenarkan, dilindungi, dibudayakan bahkan diagung-agungkan. Islam yang dulu dibawa Rasulullah SAW dengan penuh kesempurnaan, kini makin jauh dari kebenaran. Tapi sebaliknya, kesesatan kian menjamur, munculnya berbagai faham, aliran mengatas menamakan kebenaran tumbuh subur dimana-mana, hingga apa yang dikatakan Rasul benar-benar terjadi.
Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk nereka. Para shahabat bertanya : “Siapa golongan yang selamat ya Rosulullah?” Rasulullah menjawab : “Dan golongan yang selamat itu adalah Ahlussunnah wal Jamaa’ah..” (HR Tirmidzi)
Disisi lain, pertikaian, perselisihan perbedaan hingga perpecahan sesama muslim kian menambah daftar masalah. Sementara, ancaman dari luar tak pernah berhenti untuk menghancurkan Islam. Mereka tebar pesona dengan materi dan budaya keindahan, semuanya bertujuan untuk membunuh moral dan merusak akidah.
Kondisi umat Islam sekarang ini benar-benar ibarat buih ditengah lautan yang terombang-ambingkan ombak kesana kemari. Akibatnya, generasi Islam yang kelihatannya besar, ternyata didalamnya keropos, semakin lama kian terpuruk Apa yang disabdakan Rasulullah SAW benar-benar terjadi :
“Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu ialah yang hidup pada zaman kurunku (sahabat), kemudian orang-orang yang hidup sesudah kurunku (tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka (tabiit tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka” (HR Musllim)
Kaum muslimin yang di muliakan Allah.................:
Dari sinilah kita harus secepatnya tahu dan sadar betapa krisisnya, betapa bahayanya Islam diakhir jaman ini. Ingat ! waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu, begitu juga dengan kondisi Islam, waktu takkan pernah kembali lagi ke 14 abad lalu, dimana Islam dijaman Rasulullah SAW adalah agama yang betul-betul murni dan benar. Maka dari itu hanya kebangkitan kaum muslimlah yang insya Allah dapat menyelamatkan Islam dari kehancuran.
Dengan memasuki tahun 1429 Hijriyah ini, mari kita renungi peristiwa 14 abad yang lalu dimana Rasulullah SAW menginjakkan kakinya di Madinah. Beliau keluar dari tengah-tengah kegelapan kaum Quraisy dengan membangun masyarakat baru dalam bentuk persaudaraan ukhuwah antara orang-orang Muhajirin dan kaum Anshor, sehingga berhasil berhasil merubah dunia dari era Jahiliyah menjadi perdaban yang Islami.
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah.................
Marilah ..!, bangunlah dari tidurmu.......! bangkitlah ! Jadikanlah momen bulan Muharram ini sebagai tonggak bangkitnya perjuangan untuk memurnikan ajaran Islam sesuai apa yang disyariatkan Rasul. Mari hati kita berhijrah menjadi pribadi Muslim yang lebih baik menuju Allah dan Rasulnya, dari meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah SWT, seperti apa yang difirmankan Allah : ''Maka segeralah (berlari) kembali menaati Allah.'' (QS Adz-Dzariyaat 50).
Jamaah jum’ah yang berbahagia...........
Sebagai muslim yang bertanggung jawab dan menginginkan kecintaan Allah dan Rasul-Nya, kita harus tahu bagaimana berhijrah dijaman sekarang. Inti sebenarnya kita berhijrah adalah berusaha bagaimana merubah kualitas hidup, baik yang bersifat mental maupun moral, menuju perubahan ke arah yang lebih baik, dengan membangun kekuatan baru yang tangguh menuju kebangkitan Islam
Dari sinilah kita dituntut agar tidak ragu-ragu untuk berhijrah dengan meninggalkan segala perkara yang tidak sesuai dengan syariat. Katakan salah jika itu salah, dan katakan benar jika itu kebenaran !. Curahkan segenap kemampuan untuk mencapai apa yang dicintai Allah Azza wa Jalla dan menolak semua yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan, dan maksiyat. Kembalilah kepada Allah dan Rasulnya. Cepat..! tinggalkan perbuatan yang mendekati syirik menuju tauhid, dari kecintaan kepada selain Allah menuju kecintaan kepada-Nya, dari takut kepada selain Allah menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain Allah menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Allah menuju tawakal hanya kepada-Nya. Dari berdoa kepada selain Allah menuju berdoa kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Allah menuju tunduk kepada-Nya. Dari jahiliyah menuju Islami, dari yang mungkar menuju ma’ruf, dari maksiat menuju taat. Karena Allah telah memperingatkan dalam firman-Nya yang berbunyi :
“ Janganlah kamu mengira masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah siapa diantaramu yang benar-benar berjihad dan siapadi antaramu yang benar-benar tabah” (QS Ali Imron 142)
Jamaah jum’ah yang di muliakan Allah ............
Tentunya masih banyak lagi pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah nabi Muhammad Saw sehingga yang dijadikan peristiwa sebagai awal dari kalender Islam oleh Umar ibnu Khattab ra. Pada akhirnya, hijrah adalah keberanian untuk tampil beda ditengah-tengah kebanyakan orang. Berani berkata haram ketika haram dilindungi, berani menolak suap ketika tradisi suap sudah membudaya, berani menutup aurat ketika semua ramai-ramai membuka aurat. Berani mengatakan yang benar, ketika yang lain justru menutup kebenaran.
" dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah kerana sesungguhnya tiadalah yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir "...(QS Yusuf 87).
Ingat, yakinlah dengan janji Allah ! Nasrun minAllah wa fatkhun qarieb, Pertolongan dari Allah akan datang dikala kita mengakkan agama Allah !!!.
Ma’asyirol miukuminina rakhima kumullah……..
Di dalam hadistnya Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing atau aneh, dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasulullah, apa yang dimaksud orang asing (aneh) itu?" Lalu Rasulullah menjawab, "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan." (HR. Muslim)
Tanda-tanda yang disebutkan Rasulullah tersebut kini sudah banyak yang terbukti. Dimana sesuatu yang benar dianggap aneh atau asing, sementara perkara yang salah, bertentangan dengan syariat Islam justru dibenarkan, dilindungi, dibudayakan bahkan diagung-agungkan. Islam yang dulu dibawa Rasulullah SAW dengan penuh kesempurnaan, kini makin jauh dari kebenaran. Tapi sebaliknya, kesesatan kian menjamur, munculnya berbagai faham, aliran mengatas menamakan kebenaran tumbuh subur dimana-mana, hingga apa yang dikatakan Rasul benar-benar terjadi.
Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya. Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 akan masuk nereka. Para shahabat bertanya : “Siapa golongan yang selamat ya Rosulullah?” Rasulullah menjawab : “Dan golongan yang selamat itu adalah Ahlussunnah wal Jamaa’ah..” (HR Tirmidzi)
Disisi lain, pertikaian, perselisihan perbedaan hingga perpecahan sesama muslim kian menambah daftar masalah. Sementara, ancaman dari luar tak pernah berhenti untuk menghancurkan Islam. Mereka tebar pesona dengan materi dan budaya keindahan, semuanya bertujuan untuk membunuh moral dan merusak akidah.
Kondisi umat Islam sekarang ini benar-benar ibarat buih ditengah lautan yang terombang-ambingkan ombak kesana kemari. Akibatnya, generasi Islam yang kelihatannya besar, ternyata didalamnya keropos, semakin lama kian terpuruk Apa yang disabdakan Rasulullah SAW benar-benar terjadi :
“Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu ialah yang hidup pada zaman kurunku (sahabat), kemudian orang-orang yang hidup sesudah kurunku (tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka (tabiit tabiin), kemudian orang-orang yang hidup sesudah mereka” (HR Musllim)
Kaum muslimin yang di muliakan Allah.................:
Dari sinilah kita harus secepatnya tahu dan sadar betapa krisisnya, betapa bahayanya Islam diakhir jaman ini. Ingat ! waktu laksana air yang mengalir ke hilir yang takkan pernah kembali ke hulu, begitu juga dengan kondisi Islam, waktu takkan pernah kembali lagi ke 14 abad lalu, dimana Islam dijaman Rasulullah SAW adalah agama yang betul-betul murni dan benar. Maka dari itu hanya kebangkitan kaum muslimlah yang insya Allah dapat menyelamatkan Islam dari kehancuran.
Dengan memasuki tahun 1429 Hijriyah ini, mari kita renungi peristiwa 14 abad yang lalu dimana Rasulullah SAW menginjakkan kakinya di Madinah. Beliau keluar dari tengah-tengah kegelapan kaum Quraisy dengan membangun masyarakat baru dalam bentuk persaudaraan ukhuwah antara orang-orang Muhajirin dan kaum Anshor, sehingga berhasil berhasil merubah dunia dari era Jahiliyah menjadi perdaban yang Islami.
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah.................
Marilah ..!, bangunlah dari tidurmu.......! bangkitlah ! Jadikanlah momen bulan Muharram ini sebagai tonggak bangkitnya perjuangan untuk memurnikan ajaran Islam sesuai apa yang disyariatkan Rasul. Mari hati kita berhijrah menjadi pribadi Muslim yang lebih baik menuju Allah dan Rasulnya, dari meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah SWT, seperti apa yang difirmankan Allah : ''Maka segeralah (berlari) kembali menaati Allah.'' (QS Adz-Dzariyaat 50).
Jamaah jum’ah yang berbahagia...........
Sebagai muslim yang bertanggung jawab dan menginginkan kecintaan Allah dan Rasul-Nya, kita harus tahu bagaimana berhijrah dijaman sekarang. Inti sebenarnya kita berhijrah adalah berusaha bagaimana merubah kualitas hidup, baik yang bersifat mental maupun moral, menuju perubahan ke arah yang lebih baik, dengan membangun kekuatan baru yang tangguh menuju kebangkitan Islam
Dari sinilah kita dituntut agar tidak ragu-ragu untuk berhijrah dengan meninggalkan segala perkara yang tidak sesuai dengan syariat. Katakan salah jika itu salah, dan katakan benar jika itu kebenaran !. Curahkan segenap kemampuan untuk mencapai apa yang dicintai Allah Azza wa Jalla dan menolak semua yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan, dan maksiyat. Kembalilah kepada Allah dan Rasulnya. Cepat..! tinggalkan perbuatan yang mendekati syirik menuju tauhid, dari kecintaan kepada selain Allah menuju kecintaan kepada-Nya, dari takut kepada selain Allah menuju takut kepada-Nya. Dari berharap kepada selain Allah menuju berharap kepada-Nya. Dari tawakal kepada selain Allah menuju tawakal hanya kepada-Nya. Dari berdoa kepada selain Allah menuju berdoa kepada-Nya. Dari tunduk kepada selain Allah menuju tunduk kepada-Nya. Dari jahiliyah menuju Islami, dari yang mungkar menuju ma’ruf, dari maksiat menuju taat. Karena Allah telah memperingatkan dalam firman-Nya yang berbunyi :
“ Janganlah kamu mengira masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah siapa diantaramu yang benar-benar berjihad dan siapadi antaramu yang benar-benar tabah” (QS Ali Imron 142)
Jamaah jum’ah yang di muliakan Allah ............
Tentunya masih banyak lagi pelajaran dan hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa hijrah nabi Muhammad Saw sehingga yang dijadikan peristiwa sebagai awal dari kalender Islam oleh Umar ibnu Khattab ra. Pada akhirnya, hijrah adalah keberanian untuk tampil beda ditengah-tengah kebanyakan orang. Berani berkata haram ketika haram dilindungi, berani menolak suap ketika tradisi suap sudah membudaya, berani menutup aurat ketika semua ramai-ramai membuka aurat. Berani mengatakan yang benar, ketika yang lain justru menutup kebenaran.
" dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah kerana sesungguhnya tiadalah yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir "...(QS Yusuf 87).
Ingat, yakinlah dengan janji Allah ! Nasrun minAllah wa fatkhun qarieb, Pertolongan dari Allah akan datang dikala kita mengakkan agama Allah !!!.
Selasa, 30 Oktober 2007
KEMISKINAN DAN KEMUNDURAN UMAT ISLAM ADAKAH SATU TAKDIR?
KEMISKINAN DAN KEMUNDURAN UMAT ISLAM ADAKAH SATU TAKDIR?
Ma’asyirol muslimin rakhima kumullah.....
Disaat kehidupan serba sulit ini, marilah sama-sama kita tidak henti-hentinya selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena kita dapat melaksanakan sholat Jum’at pada siang ini, sabar dalam mengarungi kehidupan. Selanjutnya janganlah lelah dan bosan untuk berdo’a meminta kepoada Allah. Apapun yang kita minta, jika dilandasi dengan sungguh-sungguh, ikhlas insya Allah do’a kita akan terkabul serta senantiasa mendapat perlindungan-Nya.
Jamaah jum’at yang dimuliakan Allah.........
Kebanyakkan umat Islam diseluruh dunia sekarang ini masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan yang bukan Islam dalam semua aspek dan bidang kehidupan. Negara-negara Islam sering dikaitkan dengan kemunduran dan kemiskinan. Disamping itu terlalu banyak masalah yang melanda negara-negara Islam sama ada dari segi politik, ekonomi dan sosial. Perang saudara, perebutan kuasa, perbezaan fahaman politik, perbezaan mazhab dan lain-lain telah melemahkan umat Islam secara keseluruhannya. Bahkan pendekatan dalam memahami Islam dengan tidak mengikut neraca Islam yang sebenarnya, akhlak dan nilai-nilai murni juga tidak diutamakan dan seolah-olah tiada nilai kesuciannya lagi. Sementara itu ukuran hidup umat Islam berdasarkan kepada kebendaan, kepentingan harta, keuntungan meterial, kemewahan, keseronokan dalam melakukan maksiat dan kemungkaran serta menimbulkan keraguan terhadap agama dan nilai-nilai akhlak Islam. Penekanan kepada aspek kerohanian semata-mata menyebabkan penghayatan agama itu mati, hilang rohnya, hati menjadi keras dan tidak dapat menegah kemungkaran yang berada dipersekitarannya
Ma’asyirol muslimin rakhima kumullah.....
Disaat kehidupan serba sulit ini, marilah sama-sama kita tidak henti-hentinya selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena kita dapat melaksanakan sholat Jum’at pada siang ini, sabar dalam mengarungi kehidupan. Selanjutnya janganlah lelah dan bosan untuk berdo’a meminta kepoada Allah. Apapun yang kita minta, jika dilandasi dengan sungguh-sungguh, ikhlas insya Allah do’a kita akan terkabul serta senantiasa mendapat perlindungan-Nya.
Jamaah jum’at yang dimuliakan Allah.........
Kebanyakkan umat Islam diseluruh dunia sekarang ini masih jauh ketinggalan jika dibandingkan dengan yang bukan Islam dalam semua aspek dan bidang kehidupan. Negara-negara Islam sering dikaitkan dengan kemunduran dan kemiskinan. Disamping itu terlalu banyak masalah yang melanda negara-negara Islam sama ada dari segi politik, ekonomi dan sosial. Perang saudara, perebutan kuasa, perbezaan fahaman politik, perbezaan mazhab dan lain-lain telah melemahkan umat Islam secara keseluruhannya. Bahkan pendekatan dalam memahami Islam dengan tidak mengikut neraca Islam yang sebenarnya, akhlak dan nilai-nilai murni juga tidak diutamakan dan seolah-olah tiada nilai kesuciannya lagi. Sementara itu ukuran hidup umat Islam berdasarkan kepada kebendaan, kepentingan harta, keuntungan meterial, kemewahan, keseronokan dalam melakukan maksiat dan kemungkaran serta menimbulkan keraguan terhadap agama dan nilai-nilai akhlak Islam. Penekanan kepada aspek kerohanian semata-mata menyebabkan penghayatan agama itu mati, hilang rohnya, hati menjadi keras dan tidak dapat menegah kemungkaran yang berada dipersekitarannya
Haram Masuk Syurga bagi Orang yang Sombong
Khotbah Jum’at
Haram Masuk Syurga bagi Orang yang Sombong
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah........
Sombong, takabbur, atau merasa besar adalah salah satu penyakit yang biasa tumbuh berkembang dalam hati manusia, sehingga dapat merubah perilaku manusia menjadi arogan, congkak yang berujung pada kehancuran. Biasanya penyakit ini menimpa orang-orang yang merasa dirinya kaya, terhormat, amal ibadah, serta ilmu yang dimilikinya lebih dari orang lain. Meski seorang berilmu atau alim yang telah merasa tawadhu (rendah hati) sekalipun, namun jika didalam dirinya masih ada rasa bahwa dimata orang lain ia selalu merasa paling lebih, secara tidak langsung dan tidak sadar sikap takabbur atau sombong telah tertanam pada dirinya. Misalnya, ketika seseorang diberi kepandaian atau kelebihan luar biasa oleh Allah, banyak do’a dan permintaannya selalu terkabulkan. Karena selalu berhasil dan merasa lebih dekat pada Allah, kemudian memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan, didalam hati lalu berkata,”Siapa dulu yang mendoakan kalau bukan saya. Seandainya tidak ada saya...mungkin semuanya tidak bisa begini...”. maka dari sinilah gejala timbulnya sifat takabbur dan sombong.
Terlebih lagi bila seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, dirinya merupakan lahan yang subur bagi tumbuh kembangnya sifat-sifat tersebut. Hingga pada akhirnya dari dalam dirinya memunculkan sikap kesewenang-wenangan, gila hormat, sok kuasa, bentak sana-bentak sini, tolak pinggang setinggi dada dan selalu mau menang sendiri. Seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW : “Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia” (HR Muslim).
Jamaah sholat Jumat yang berbahagia.
Pernahkah kita sadar, dari mana asal usul manusia ?
Didalam surat Ath Thaariq ayat 5-8 Allah telah menerangkan dengan jelas.
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah dia diciptakan? Manusia diciptakan dari air yang dipancarkan. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan Sesungguhnya Allah benar-benar Kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).”
Dari sinilah mereka seharusnya tahu dan sadar jika manusia itu diciptakan dari setetes ‘air hina’ (sperma). Setelah mengalami beberapa proses kemudian oleh Allah disempurnakan, hingga jadilah manusia yang terlahir lemah tak berdaya dan tanpa sehelai benang. Manusia dijadikan dengan cara yang sama dan dikembalikan dengan cara yang sama pula. Lalu, pantaskah manusia berlaku sombong atau congkak, jika mengingat kejadiannya dari benda yang hina itu ?
Hanya Allahlah yang pantas memiliki sifat ini karena Dialah yang memiliki keagungan sempurna, sedang seluruh makhluk hanya sekadar menerima kemurahan dari-Nya. Pada hakikatnya semua kebaikan, keburukan, kelebihan serta kekurangan terjadi semua karena izin Allah, seperti apa yang difirmankan-Nya :
“Katakanlah (wahai Muhammad) bahwa semuanya (kebaikan dan keburukan itu) adalah dari sisi (atas takdir) Allah”. (QS An Nisaa :78)
Ma’asyirol mukminin yang dirakhmati Allah..........
Sifat takabbur ini benar-benar suatu penyakit yang tidak dapat ditutup-tutupi dan disembunyikan. Orang yang mengidap penyakit ini demikian mudah dilihat serta dirasakan oleh siapapun. Mulai ujung rambut hingga ujung kaki, dari gaya maupun tutur katanya, semua begitu jelas menunjukkan keangkuhan. Ironisnya, hukum atau larangan tentang sifat-sifat ini tidak pernah diatur dalam peraturan undang-undang negara yang dibuat manusia. Sehingga didunia ini mungkin saja Allah tidak memberi hukuman kepada mereka yang bersifat sombong. Tapi awas! Allah dan Rasulnya sudah memperingkatkan akan adanya suatu adzab di akhirat kelak yang tidak akan bisa mengelaknya jika makhluk-Nya berlaku sombong apapun bentuk atau manifestasinya, baik dalam hati, perbuatan atau perkataan
Allah benar-benar mengharamkan surga untuk dimasuki orang-orang yang sombong atau takabbur, seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
“Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu” (HR Muslim)
Ingatkah ketika setan terusir dari surga yang kemudian dikutuk Allah selamanya, akibat dari kesombongannya yang tidak mau bersujud kepada Adam karena merasa dirinya tercipta dari api, sedangkan Adam tercipta dari tanah. Dari sinilah Rasulullah Muhammad SAW selalu memperingkatkan ummatnya agar tidak terperosok ke dalam sikap dan tingkah laku yang sombong atau takabbur meski tidak tampak dimata, namun jika ada terselip di lubuk hatinya, dia tidak akan dapat masuk ke surga.
Sabda Rasulullah SAW.
“Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom (HR Bukhari Muslim)
Disisi lain sifat sombong merupakan hijab yang menghalangi hamba menuju surga dan menjadi faktor pemisah antara seseorang dengan orang beriman. Karena akhlak orang mukmin merupakan pintu surga seperti apa yang difirmankan Allah yang berbunyi :
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”(QS al Isro 37)
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah.......
Maka dari itu marilah lebih berhati-hati ketika diberikan kelebihan nikmat oleh Allah. Karena jika mausia terbuai oleh kenikmatan-kenikmatan, mereka lupa,.....maka yang akan timbul adalah kebanggaan didalam diri sendiri yang berujung lahirnya kesombongan. (Imm)
.
.
.
Haram Masuk Syurga bagi Orang yang Sombong
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah........
Sombong, takabbur, atau merasa besar adalah salah satu penyakit yang biasa tumbuh berkembang dalam hati manusia, sehingga dapat merubah perilaku manusia menjadi arogan, congkak yang berujung pada kehancuran. Biasanya penyakit ini menimpa orang-orang yang merasa dirinya kaya, terhormat, amal ibadah, serta ilmu yang dimilikinya lebih dari orang lain. Meski seorang berilmu atau alim yang telah merasa tawadhu (rendah hati) sekalipun, namun jika didalam dirinya masih ada rasa bahwa dimata orang lain ia selalu merasa paling lebih, secara tidak langsung dan tidak sadar sikap takabbur atau sombong telah tertanam pada dirinya. Misalnya, ketika seseorang diberi kepandaian atau kelebihan luar biasa oleh Allah, banyak do’a dan permintaannya selalu terkabulkan. Karena selalu berhasil dan merasa lebih dekat pada Allah, kemudian memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan, didalam hati lalu berkata,”Siapa dulu yang mendoakan kalau bukan saya. Seandainya tidak ada saya...mungkin semuanya tidak bisa begini...”. maka dari sinilah gejala timbulnya sifat takabbur dan sombong.
Terlebih lagi bila seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, dirinya merupakan lahan yang subur bagi tumbuh kembangnya sifat-sifat tersebut. Hingga pada akhirnya dari dalam dirinya memunculkan sikap kesewenang-wenangan, gila hormat, sok kuasa, bentak sana-bentak sini, tolak pinggang setinggi dada dan selalu mau menang sendiri. Seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW : “Sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan sesama manusia” (HR Muslim).
Jamaah sholat Jumat yang berbahagia.
Pernahkah kita sadar, dari mana asal usul manusia ?
Didalam surat Ath Thaariq ayat 5-8 Allah telah menerangkan dengan jelas.
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah dia diciptakan? Manusia diciptakan dari air yang dipancarkan. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan Sesungguhnya Allah benar-benar Kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).”
Dari sinilah mereka seharusnya tahu dan sadar jika manusia itu diciptakan dari setetes ‘air hina’ (sperma). Setelah mengalami beberapa proses kemudian oleh Allah disempurnakan, hingga jadilah manusia yang terlahir lemah tak berdaya dan tanpa sehelai benang. Manusia dijadikan dengan cara yang sama dan dikembalikan dengan cara yang sama pula. Lalu, pantaskah manusia berlaku sombong atau congkak, jika mengingat kejadiannya dari benda yang hina itu ?
Hanya Allahlah yang pantas memiliki sifat ini karena Dialah yang memiliki keagungan sempurna, sedang seluruh makhluk hanya sekadar menerima kemurahan dari-Nya. Pada hakikatnya semua kebaikan, keburukan, kelebihan serta kekurangan terjadi semua karena izin Allah, seperti apa yang difirmankan-Nya :
“Katakanlah (wahai Muhammad) bahwa semuanya (kebaikan dan keburukan itu) adalah dari sisi (atas takdir) Allah”. (QS An Nisaa :78)
Ma’asyirol mukminin yang dirakhmati Allah..........
Sifat takabbur ini benar-benar suatu penyakit yang tidak dapat ditutup-tutupi dan disembunyikan. Orang yang mengidap penyakit ini demikian mudah dilihat serta dirasakan oleh siapapun. Mulai ujung rambut hingga ujung kaki, dari gaya maupun tutur katanya, semua begitu jelas menunjukkan keangkuhan. Ironisnya, hukum atau larangan tentang sifat-sifat ini tidak pernah diatur dalam peraturan undang-undang negara yang dibuat manusia. Sehingga didunia ini mungkin saja Allah tidak memberi hukuman kepada mereka yang bersifat sombong. Tapi awas! Allah dan Rasulnya sudah memperingkatkan akan adanya suatu adzab di akhirat kelak yang tidak akan bisa mengelaknya jika makhluk-Nya berlaku sombong apapun bentuk atau manifestasinya, baik dalam hati, perbuatan atau perkataan
Allah benar-benar mengharamkan surga untuk dimasuki orang-orang yang sombong atau takabbur, seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
“Tidak akan masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat debu” (HR Muslim)
Ingatkah ketika setan terusir dari surga yang kemudian dikutuk Allah selamanya, akibat dari kesombongannya yang tidak mau bersujud kepada Adam karena merasa dirinya tercipta dari api, sedangkan Adam tercipta dari tanah. Dari sinilah Rasulullah Muhammad SAW selalu memperingkatkan ummatnya agar tidak terperosok ke dalam sikap dan tingkah laku yang sombong atau takabbur meski tidak tampak dimata, namun jika ada terselip di lubuk hatinya, dia tidak akan dapat masuk ke surga.
Sabda Rasulullah SAW.
“Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom (HR Bukhari Muslim)
Disisi lain sifat sombong merupakan hijab yang menghalangi hamba menuju surga dan menjadi faktor pemisah antara seseorang dengan orang beriman. Karena akhlak orang mukmin merupakan pintu surga seperti apa yang difirmankan Allah yang berbunyi :
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”(QS al Isro 37)
Ma’asyirol mukminin rakhimakumullah.......
Maka dari itu marilah lebih berhati-hati ketika diberikan kelebihan nikmat oleh Allah. Karena jika mausia terbuai oleh kenikmatan-kenikmatan, mereka lupa,.....maka yang akan timbul adalah kebanggaan didalam diri sendiri yang berujung lahirnya kesombongan. (Imm)
.
.
.
Langganan:
Postingan (Atom)